Impian dan Beban Piatek bersama Milan

Cerita

by Adrianus Eduard Johanes Saerong

Adrianus Eduard Johanes Saerong

"Losing my religion to football"

Impian dan Beban Piatek bersama Milan

Semenjak ditinggal Filippo Inzaghi pada 2012, nomor punggung sembilan AC Milan seperti terkena kutukan. Alexandre Pato, Andre Silva, Fernando Torres, bahkan Gonzalo Higuain tidak bisa menghidupkan nomor punggung tersebut seperti Pippo. Higuain kini pergi ke Stamford Bridge untuk membantu Maurizio Sarri yang pernah mengangkat nama Pipita setelah dibuang Real Madrid. Sebagai pengganti, AC Milan mendatangkan penyerang 23 tahun asal Polandia, Krzysztof Piatek.

Piatek dibeli dari Genoa dengan dana 35 juta euro dan dikontrak hingga 2023. Dana tersebut membuat Piatek jadi pemain Polandia paling mahal, mengalahkan Arkadiusz Milik (32 juta euro). Nama Piatek mungkin asing untuk sebagian orang. Dirinya sering kali disebut sebagai penerus Robert Lewandowski, tapi dia selalu gagal menembus skuat Polandia untuk Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018. Lalu kenapa Piatek dapat menjadi pemain termahal Polandia?

AC Milan tergolong beruntung mendapatkan jasa Piatek hanya dengan 35 juta euro. Jelang bursa transfer musim dingin 2019, Radio Kiss Kiss sempat mengklaim bahwa Genoa tidak akan melepas Piatek di bawah 50 juta euro. Keinginan Genoa mempertahankan jasa Piatek juga sudah berulang kali disampaikan pihak Il Grifone.

"Kami tidak akan melepas siapapun hingga musim depan tiba. Piatek, Gaston Ramirez, Christian Kouame, semua akan bertahan di Genoa," kata Presiden Genoa, Enrico Preziosi. Akan tetapi Preziosi tahu mereka tidak bisa mempertahankan Piatek dalam waktu lama. "Tentu akan ada kesebelasan lain yang datang untuk dirinya. Dia adalah seorang bintang. Mereka akan melipatgandakan gajinya 10 kali dan kami tidak bisa menahannya," aku Preziosi. Sekalipun keputusan menjual Piatek diprotes suporter, hal itu tidak bisa dihindari.

Beruntung bagi Rossoneri, Piatek adalah Milanisti. "Piatek selalu memperhatikan AC Milan. Sekitar dua atau tiga pekan lalu, kami mulai negosiasi serius dengan mereka. Kemudian mereka melepas Higuain ke Chelsea, itu bukti bahwa AC Milan serius menginginkan Piatek. Akhirnya kesepakatan tercapai dengan Genoa," jelas agen Piatek, Tomasz Magdziarz.

Datang ke Italia setelah ditebus dengan mahar 4,5 juta euro dari Cracovia, Piatek sudah mencetak 13 gol dari 19 pertandingan bersama Genoa. Melepaskan 31 tendangan ke arah gawang dan mencetak gol setiap 122 menit, Piatek menjadi salah satu penyerang terbaik di Serie A dalam waktu singkat.

Kehadiran Piatek sangat dibutuhkan Milan yang musim ini kekurangan juru gedor. Higuain yang dipinjamkan ke Chelsea adalah pemain tersubur Rossoneri dengan enam gol. Anak-anak asuh Gennaro Gattuso bahkan tampil lebih baik saat Higuain absen. Dalam enam laga Serie A tanpa Higuain, mereka mencatat empat kemenangan dan dua imbang dengan 10 gol tercipta. Sedangkan enam partai terakhir Milan bersama Higuain berakhir dengan tiga hasil imbang, dua kekalahan, dan hanya sekali menang. Pada lima dari enam pertandingan itu, Rossoneri juga gagal mencetak gol.

Cesare Prandelli menyebut Piatek sebagai penyerang yang sempurna. "Saya menangani banyak pemain sebelumnya tapi belum pernah ada penyerang seperti dia. Posturnya bagus, kuat, pekerja keras, dan bisa membaca permainan," kata Prandelli. "Piatek mematikan di kotak penalti dan tetap bisa mengancam dari luar. Dirinya adalah penyerang modern," lanjutnya.

Melihat ketajaman penyerang 23 tahun itu, kebutuhan AC Milan, dan jumlah kesebelasan yang menginginkan jasanya, wajar Piatek jadi pemain termahal Polandia. Genoa juga mendapatkan keuntungan hampir delapan kali lipat dari penjualan Piatek. Meski sebagian harus diberikan ke Cracovia, dana tersebut sudah cukup untuk mendatangkan pemain lain di lini depan mereka.

Tekanan Dimulai

Saat Piatek mendarat di Italia, namanya tergolong asing. Piatek bahkan mengakui bahwa dirinya masih bisa berjalan santai di tengah kota. Jangankan suporter atau penikmat sepakbola, rekan satu kesebelasan Piatek di Genoa juga awalnya tidak tahu tentang pemain kelahiran Dzierzoniów itu.

"Tidak ada satupun rekan di Genoa yang mengenali saya saat pertama datang. Menjadi orang asing merupakan sebuah keuntungan bagi saya. Jika mereka tidak sadar bahwa saya mencetak 21 gol musim lalu dan hampir selalu membobol gawang lawan di setiap pertandingan, semoga lawan juga sama," kata Piatek.

Hal itu akan berubah dengan bergabung ke AC Milan. Rossoneri mungkin tengah berada di dalam periode buruk, tapi mereka tetap salah satu kesebelasan paling prestisius di Eropa. Piatek paham akan hal itu dan siap menjalani tugasnya. "Saya sudah siap sejak lahir. Saya akan melakukan segala hal agar AC Milan kembali ke Liga Champions. Saya akan berjuang untuk Milan," katanya saat diperkenalkan ke publik.

Meski demikian, Milan bukan Genoa. Piatek tidak perlu membuka PlayStation untuk mengenali rekan-rekan satu kesebelasannya. Ini adalah kesebelasan yang ia cintai sejak kecil. Hingga saat perkenalan, Piatek tidak bisa menutupi sisi penggemar dalam dirinya. "Saya tidak percaya hal ini dapat terjadi. Duduk di sebelah Paolo Maldini yang saya idolai sejak kecil," ungkap Piatek.

Piatek membentuk gaya permainannya dari para ikon AC Milan. Piatek menggunakan otaknya di lapangan, bisa membaca pertandingan seperti Andrea Pirlo. Dia juga menjadi seorang penyerang karena terinspirasi oleh Inzaghi.

"Filippo Inzaghi selalu menjadi inspirasi saya. Saat saya datang ke Italia dan berpikir penyerang seperti apa yang ditakuti di Italia, nama Inzaghi muncul. Itu mengapa saya percaya bahwa saya harus terus membuat permainan berkembang dan menempatkan diri di posisi yang baik," kata Piatek.

Piatek sudah digadang-gadang akan menjadi penyerang kelas dunia sejak masih bermain di Polandia. "Saya tidak heran dia ke AC Milan. Dirinya adalah penyerang hebat. Jika bisa bebas dari cedera, saya yakin Piatek akan jadi salah satu pemain profesional terbaik di Eropa. Satu yang membuat saya heran, bagaimana kesebelasan-kesebelasan top Eropa dengan segala koneksi dan pemandu bakat mereka tak mendeteksi dirinya," kata Manajer Cracovia, Michal Probierz.

Piatek tidak akan menggunakan nomor punggung sembilan milik Inzaghi karena itu sudah disiapkan untuk dipakai Cutrone pada 2019/20. Tapi Piatek yang membentuk dirinya dari Inzaghi diharapkan bisa mengatasi masalah lini depan AC Milan sejak Pippo pergi. Bisakah Piatek mewujudkan impiannya?

Komentar