Tammy Abraham, Penyerang Tajam Masa Depan Chelsea

Cerita

by Muhammad Firza Richsan 27259

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tammy Abraham, Penyerang Tajam Masa Depan Chelsea

Dari 38 pemain yang dipinjamkan oleh Chelsea ke kesebelasan lain di musim ini, terdapat satu nama yang cukup menarik perhatian dan menjadi perbincangan banyak orang. Bukan Juan Cuadrado yang bermain di Juventus, ataupun Mario Pasalic yang bermain di AC Milan, dan Marco van Ginkel yang merumput di PSV Eindhoven. Nama tersebut adalah Kevin Oghenetega Tamaraebi Bakumo-Abraham yang bermain di Bristol City.

Walaupun hanya bermain di Divisi Championship, namun pemain yang lebih dikenal dengan nama Tammy Abraham tersebut mampu menjadi buah bibir karena kesuksesannya menjelma menjadi penyerang yang menakutkan. Sempat absen mencetak gol di laga debutnya melawan Wigan, Abraham langsung unjuk gigi dengan memborong dua gol kemenangan di laga keduanya melawan Burton Albion. Hingga saat ini, penyerang yang lahir Camberwell 19 tahun lalu tersebut telah mencetak 21 gol bagi Bristol, dengan rincian 18 gol di Liga, dan tiga gol di EFL Cup.

Torehan 18 golnya itu pun bahkan berhasil memecahkan rekor yang pernah dipegang oleh penyerang Celtic saat ini, Moussa Dembele, sebagai penyerang berusia di bawah 20 tahun yang mampu mencatatkan 15 gol di ajang Divisi Championship selama satu musim. Kala itu Dembele melakukannya bersama Fulham di musim 2015/16. Selain itu, torehan itu pun membuat nama Abraham menjadi pemain muda pertama dalam 20 tahun terakhir yang mampu membukukan lebih dari 15 gol dalam satu musim di kompetisi tersebut.

Bagi para pendukung Chelsea, apa yang ditorehkan oleh Abraham mungkin bukanlah hal yang terlalu mengagetkan. Pasalnya, pemain yang bertinggi badan 193 cm tersebut merupakan mesin gol tim akademi yang hampir selalu mencetak gol di setiap pertandingan yang dilaluinya bersama tim muda Chelsea. Dari dua musim yang dijalaninya di tahun 2014-15 dan 2015-16 saja, Abraham berhasil membukukan 74 gol dari 98 pertandingan. The Blues muda pun berhasil dibawanya menjuarai FA Youth Cup dan Liga Champions U-19 dua musim berturut-turut di tahun yang sama.

Berkat kecemerlangannya itu, mantan manajer The Blues, Guus Hiddink, sempat memberikannya debut di tim utama kala menghadapi Liverpool di Anfield pada tanggal 11 Mei 2016. Begitu pun pada pekan berikutnya kala menjamu sang juara, Leicester City, manajer asal Belanda tersebut kembali memberikan kesempatan kepada Abraham untuk unjuk gigi di depan publik Stamford Bridge.

Debut Abraham bersama tim utama Chelsea

Menurut Hiddink, bukan tanpa alasan bagi dirinya untuk tidak memberikan kesempatan kepada Abraham yang dinilainya memiliki sikap yang sangat baik sebagai seorang pemain muda. “Saya sungguh menyukai attitude Abraham,” cetus mantan pelatih timnas Belanda tersebut kepada Chelsea Official.

“Dia telah berlatih bersama kami (tim utama) saat ini, dan selanjutnya ia akan tetap bersama kami. Ia telah memainkan banyak laga bersama tim U-21, U-19, dan U-18, dan Anda tentu bisa melihat potensinya. Jelas, untuk ke depannya ia pun harus meningkatkan sentuhan-sentuhan kecilnya, tapi untuk saat ini tak apa, karena itu normal bagi pemain seusianya. Ia bermain menggunakan kekuatan fisiknya seperti seorang lelaki, dan sangat menyenangkan untuk melihat pemain yang datang dari akademi,” tambah Hiddink.

Selepas waktu-waktu cemerlangnya itu, Abraham dipanggil oleh timnas Inggris U-19 yang berlaga di ajang Piala Eropa U-19 Jerman 2016. Namun sayang, dirinya gagal membawa tim muda Three Lions lolos ke babak final setelah dikandaskan oleh Italia di babak semi-final. Pada turnamen tersebut, Abraham gagal mencetak satu pun gol, padahal sebelumnya ia mampu tampil cemerlang di babak kualifikasi dengan keberhasilannya mencetak tiga gol dari enam laga.

