Edouard Mendy dan Misi Naikkan Derajat Kiper Afrika di Premier League

Cerita

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Edouard Mendy dan Misi Naikkan Derajat Kiper Afrika di Premier League

Nasib adalah kesunyian masing-masing, begitu kata penyair Chairil Anwar. Dan, di sepakbola, sebagaimana nasib itu tadi, banyak pemain tak menyangka jalan hidup bisa berubah drastis. Edouard Mendy salah satunya. Ia mampu bangkit dari masa-masa kelam untuk kemudian menjadi kiper yang ramai diperbincangkan.

Didatangkan Chelsea dari klub Perancis, Stade Rennais, pada 24 September 2020 lalu sebagai pesaing Kepa Arrizabalaga yang tampil inkonsisten, Mendy mulai memberi impak positif. Dari lima laga yang telah dijalani lintas kompetisi, kiper berkewarganegaraan Senegal tersebut menorehkan empat kali nirbobol.

Menurut statistik yang dihimpun FBref, Mendy rata-rata melakukan 3,6 penyelamatan per laga. Semesta pun seperti berpihak kepada Mendy karena selain penampilan Kepa yang angin-anginan, kiper asal Spanyol itu juga tengah mengalami cedera sehingga muluslah jalan Mendy untuk menjadi kiper nomor satu Chelsea.

“Kami mendatangkannya karena kualitasnya. Mendy menunjukkan ketenangan yang luar biasa dalam pertandingan yang ia mainkan dengan penyelamatan hari ini [lawan Man United], Anda tentu mengandalkannya,” kata Frank Lampard usai Chelsea bermain imbang 0-0 melawan Man United pekan lalu.

Link streaming Burnley vs Chelsea

Setelah perlahan mulai mendapatkan kepercayaan pelatih, Mendy kini memiliki misi menaikkan derajat kiper asal benua Afrika untuk berani bermain di Liga Inggris. Pasalnya, musim ini, Mendy menjadi satu-satunya kiper yang berasal dari Afrika di tengah persaingan kiper-kiper asal negara Eropa.

“Sebagian besar talenta hebat Afrika bermain untuk tim ini [Chelsea]. Namun, di posisi kiper, saya yang pertama. Jadi ini membuat saya bangga sekaligus memikul tanggung jawab yang besar,” ucapnya dikutip Evening Standard.

Mendy pun secara tidak langsung mengajak kiper-kiper yang berasal dari Afrika untuk terus memupuk mimpi dan harapan agar bisa melanjutkan karier di Premier League. Ia juga menginginkan agar klub-klub di Liga Inggris tidak segan melirik potensi kiper-kiper dari Afrika.

Akan tetapi, untuk semua keinginannya itu, Mendy terlebih dahulu perlu membuktikan lewat kontribusinya bersama The Blues. Ia mesti memperlihatkan bahwa Petr Cech tak salah telah merekomendasikan Chelsea untuk memboyongnya ke Stamford Bridge.

“Saya hanya perlu memastikan bahwa saya terus bekerja keras dan melakukan yang terbaik dalam pertandingan sehingga kiper lain dapat mengikuti saya ke liga ini,” paparnya dikutip Sky Sports.

Perjalanan Karier Edouard Mendy

Meski berkewarganegaraan Senegal, Mendy lahir di Montivilliers, Perancis, pada 1 Maret 1992. Sejak kecil ia telah memiliki perhatian pada si kulit bundar. AS Cherbourg menjadi klub pertamanya. Nahas, kesempatan untuk unjuk kebolehan tak kunjung datang. Selama dua musim ia hanya tampil delapan kali.

Kemudian, masa-masa sulit hinggap pada medio 2014. Ia tak memiliki klub dan pekerjaan. Sempat terpikir untuk pensiun dari dunia sepakbola, niat itu diurungkan kala menerima tunjangan pengangguran. Mendy pun mulai kembali berharap bisa kembali bermain sepakbola.

Harapan muncul pada 2016 ketika Mendy bergabung dengan Stade Reims. Namun, lagi-lagi persaingan di posisi penjaga gawang yang ketat membuatnya hanya tampil 10 kali pada musim pertama. Tetapi kesabarannya mulai berbuah semusim berselang. Jumlah caps meningkat drastis (34 kali) sekaligus membawa Reims promosi ke Ligue 1.

Perkembangan sebagai kiper bertalenta terus ditunjukkan Mendy. Hasilnya ia diboyong Stade Rennais pada 2019/20. Ia membawa Rennes ke peringkat tiga klasemen akhir. Dengan catatan 13 nirbobol yang dilaluinya bersama Rennes di lintas kompetisi, Chelsea, melalui rekomendasi Petr Cech tertarik untuk memboyongnya ke London.

Sejauh ini, performa Mendy memperlihatkan bahwa Chelsea tak salah telah merekrutnya. Bahkan, ia bisa saja menyamai torehan Petr Cech sebagai kiper Chelsea yang melakukan tiga kali nirbobol pada tiga pertandingan awal di Liga Inggris, andai kembali menjaga gawangnya dari kemasukkan kala melawan Burnley pekan ini.

Secara head to head lima pertemuan terakhir, The Blues kerap tampil superior. Mereka menang empat kali dan hanya imbang sekali. Melihat produktivitas memasukkan Burnley yang buruk (tiga gol) hingga enam laga yang telah dijalani, peluang Mendy untuk kembali menorehkan nirbobol sangat besar. Bisakah Edouard Mendy menyamai pencapaian Petr Cech?

Tayangan langsung semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar