"Sepakbola Gajah" PSS Sleman vs PSIS Semarang, Aib Sepakbola dalam Negeri

Backpass

by redaksi

"Sepakbola Gajah" PSS Sleman vs PSIS Semarang, Aib Sepakbola dalam Negeri

Hari ini, 26 Oktober, tepatnya tujuh tahun yang lalu, menjadi sejarah kelam persepakbolaan Indonesia. Pertandingan babak delapan besar Divisi Utama Grup 1 yang mempertemukan PSS Sleman vs PSIS Semarang berjalan tidak seperti pertandingan seperti biasanya. Mereka menampilkan Sepakbola Gajah.

PSS dan PSIS bertanding tanpa semangat fair play dan saling ngotot mendapatkan tiga poin. Setelah disaksikan, pertandingan tersebut malah seperti seorang bocah sedang bermain gim winning eleven yang tidak tahu bola dimasukkan ke gawang yang mana.

Pertandingan dimenangkan oleh PSS Sleman dengan skor 3-2. Entah, mereka senang atau tidak dengan hasil tersebut, namun lima gol disarangkan ke gawang masing-masing. Betapa malangnya supporter yang hadir di Stadion Sasana Krida AAU, Yogyakarta. Berharap tim kesayangannya tampil trenginas meraih tiga poin, namun yang disaksikan justru seperti “main-main”.

Pada akhirnya, total 50 pemain dari kedua kubu tim disanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Empat tahun pasca keputusan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, 23 pemain termasuk pelatih PSS Sleman, Herry Kriswanto mendapat vonis bebas, setelah mendapat hukuman tidak boleh berkiprah di sepakbola Indonesia seumur hidup.

Sampai saat ini, kasus sepakbola gajah PSS Sleman vs PSIS Semarang menguap dan hilang dari perbincangan permasalahan persepakbolaan Indonesia. Jika kasus sepakbola gajah atau Match Fixing tersebut kembali terjadi di Indonesia, sepakbola Indonesia maupun federasi menjadi aib bagi penikmat sepakbola dalam negeri.

Komentar