Kegagalan yang dialami oleh pemain yang juga memiliki darah Nigeria tersebut nyatanya tak membuat manajer baru Chelsea, Antonio Conte, terlalu merisaukannya. Sekembalinya ke Inggris, Conte bahkan langsung memasukan nama Abraham ke dalam 30 pemain yang akan menjalani tur pra-musim ke Amerika Serikat.

Menurut Abraham, selama menjalani masa-masa pra-musim, dirinya banyak diberi masukan oleh manajer asal Italia tersebut, terutama soal taktik. “Conte terlihat sangat tertarik terhadap pemain muda dan ketika menjalani tur pra-musim, ia banyak berbicara kepada saya,” cetus Abraham kepada London Evening Standard.

Ia memberi saya saran soal taktik. Ia mengatakan kepada saya area yang tepat untuk dieksploitasi dan juga bagaimana untuk beradaptasi dalam situasi yang berbeda. Conte memberi saya keyakinan bahwa ketika saya kembali ke Chelsea, dia akan memberi saya kesempatan. Dan mudah-mudahan itu terjadi.”

“Hal ini sangat memotivasi bagi saya untuk mengetahui jika Anda memiliki seseorang yang mendukung, dan memiliki orang-orang yang menyadari mengenai sebaik apa yang Anda lakukan saat ini. Ini memberikan Anda kepercayaan diri untuk pergi ke sana (Bristol) dan siap untuk memberikan 100% yang Anda miliki,” tambah Abraham menceritakan bagaimana Conte memotivasinya sebelum dirinya dipinjamkan ke Bristol City.

Selain Conte, Abraham pun menyebut sosok kapten Chelsea, John Terry, sebagai orang yang sangat peduli terhadap perkembangan para pemain muda The Blues. Ia pun menambahkan jika Terry selalu memberikannya dukungan dan masukan mengenai cara bermain. Terutama cara menghadapi para pemain belakang lawan.

“Dia mengatakan kepada saya apa yang diharapkannya dari saya, lalu memberi tahu bagaimana para pemain belakang lawan bekerja ketika dengan atau tanpa bola. Setelah saya melakukan debut, ia langsung mengucapkan selamat. Kemudian saya balik bertanya mengenai masa-masa peminjaman dirinya di Nottingham Forest beberapa tahun silam. Ia pun mengatakan kepada saya untuk belajar dan menikmati kesempatan tersebut,” ujar Abraham kepada ESPN.

Sementara berkat performa ciamik yang ditunjukannya bersama Bristol hingga saat ini, membuat Antonio Conte seolah menjamin masa depan Abraham memang akan berada di atas rumput Stamford Bridge. Conte pun mengindikasikan jika proses peminjaman pemain yang bergabung dengan Chelsea sejak umur delapan tahun tersebut sudah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pihak klub.

“Abraham adalah salah satu pemain muda yang memiliki masa depan di Chelsea. Pasti. Dia masih sangat muda. Saya melihatnya selama satu Minggu ketika tim menjalani tur pra-musim di Amerika Serikat. Kemudian kami memutuskan untuk mengirimkannya ke Bristol City guna mendapatkan jatah bermain dan pengalaman, lalu kembali bersama kami. Ia memiliki potensi yang besar. Baik secara teknik maupun fisik,” cetus Conte kepada Daily Star ketika mengomentari performa Abraham.

Namun satu hal yang pasti, Chelsea pun harus berani memberikan kesempatan kepada Abraham sekembalinya ke Stamford Bridge nanti. Karena jika tidak, bukan tak mungkin nasibnya akan sama seperti para pendahulunya di akademi seperti Josh McEachran, Fabio Borini, Scott Sinclair, Patrick Bamford, dll, yang bakat besarnya menjadi sia-sia akibat kurang diberikannya jam terbang di tim utama.

Soal masa depan Abraham, bagi kita yang suka bermain video game seperti FIFA pastinya juga sudah tahu jika pemain ini akan menjadi penyerang terbaik di Inggris, bahkan dunia. Database terbaru FIFA misalnya, meramalkan jika Abraham akan menjadi penyerang terbaik ketiga di Inggris dengan potential overall rating 85, di bawah Harry Kane dan Marcus Rashford (keduanya memiliki potential overall rating 90).

Kemudian soal penyerang Inggris lainnya, EA Sports sebagai pengembang FIFA juga meramalkan beberapa nama ini akan mejadi penyerang papan atas di Inggris, yaitu Conor Chaplin (Portsmouth, potential overall rating 84), Adam Armstrong (Newcastle United, 84), Ademola Lookman (Everton, 83), sampai penyerang Chelsea lainnya, Dominic Solanke (Chelsea, 82). Kita lihat saja bagaimana kiprah Abraham dan nama-nama di atas di masa depan nantinya.

Komentar