Jika Peraturan Liga 1 Diterapkan di Liga-liga Eropa

Cerita

by Dex Glenniza 84347

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Jika Peraturan Liga 1 Diterapkan di Liga-liga Eropa

Ada banyak kontroversi dan kritik dari beberapa regulasi yang sudah diumumkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Daripada berlarut-larut membaca kabar yang tidak kunjung mendapatkan titik terang ini, padahal Liga 1 akan segera dimulai, lebih baik kita melihat jika peraturan Liga 1 ini disimulasikan di liga-liga besar di Eropa dan juga Asia Tenggara.

Peraturan Liga 1 yang saya ambil untuk disimulasikan adalah pembatasan untuk mengontrak dua pemain di atas usia 35 tahun (artinya 36 tahun ke atas). Peraturan berikutnya adalah kesebelasan yang diwajibkan mengontrak minimal lima pemain U23 (kelahiran 1 Januari 1995 dan setelahnya) serta diharuskan memainkan minimal tiga di antaranya sebagai starter.

Sementara untuk peraturan marquee player dan salary cap tidak terlalu saya soroti di tulisan simulasi ini karena, seperti yang kita tahu, Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI malah menyatakan tidak ada pembatasan marquee player.

Bisa dilihat, misalnya Arsenal yang memiliki 22 pemain asing (dalah hal ini adalah pemain non-Inggris), berarti kita anggap saja memiliki dua pemain asing (siapa saja), satu pemain “asing” Britania Raya (Aaron Ramsey), dan 19 marquee player. Luar biasa.

Kondisi ini lah yang membuat saya tidak terlalu menyoroti peraturan marquee player untuk saya simulasikan, kecuali untuk kesebelasan-kesebelasan dari Asia Tenggara.

Saya juga akan mengambil sampel khusus masing-masing satu kesebelasan dari setiap liga, dengan kesebelasan adalah yang berada pada pertingkat pertama klasemen sementara sampai hari ini (04/04).

Liga yang saya ambil juga mengacu kepada pengertian “liga top Eropa” versi draf regulasi Liga 1 dari PSSI dan PT LIB, yaitu Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, Eredivisie Belanda, Ligue 1 Prancis, Süper Lig Turki, dan Primeira Liga Portugal. Kemudian saya juga menambahkan dua contoh lainnya yang saya ambil dari beberapa liga di Asia, termasuk Malaysia dan Thailand.

Liga Primer Inggris

Liga yang katanya paling kompetitif di dunia ini ternyata hanya memiliki sembilan pemain yang berusia di atas 35 tahun. Mereka adalah Alex Manninger (39 tahun), Dimitrios Konstantopoulos (37), Marcin Wasilewski (36), Gareth McAuley (36), Paul Robinson (36), Julián Speroni (37), Shay Given (40), Artur Boruc (36), dan Gerhard Tremmel (37).

Hal ini membuat peraturan pembatasan pemain berusia 35 tahun tidak terlalu berpengaruh secara langsung di Liga Primer. Kemudian, bagaimana dengan 3 pemain U23 yang harus menjadi starter?

Untuk pemain U23 asli (artinya asal Inggris saja), Liga Primer memiliki pemain U23 yang bermain secara reguler seperti Dele Alli (20), Harry Kane (22), Raheem Sterling (21), Ross Barkley (22), John Stones (22), Eric Dier (22), Jordan Pickford (22), dan masih banyak lagi. Kita bisa melihat jika Tottenham Hotspur adalah salah satu kesebelasan yang sering menjadikan pemain U23 sebagai starter.

Lalu untuk pemimpin klasemen sementara saat ini, Chelsea, mereka terhitung aman karena memiliki banyak pemain U23 seperti Michy Batshuayi (22), Kurt Zouma (21), Ruben Loftus-Cheek (20), Nathaniel Chalobah (21), Nathan Ake (21), Ola Aina (19), dan masih banyak lagi.

Namun kalau untuk menjadi starter, sejauh ini kita tidak bisa melihat satupun dari nama-nama di atas yang secara rutin menjadi starter untuk Chelsea. Apalagi dari enam nama yang disebutkan di atas, hanya Loftus-Cheek, Chalobah, dan Aina yang berkewarganegaraan primer Inggris.

Jadi pada akhirnya, Antonio Conte pasti akan sedikit kerepotan untuk menerapkan peraturan pemain U23 di skuatnya.

Sementara itu, hal yang sedikit mengesalkan akan terjadi di kompetisi di bawah Liga Primer Inggris jika di Inggris menerapkan peraturan seperti di Liga 2, yaitu tidak diperbolehkannya pemain berusia 35 tahun ke atas yang berlaga.

