Ingin Debut Berakhir Indah? Tanyakan Pada Zidane

Backpass

by Sandy Firdaus 26906

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Ingin Debut Berakhir Indah? Tanyakan Pada Zidane

Jika setiap tanggal 17 Agustus negara Indonesia merayakan hari kemerdekaannya, lain halnya dengan legenda timnas Prancis yang pernah merumput bersama Juventus dan Real Madrid, Zinedine Zidane. Tanggal 17 Agustus akan selalu ia kenang sebagai hari debutnya bersama timnas senior Prancis yang berakhir bahagia.

Saat itu, tepatnya 17 Agustus 1994, seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Zinedine Zidane melakukan debutnya bersama timnas senior Prancis dalam sebuah laga persahabatan melawan Republik Ceko di Stade Nouveau, Bordeaux. Dalam debut tersebut, ia menorehkan sebuah penampilan yang cukup luar biasa.

Zidane muda mulai dikenal publik berkat permainan cemerlangnya bersama Cannes dan Bordeaux dalam ajang Ligue 1. Ia juga sudah tampil beberapa kali bersama tim youth Prancis. Namun, ia sulit untuk menembus tim senior karena ada nama-nama seperti Eric Cantona ataupun David Ginola saat itu sedang dalam puncak penampilannya.

Semua berubah saat 17 Agustus 1994, dalam sebuah pertandingan persahabatan antara Prancis melawan Republik Ceko. Les Bleus ketika itu sedang tertinggal 0-2 lewat gol dari Tomas Skuhravy (`42) dan Daniel Smejkal (`45). Pelatih Prancis kala itu, Aime Jacquet, akhirnya melakukan perubahan pada babak kedua, salah satunya adalah memasukkan Zidane menggantikan Corentin Martins.

Dengan masuknya Zidane, permainan Prancis pun menjadi lebih hidup. Puncaknya ketika menit ke-85, Zidane yang menerima bola di wilayah pertahanan Republik Ceko, mulai menggiring bola mendekati kotak penalti dengan melewati dua bek Ceko, untuk kemudian melepaskan tembakan dari jarak 25 yard. Prancis berhasil memperkecil kedudukan.

Setelah melepaskan tembakan yang spektakuler, Zidane melengkapi debutnya di timnas senior Prancis ini dengan mencetak gol kedua pada menit ke-87 melalui sundulan kepala. Hasil akhir imbang 2-2 untuk Prancis dan Republik Ceko. Debut yang manis untuk seorang Zinedine Zidane.

Lewat debut ini pulalah, Zidane mulai menorehkan namanya sebagai salah satu maestro di lini tengah Prancis, dengan mengantarkan Prancis dua kali ke babak final Piala Dunia (1998 dan 2006), dan menjuarai PD 1998. Di level klub, ia juga sukses bersama Juventus, yang ia bela sejak 1996 sebelum akhirnya pindah ke Madrid dan mengantarkan Los Blancos meraih trofi Liga Champions Eropa.



foto: pinterest.com

Komentar