Peter Odemwingie, Rasisme, dan Cedera yang Sempat Redupkan Kariernya

Cerita

by Muhammad Firza Richsan 80429

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Peter Odemwingie, Rasisme, dan Cedera yang Sempat Redupkan Kariernya

Setelah sempat menyatakan gagal mendaratkan Peter Odemwingie, Madura United akhirnya resmi memastikan jika penyerang berkebangsaan Nigeria itu akan menjadi bagian dari tim berjuluk Laskar Sape Kerap untuk mengarungi Liga 1 nanti.

Pemain yang pernah mencuat bersama West Bromwich Albion itu direkrut sebagai marquee player dan telah diperkenalkan kepada publik di Jakarta pada Senin (3/4/17) tadi. Bersama Madura United, pemain bertinggi badan 181 cm itu akan mengenakan nomor punggung 24.

Menanggapi kepindahannya ke Indonesia, Odemwingie pun mengucupkan rasa terima kasihnya kepada manajemen Madura United yang telah memberikan kepercayaan terhadap dirinya. Adapun alasan Odemwingie untuk mau merumput di Liga 1 karena ia menilai jika kompetisi di Indonesia saat ini tengah menggeliat ke arah yang baik sehingga hal tersebut membuatnya menjadi tertarik berkarier di tanah air.

"Terima kasih Madura United atas kesempatan yang diberikan untuk bisa berkarya di kompetisi Indonesia. Saya melihat iklim sepakbola di sini sangat bergeliat ke arah yang lebih baik sehingga saya tertarik untuk bisa bermain di sini," ungkap Odemwingie seperti yang dikutip okezone.com.

"Tentu saya berterima kasih dengan semua pihak yang turut berkontribusi atas terwujudnya perjanjian ini. Mudah-mudahan saya bisa memberikan kontribusi maksimal untuk Madura United," tambahnya.

Perjalanan Karier Seorang Peter Odemwingie

Peter Odemwingie lahir di kota Tashkent, Uzbekistan (dulu masih bernama dan menjadi bagian dari Uni Soviet). Ayahnya yang bernama Peter Odemwingie Sr. berasal dari Nigeria. Sementara ibunya, Raisa, adalah warga lokal setempat. Keduanya merupakan seorang dokter.

Terlahir dari orang tua yang bekerja di bidang medis, Odemwingie rupanya kurang tertarik untuk mengikuti jejak ayah dan ibunya tersebut. Sejak kecil, hatinya telah ditanamkan untuk si kulit bundar. Pada usia 13 tahun, Odemwingie bergabung dengan akademi KAMAZ, sebelum akhirnya pindah ke akademi yang lebih mentereng, CSKA Moskow, satu tahun berselang.

Keputusannya untuk pindah ke akademi CSKA nyatanya merupakan langkah tepat yang diambil oleh pemain kelahiran 15 Juli 1981 ini. Di tim muda CSKA, penampilannya semakin meningkat. Berkat penampilan apiknya itu, Odemwingie bahkan sempat dipanggil oleh timnas Rusia U-17 dan U-18, dan berhasil menorehkan delapan gol dari 12 laga.

Setelah itu, Odemwingie sempat memutuskan untuk pulang ke kampung halaman ayahnya pada tahun 1999, dan memutuskan untuk bergabung bersama kesebelasan amatir bernama AS Racines Lagos. Debut profesionalnya di dunia sepakbola terjadi satu tahun berselang ketika ia didatangkan oleh Bendel Insurance. Di kesebelasan yang berbasis di kota Benin itu Odemwingie bertahan selama dua musim dan berhasil mencetak 19 gol dari 53 pertandingan.

Potensi menjanjikan yang ditunjukkan oleh Odemwingie ternyata membuat Nigeria tertarik untuk menggunakan jasanya. Pemain yang memiliki nama tengah Osaze ini pun akhirnya memainkan debutnya di tim senior Super Eagles pada 4 Mei 2002. Semenjak itu, Odemwingie telah membukukan 10 gol dari 63 penampilannya hingga tahun 2014 lalu. Ia pun hampir selalu terpilih ke dalam daftar pemain yang akan berlaga di ajang Piala Afrika, juga Piala Dunia, bersama Nigeria.

Aksi Odemwingie (8) bersama Nigeria di Piala Dunia 2014 Brasil. (Zimbio)

Sempat berkelana ke Belgia dan Prancis sejak kepindahannya dari Bendel Insurance, Odemwingie akhirnya kembali ke tanah kelahirannya, yang telah berganti nama menjadi negara Rusia, pada tahun 2007. Ketika itu ia didatangkan Lokomotiv Moscow dengan harga 14 juta dollar setelah tampil cemerlang bersama Lille.

Bersambung ke halaman selanjutnya...

Komentar