Di Divisi Championship, ada Robert Green (36) yang sudah menjadi andalan kesebelasannya saat ini, Leeds United. Kemudian masih ada lima pemain lainnya yang berusia di atas 35 tahun di Championship, tujuh pemain di League One, dan 12 pemain di League Two.

La Liga Spanyol

Secara mengejutkan, La Liga Spanyol hanya memiliki satu pemain berusia di atas 35 tahun. Ia adalah Duda (36) yang bermain di Malaga. Jadi, peraturan pembatasan usia 35 tahun a la Liga 1 tidak akan membawa dampak signifikan jika diterapkan di La Liga.

Sementara pemain U23 asal Spanyol yang bermain reguler di La Liga antara lain adalah Sergio Rico (22), Marco Asensio (20), Saul (21), Denis Suarez (22), dan lain-lain.

Kemudian jika kita melihat Real Madrid, mereka memiliki banyak pemain yang masuk kategori U23. Namun, Zinedine Zidane akan dipaksa menurunkan tiga di antara Mateo Kovacic (22), Asensio, Mariano (22), Enzo Zidane (21), dan pemain-pemain U23 lainnya.

Jika peraturan ini dipersempit hanya untuk pemain lokal (Spanyol) U23, maka Zidane hanya bisa memilih dari nama-nama yang kurang meyakinkan (kecuali Asensio) seperti Aleix Febas, Alvaro Tejero, atau Ruben Yanez. Sejujurnya, jika ini terjadi, Real Madrid tidak akan sekuat sekarang, apalagi sampai bisa memimpin klasemen La Liga.

Kesebelasan yang paling berjaya dengan pemain lokal U23-nya adalah Athletic Bilbao karena mereka memiliki Inaki Williams (22), Kepa Arrizabalaga (21), Yeray (21), dan Aymeric Laporte (22) jika ia benar jadi memilih menjadi warga negara Spanyol alih-alih Prancis.

Selanjutnya, jika Segunda Division (divisi kedua Spanyol) menerapkan peraturan seperti di Liga 2, ada 14 pemain yang terancam tidak bisa melanjutkan karier mereka.

Bundesliga Jerman

Tingkat kompetisi tertinggi di Jerman ini hanya memiliki dua pemain yang berusia di atas 35 tahun. Sementara di Bundesliga 2 ada tiga pemain.

Bundesliga memiliki pemain U23 asal Jerman yang sudah bermain reguler bagi kesebelasan mereka masing-masing, seperti Jonathan Tah (20), Niklas Sule (20), Julian Weigl (20), Leon Goretzka (21), Julian Brandt (20), dan lain-lain.

Namun, Bayern München sebagai pemimpin klasemen sementara saat ini, sepertinya kerepotan jika menerapkan tiga starter yang harus U23, karena sejauh ini hanya Joshua Kimmich (21) yang termasuk ke dalam kategori tersebut. Meskipun Bayern memiliki Kingsley Coman (20, asal Prancis) dan Renato Sanches (18, Portugal), tapi mereka seharusnya tidak masuk ke dalam kategori ini karena berasal dari luar Jerman.

Untuk itu, Carlo Ancelotti mungkin terpaksa harus memainkan tiga di antara Kimmich, Fabian Benko (18), Erdal Ozturk (20), Niklas Dorsch (18), dan Felix Gotze (18) sebagai starter.

Serie A Italia

Serie A Italia termasuk kompetisi yang memiliki banyak pemain berusia di atas 35 tahun. Tercatat ada 14 pemain yang termasuk ke dalam kategori ini, misalnya Gianluigi Buffon (38), Stefano Sorrentino (37), Francesco Totti (39), Albano Bizzari (39), dan Massimo Maccarone (Empoli). Sementara di Serie B, hanya terdapat tujuh pemain yang berusia di atas 35 tahun.

Untuk pemain U23, mereka memiliki Gianluigi Donnarumma (17), Andrea Belotti (22), Federico Bernardeschi (22), Domenico Berardi (21), Alessio Romagnoli (21), Marco Benassi (22), Manuel Locatelli (18), dan lain-lain. Tiga di antaranya yang disebutkan tersebut adalah pemain reguler AC Milan.

Sementara Juventus, sang pemimpin klasemen, akan sedikit kerepotan dengan peraturan U23 karena mereka harus memainkan tiga di antara Daniel Rugani (21), Rolando Mandragora (19), Federico Mattiello (20), dan Moses Kean (16) sebagai starter, serta tidak lupa juga dengan nama ini: Emil Audero (19). Eh, Emil orang Italia, kan? Bukan Indonesia?

Maximiliano Allegri sendiri sebenarnya memiliki Paulo Dybala (22), Marko Pjaca (21), dan Mario Lemina (22). Akan tetapi, warga negara primer mereka bukan Italia sehingga peraturan U23 ini pasti akan sangat mengganggu bagi Allegri.

Bersambung ke halaman kedua

Komentar