On this day 1995, Awal Mula Persija Jakarta Dimusuhi Publik Bandung

Backpass

by redaksi 67489

On this day 1995, Awal Mula Persija Jakarta Dimusuhi Publik Bandung

Sepak bola Indonesia tidak jarang diwarnai kerusuhan penonton. Salah satunya pada 1 Juni 1995, pertandingan Bandung Raya versus Persija Jakarta di Stadion Siliwangi Bandung diwarnai kerusuhan.

Amarah penonton dipicu oleh mogoknya para pemain Persija. Penonton pun marah dan melampiaskan kekesalannya dengan melakukan pelemparan di luar stadion. Beberapa mobil juga tak luput dari lemparan, termasuk mobil Ketua Komda PSSI Jawa Barat Drs. H. Ukman Sutaryan yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar bidang Ekbang (Ekonomi dan Pembangunan).

Sebagaimana dilaporkan "Pikiran Rakyat", mogoknya pemain-pemain Persija berawal dari keputusan Wasit Drs. I Made Sudra (Denpasar) yang memberikan hukuman tendangan tidak langsung kepada Bandung Raya karena menganggap M. Yunus yang berebut bola dengan Peri Sandria melakukan backpass dengan kaki yang ditangkap penjaga gawang Persija, Haryono.

Keputusan wasit tersebut langsung diprotes seluruh pemain Persija, sehingga I Made Sudra yang telah mengeluarkan kartu kuning untuk Miro Baldo Bento, harus mengeluarkan kartu kuning lagi untuk Rahmad Darmawan. Hal itu makin menambah emosi para pemain Persija.

Suasana makin keruh ketika para pemain cadangan Persija, termasuk Ketua Umum Ir. Todung Barita "turun" ke lapangan sambil menunjuk-nunjuk wasit. Suasana mulai reda ketika beberapa petugas keamanan masuk ke lapangan untuk mengamankan situasi. Namun pasukan Pelatih Persija, Sugih Hindarto, tetap menyatakan mogok dan mengundurkan diri dari pertandingan. Sebuah pemicu (trigger) yang berdampak ke depannya, di musim-musim selanjutnya Persija selalu mendapat perlakuan tak hangat dari publik Bandung, termasuk hingga sekarang.

Pertandingan yang terhenti pada menit ke-68 itu sendiri dimenangkan Bandung Raya 3-1 melalui gol Dejan Gluscevic (menit 14), Tibidi Alexis (21), dan Peri Sandria (43). Sementara gol balasan Persija dicetak Iskandar (54).

Dalam perkembangannya, Komdis PSSI memutuskan bahwa Persija memperoleh tambahan gol kekalahannya sehingga menjadi 1-5, dikurangi tiga poin, dan didenda Rp 5 juta.

sumber foto: rafithejakmania.blogspot.com

(NMR)

Komentar