Takumi Minamino dan Penantian 6 Tahun Liverpool

Cerita

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Takumi Minamino dan Penantian 6 Tahun Liverpool

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, Liverpool akan membuka pintu gerbang Anfield untuk pemain Jepang. Meski belum resmi, the Reds kabarnya telah membuka diskusi dengan penyerang RB Salzburg, Takumi Minamino. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Olahraga RB Salzburg Christoph Freund. “Sebuah kehormatan tersendiri bagi kami mengetahui Liverpool tertarik dengan pemain kami. Saat ini kami sedang membicarakan tentang Minamino,” kata Freund.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp tidak mau memberikan konfirmasi tentang Minamino. “Kami hanya akan membicarakan hal ini saat semuanya sudah rampung. Minamino adalah pemain muda hebat. Namun, banyak pemain hebat lain di sana [RB Salzburg],” kata Klopp.

Minamino memang bukan satu-satunya pemain RB Salzburg yang diincar oleh Liverpool. Seperti kebanyakan kesebelasan top Eropa, mereka juga tertarik memboyong Erling Haaland dari Salzburg. Namun, beberapa pihak telah memberikan restu mereka untuk Minamino membela the Reds. Salah satunya adalah Kepala Relasi Internasional dan Pemandu Bakat Red Bull Ralf Rangnick.

VIDEO: Jurgen Klopp perpanjang kontrak bersama Liverpool hingga 2024



“Filosofi RB Salzburg tidak jauh berbeda dengan apa yang diterapkan Jurgen Klopp. Saat kami sudah menguasai bola, tidak pernah ada pikiran untuk membuang-buang waktu. Kami selalu berusaha untuk menciptakan peluang dan mencetak gol sebanyak mungkin,” kata Rangnick yang sudah terlibat dalam kerajaan sepakbola Red Bull sejak 2012. Termasuk menjadi direktur olahraga RB Salzburg (2012-2015).

Jika semuanya berjalan lancar, Minamino akan mendarat di Anfield pada Januari 2020. Beberapa pihak pun menyambut bahagia hal tersebut. “Minamino adalah pemain yang dapat menjalankan tugas sebagai kreator, penghubung, ataupun membebaskan penyerang lain di depan gawang lawan. Itu membuat the Reds sangat tertarik memiliki jasanya,” kata JJ Bull dari Telegraph. “Semua berani mengeluarkan tebusan besar untuk Haaland. Hal ini membuat mereka lupa akan Minamino dan Hwang Hee-chan. Saya yakin RB Salzburg akan senang akan hal itu,” tambah Rory Smith dari New York Times.

Kenyataannya, kehadiran Haaland gagal membuat Liverpool lupa akan Minamino. Bagaimana mereka bisa lupa? Direktur Olahraga Liverpool Michael Edwards sudah tertarik untuk memboyong Minamino sejak 2013. Saat dirinya masih bermain di Cerezo Osaka bersama legenda Uruguay, Diego Forlan. Walau tidak mengambil langkah pendekatan, Edwards terus memantau Minamino dan melakukan analisis data.

Edwards mungkin sosok yang kontroversial untuk suporter Liverpool. Bahkan ada petisi yang meminta dia untuk dicopot dari jabatannya setelah memilih Lazar Markovic dibandingkan Dele Alli. Namun dia juga dijuluki sebagai ‘Transfer Guru’. Terutama setelah menerapkan ‘moneyball’ dalam kebijakan the Reds dalam memilih pemain di bursa transfer.

Dibandingkan langsung bergerak untuk Minamino, Edwards lebih memilih untuk membangun relasi dengan RB Salzburg terlebih dulu. Mendatangkan Sadio Mane dan Naby Keita dari kesebelasan tertua Red Bull tersebut. Ketika Mane dan Keita sudah menyatu dengan gaya permainan Liverpool, Minamino mulai matang.

Klausal pelepasan dalam kontrak pemain kelahiran 16 Januari 1995 itu juga membuat the Reds tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk jasanya. Mereka hanya perlu membayar 7,5 juta Paun untuk jasa Minamino. Sesuatu yang tidak kabarnya tidak diditeksi oleh kesebelasan lain, termasuk rival abadi Liverpool, Manchester United.

Kemampuan Minamino sudah lama diakui sebagai salah satu talenta terbaik Jepang. Saat masih main di akademi Cerezo, dirinya sempat mencetak 13 gol dalam empat pertandingan. Tampil di J-League Youth Championship 2011, Minamino mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak. Lagi-lagi 13 gol, kali ini dari tujuh pertandingan.

Levir Culpi yang ketika itu mengasuh tim senior Cerezo pun memberi Minamino kesempatan bermain dengan Fabio Simplicio dan kawan-kawan. Mencetak satu gol dari 256 menit yang ia dapat dalam empat pertandingan berbeda di musim pertamanya di tim senior Cerezo. Ketika Edwards mulai memantau dia, Minamino sedang ada dalam performa terbaiknya bersama Cerezo. Terlibat dalam 10 gol dari 29 partai di divisi tertinggi sepakbola Jepang.

Pada musim 2013, Minamino juga sudah mulai menemukan posisi terbaiknya sebagai sayap kiri. Main lebih melebar membuat kemampuan terbaik Minamino terlihat jelas. Ia dibekali oleh teknik tinggi, kaki cepat, dan kepintaran di atas rata-rata. Ia bisa mengisi posisi gelandang serang, sayap kanan, ataupun penyerang. Namun karakter permainannya tetap sama.

Minamino merupakan pilihan tepat untuk Liverpool yang membutuhkan pelapis berkualitas untuk Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Minamino juga memiliki mobilitas tinggi. Bahkan menurut Football Whispers, Minamino lebih aktif bergerak dibandingkan Liverpool secara keseluruhan.

Keputusan Liverpool untuk mendekati Minamino mungkin tetap akan mendapatkan respon negatif dari beberapa pihak. Entah karena kehadirannya membuat salah satu talenta muda terbaik the Reds, Harry Wilson kehilangan peluang di tim utama. Atau anggapan bahwa pembelian ini hanya sebatas strategi pemasaran untuk membesarkan nama klub di Negeri Matahari Terbit.

Akan tetapi, jika anggapan itu benar sekalipun, mereka sudah mempertimbangkan hal ini selama sembilan tahun. Waktu yang lebih dari cukup bagi Wilson membuat impresi positif. Dari trisula RB Salzburg –bersama Haaland dan Hwang- Minamino merupakan sosok yang memiliki mahkota Pangeran Red Bull Arena. Disebut sebagai salah satu anggota ‘three musketeer’ Jepang bersama Ritsu Doan dan Shoya Nakajima, Minamino adalah ketuanya.

Mendaratkan pemain sekelas Minamino dengan dana kurang delapan juta Paun untuk menarik perhatian negara dengan lebih dari 120 juta penduduk, bukanlah langkah pemasaran yang buruk dari Liverpool. Tapi jelas dirinya lebih dari sekedar pemasaran, Liverpool sudah mengicarnya selama enam tahun!

Komentar