Rekam Jejak Felix Brych, Wasit Final Liga Champions 2017

Cerita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Rekam Jejak Felix Brych, Wasit Final Liga Champions 2017

Pada 12 Mei 2017, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) resmi menunjuk Felix Brych sebagai wasit yang memimpin pertandingan final Liga Champions 2017. Brych akan memimpin pertandingan pamungkas Liga Champions musim ini antara Juventus melawan Real Madrid di Stadion Millenium, Cardiff, Wales, Minggu (4/6) dini hari WIB.

Dalam memimpin pertandingan besar itu Brych akan bekerjasama dengan Mark Borsch dan Stefan Lupp (asisten wasit 1 dan 2), Milorad Mazic (fourth official). Bastian Dankert dan Marco Fritz (asisten tambahan), Rafael Foltyn ditunjuk sebagai asisten wasit cadangan.

Penunjukan Brych sebagai wasit yang memimpin jalannya pertandingan final Luga Champions tentu tidak dilakukan UEFA dengan asal tunjuk. Rekam jejak Brych jelas menjadi bahan pertimbangan UEFA, Brych merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki sepakbola Jerman.

Dalam beberapa tahun ke belakang, publik sepakbola Jerman mengetahui sosok Wolfgang Stark sebagai wasit terbaik di sana. Namun Brych dengan cepat mengalahkan popularitas Stark. Tercatat ia menjadi perwakilan wasit asal Jerman dalam daftar 25 orang wasit di putaran Piala Dunia 2014.

Di Brasil saat itu ia memimpin dua pertandingan fase grup yang mempertemukan Uruguay melawan Costa Rica (1-3) di grup D, kemudian Belgia melawan Rusia (1-0) di grup H. Dari dua pertandingan yang ia pimpin itu total ada enam kartu kuning dan satu kartu merah untuk pemain Uruguay, Maxi Pereira, yang melakukan pelanggaran keras kepada pemain Kosta Rika.

Perjalanan karier Brych sebagai wasit dimulai pada tahun 2004 di Bundesliga. Tiga tahun memimpin banyak laga di kompetisi elite Jerman itu, Brych akhirnya terdaftar sebagai wasit FIFA pada tahun 2007. Sejak saat itu kariernya menanjak, dengan memimpin lebih dari 50 pertandingan kompetisi Eropa dan beberapa pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Di kompetisi Eropa, ia mulai memimpin sejak Februari 2008. Saat itu Brych ditunjuk menjadi wasit pada pertandingan babak 32 besar Liga Europa musim 2007/2008 antara Panathinaikos melawan Rangers. Kemudian pada bulan Oktober 2008, dia memimpin pertandingan Grup D Liga Champions musim 2008/2009 antara Liverpool melawan PSV Eindhoven.

Pada tahun 2012 ia mendapat tantangan yang lebih berat dengan memimpin pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions musim 2011/2012 yang mempertemukan Chelsea melawan Barcelona. Dua tahun berselang, ia kemudian dipercaya untuk memimpin jalannya pertandingan final Liga Europa 2014 antara Sevilla melawan Benfica. Laga tersebut dimenangkan Sevilla dengan skor 4-2 (0-0) melalui drama adu penalti.

Pada musim ini, total sudah ada 35 pertandingan yang dipimpin Brych dari berbagai ajang seperti Bundeliga, DFB-Pokal, hingga kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia. Bahkan satu pertandingan di ajang Piala Liga Saudi Arabia antara Al-Hilal melawan Al-Ettifaq yang dimenangkan Al-Hilal dengan skor 1-0.

Sementara di kompetisi Eropa total ada enam pertandingan yang terdiri dari lima laga iga Champions dan satu Liga Europa yang sudah ia pimpin. Di Liga Champions, salah satu pertandingan yang ia pimpin adalah laga leg pertama babak 16 besar antara Porto melawan Juventus. Sementara di Di Liga Europa, Brych memimpin duel antara Anderlecht kontra Manchester United.

Satu hal menarik dari sosok Brych adalah kepeduliannya terhadap pendidikan. Meski menyukai sepakbola dan memilih profesi sebagai wasit, namun ia tetap memikirkan pendidikannya. Terbukti ia memiliki gelar Doktoral.

Dengan gelar yang dimiliki, kemudian di depan namanya wajib terselip gelar Dr. Felix Brych. Ia adalah Doktor di bidang hukum. Selain berprofesi sebagai wasit, Brych juga seorang pengacara keuangan. Tesis doktoralnya adalah tentang olahraga.

Seperti kebanyakan wasit asal Jerman, Brych juga terkenal karena ketegasannya. Dalam pertandingan antara Barcelona melawan Atletico Madrid di babak perempat final Liga Champions musim lalu yang digelar pada ia mengeluarkan 10 kartu, salah satunya mengartu merah Fernando Torres. Walau begitu laga tersebut menjadi salah satu laga yang mengundang kontroversi atas kepemimpinan Brych karena keputusan-keputusannya dianggap menguntungkan Barcelona.

Setiap wasit memang seringkali memunculkan perdebatan atas kepemipinannya. Selain laga Barca-Atleti, Brych juga dikenal sebagai wasit yang mengesahkan gol Stefan Kiessling pada 2013 saat Bayer Leverkusen mengalahkan Hoffenheim. Ketika itu, Kiessling "mencetak gol" pada menit ke-90 yang mengubah skor menjadi 2-1 untuk Leverkusen, padahal bola sundulannya menyamping di gawang Hoffenheim.

Bola sundulan Kiessling yang menyamping disahkan sebagai gol oleh Brych pada 2013. (via: telegraph)

Tak hanya itu, Brych juga menjadi musuh bagi pendukung Manchester United atas apa yang ia lakukan pada 2011. Saat itu, wasit asal kota Munich tersebut mengartu merah bek MU, Nemanja Vidic, saat MU berhadapan dengan Otelul Galati. Meski MU tetap menang 0-2, keputusan Brych tersebut dianggap merugikan MU.

Komentar