Arsenal Harus Beraksi di Bursa Transfer Paruh Musim

Editorial

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Arsenal Harus Beraksi di Bursa Transfer Paruh Musim

Arsenal berhasil menerjemahkan keharmonisan ruang ganti menjadi permainan kelas satu yang pada akhirnya membawa mereka menduduki peringkat kedua tabel klasemen sementara, di saat kesebelasan-kesebelasan besar lain terganggu masalah yang berbeda-beda. Leicester City hanya berjarak dua poin di depan mereka sehingga sangat mungkin terkejar. Namun sebelum memikirkan cara menggeser Leicester ke peringkat kedua, Arsenal harus mencari cara untuk bertahan di peringkat mereka saat ini.

Tomáš Rosický, Mikel Arteta, Jack Wilshere, Alexis Sánchez, Santi Cazorla, Danny Welbeck, dan Francis Coquelin masih cedera. Arsène Wenger memang tidak begitu suka bursa transfer paruh musim. Namun mau tidak mau ia harus mendatangkan pemain baru karena deretan pemain cedera tersebut.

Wenger harus memperdalam skuatnya. Lagipula, ketersediaan pemain menjelang Piala Dunia atau Piala Eropa biasanya lebih banyak dari bursa transfer musim dingin yang tidak menjelang kejuaraan besar antarnegara. Tidak perlu membeli. Meminjam pun jadi.

Tidak di semua posisi, memang, Arsenal membutuhkan pemain baru. Penjaga gawang misalnya, Petr ?ech tampil cukup baik sehingga peningkatan kualitas di posisi ini rasanya tidak perlu. Andai ?ech cedera pun, pelapisnya tidak kalah baik. David Ospina, terlepas dari blunder fatal melawan Olympiakos, bukan penjaga gawang kelas rendah.

Seperti penjaga gawang, posisi bek sayap juga tidak memerlukan pemain baru. Kecuali Mathieu Debuchy meminta pergi demi menjaga peluangnya bermain untuk Tim Nasional Prancis di Piala Eropa 2016, Arsenal tidak perlu mendatangkan bek sayap kanan baru agar Héctor Bellerín memiliki saingan. Di sisi kiri, Arsenal memiliki Nacho Monreal dan Kieran Gibbs, walau nama kedua beberapa kali dimainkan sebagai penyerang sayap kiri musim ini.

Bek tengah, sementara itu, membutuhkan tambahan pemain. Ada pengganti multifungsi bernama Calum Chambers yang bisa membuat jumlah bek tengah Arsenal genap menjadi empat, memang. Namun Chambers saat ini difokuskan untuk menjadi pelapis di posisi gelandang bertahan. Dengan demikian, Arsenal masih membutuhkan satu pelapis baru untuk Per Mertesacker, Laurent Koscielny, dan Gabriel Paulista. Jika Menjadikan Chambers pelapis ketiganya juga bukan menyelesaikan masalah, karena itu berarti gelandang bertahan kehilangan pelapis. Selama Francis Coquelin masih cedera, Arsenal hanya memiliki Mathieu Flamini.

Seperti gelandang bertahan, Arsenal pun hanya memiliki satu gelandang tengah saat ini; Aaron Ramsey. Sejak Santi Cazorla cedera, Ramsey digeser kembali – dari gelandang sayap kanan – ke posisi favoritnya sebagai salah satu dari dua poros ganda. Ia bermain baik di posisi ini, karenanya mencari gelandang tengah baru bukan tugas utama.

Lagipula jika Ramsey cedera, atau Joel Cambell cedera sehingga Ramsey harus kembali ke sayap kanan, ada satu pemain yang juga sempat dimainkan sebagai gelandang tengah dan tidak mengecewakan: Alex Oxlade-Chamberlain. Atau mudahnya: ganti saja Campbell dengan Oxlade-Chamberlain. Toh ia juga nyaman bermain sebagai penyerang sayap kanan.

Kehadiran Oxlade-Chamberlain yang dapat bermain di dua posisi meringankan beban Arsenal, namun mendatangkan seorang gelandang tengah atau penyerang sayap baru adalah harus, karena jika Olivier Giroud (penyerang tengah) cedera atau berhalangan tampil karena alasan lainnya, maka Theo Walcott harus kembali bermain sebagai penyerang tangah dan itu berarti Arsenal kehilangan satu penyerang sayap. Lagipula rasanya lebih baik mendatangkan seorang penyerang sayap baru dan menjadikan Oxlade-Chamberlain pelapis Ramsey; keberadaannya di sisi kanan serangan Arsenal memicu rasa canggung.

Satu nama yang belum tersentuh adalah Mesut Özil, pusat dan aktor utama dalam serangan-serangan Arsenal musim ini. Tanpa Özil dan belasan assist-nya musim ini, entah di mana Arsenal akan berada. Özil sangat penting dan rasanya bodoh mengganggunya sekarang.

Namun jadwal Arsenal padat dan Özil butuh istirahat. Tidak berarti ia harus absen dan melewatkan beberapa pertandingan; bisa saja beban kerjanya dikurangi menjadi 70 atau bahkan 45 menit saja. Namun yang pasti, harus ada pemain yang cukup kompeten memainkan peran Özil sehingga ketika pemain berkebangsaan Jerman ini butuh istirahat, para penyerang Arsenal tidak kehilangan suplai umpan kunci.

Arsenal bisa saja mengatasi masalah kekurangan pemain mereka dengan mempromosikan pemain-pemain muda ke kesebelasan utama. Arsenal biasa melakukan itu namun dengan posisi mereka saat ini, Arsenal rasanya harus mengesampingkan kebiasaan mereka demi gelar juara yang sudah lama didamba. Bukannya tidak pecaya kepada pemain muda, namun tidak akan semuanya bernasib dan memiliki kualitas yang sama dengan Bellerín yang langsung menjadi pemain utama saat dipercaya menjadi pelapis sementara.

Komentar