Florian Neuhaus, Penerus Thomas Muller di Timnas Jerman?

Cerita

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Florian Neuhaus, Penerus Thomas Muller di Timnas Jerman?

Florian Neuhaus akhirnya mendapat sorotan yang sepadan dengan kemampuannya. Pada 8 Oktober lalu, ia mencetak gol saat menjalani debutnya bersama die Mannschaft, pada pertandingan melawan Turki. Neuhaus mencetak gol kedua Jerman lewat kerja sama cerdik dengan Kai Havertz.

Sanggup mencetak gol di debut internasional tentu memantik kepercayaan diri Neuhaus. Kegigihannya selama ini akhirnya dilirik oleh Joachim Loew. Setelah tampil mengesankan dalam partai debut, gelandang Borussia Moenchengladbach itu adalah kandidat serius untuk dipanggil dalam Euro 2021 dan Piala Dunia 2022 mendatang.

“Sangat spesial untuk dipanggil dan bermain demi negara Anda. Ini sangat menyenangkan. Dan tentu juga hebat rasanya dapat langsung mencetak gol,” kata Neuhaus menanggapi debut internasionalnya.

Link streaming Borussia Moenchengladbach vs VfL Wolfsburg

Neuhaus memang tampil menjanjikan selama empat musim terakhir di Jerman. Ia mampu bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang. Mekar di tim muda TSV 1860 Muenchen, Neuhaus kemudian direkrut Gladbach dan menjadi andalan Marco Rose tiga musim terakhir.

Neuhaus telah bermain sepakbola sejak kecil. Ia mulanya bermain untuk tim muda Vfl Kaufering, dilatih oleh ayahnya sendiri. Di bawah bimbingan sang ayah, Neuhaus mengembangkan teknik dasar yang menjadi bekalnya untuk berkembang nanti.

“Kemampuan teknis saya, itu adalah fondasi penting dalam perkembangan saya. Bersama ayah dan kemudian bersama 1860 [Muenchen], [saya belajar] mengoper dengan tegas menggunakan kedua kaki, kontrol bola, hal-hal fundamental yang dibutuhkan di permainan profesional,” ucap Neuhaus dilansir laman resmi Bundesliga.

Neuhaus bergabung ke akademi 1860 Muenchen saat berusia 15. Di sini, pemain yang mengidolakan Mesut Oezil itu berkembang hingga mendapat debut profesional pada 2016/17. Momen paling mengesankan Neuhaus di tim muda 1860 Muenchen adalah golnya ke gawang Borussia Dortmund di semifinal kompetisi tingkat remaja. Ia mencetak gol sensasional dari tengah lapangan.

Di tim senior 1860 Muenchen, Neuhaus bermain 15 kali sepanjang sisa 2016/17. Ia mencetak gol pertamanya saat play-off degradasi Bundesliga 2 lawan Jahn Regensburg. Namun sayangnya, gol itu tak mampu menyelamatkan Die Loewen dari degradasi.

Neuhaus kemudian pindah ke Gladbach. Pada musim pertama, ia dipinjamkan ke Fortuna Duesseldorf dan berhasil menarik perhatian publik sepakbola Jerman. Neuhaus mencetak enam gol dan tiga asis dari 27 penampilan Bundesliga 2 2017/18. Kontribusinya membantu Fortuna juara liga dan promosi ke Bundesliga 1.

Pada 2018/19, Marco Rose memainkannya secara reguler di Gladbach. Pemain kelahiran Landsberg am Lech ini bermain 32 kali di Bundesliga, mencetak tiga gol dan membuat asis terbanyak (8) di antara skuad Gladbach.

Neuhaus kembali menjadi andalan pada musim lalu. Ia membantu Gladbach finis di peringkat empat dan mengamankan tiket ke Liga Champions. Neuhaus mencetak empat gol dan dua asis Bundesliga sepanjang 2019/20.

Meskipun catatan asisnya turun, Neuhaus tetap tampil kreatif bersama Die Fohlen. Neuhaus membuat rata-rata 3,09 aksi berujung tembakan pada 2019/20. Statistik ini memperlihatkan konsistensinya. Musim sebelumnya, ia membuat 3,23 aksi berujung tembakan per pertandingan.

Apabila menilik torehan gol dan/atau asis, Neuhaus memang kalah dari Marcus Thuram atau Lars Stindl. Tetapi Neuhaus tetaplah pemain vital dalam skema Marco Rose. Kekuatan utama Neuhaus adalah pembuatan keputusan yang tepat dan kepekaannya atas ruang.

Di Gladbach, kemampuan Neuhaus dalam menghadapi ketatnya duel lini tengah sangat membantu progresi bola Die Fohlen. Meskipun ditekan lawan, ia mampu mengeksekusi operan ke arah yang tepat. Sepanjang 2019/20, Neuhaus adalah pemain Gladbach dengan umpan sukses terbanyak dalam keadaan pressing lawan.

Selain itu, Neuhaus juga berperan penting dalam serangan Gladbach yang mengandalkan overlap fullback. Neuhaus sering membuat pergerakan telat ke area lawan untuk menyediakan opsi umpan tambahan dari sayap. Ia juga mampu membuat gerakan dummy yang membuka ruang bagi pemain lain.

Kemampuan tersebut mengingatkan kita pada sosok Thomas Mueller di Bayern Muenchen. Pada dekade 2010-an, Muller dikenal atas perannya sebagai Raumdeuter atau si penafsir ruang. Mengingat usia Neuhaus yang baru 23 tahun, gelandang Gladbach itu berpeluang menyambung peran Mueller di tim nasional suatu saat nanti.

“Itu bergantung pada ketepatan tempo Anda dengan pemain lain; operannya harus sempurna dan larinya harus terkoordinasi untuk lolos dari lawan yang menempel Anda—dan itulah bagian sulitnya. Itu intuitif, instingtif. Muller dikenal untuk membuat pergerakan seperti ini,” ucap Neuhaus kepada Rheinische Post.

Tayangan langsung semua pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar