Kapal Laut, Hendra Ridwan,dan Karier Zulkifli yang Sempat Jauh dari Makassar

Cerita

by Sandy Firdaus 32918

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kapal Laut, Hendra Ridwan,dan Karier Zulkifli yang Sempat Jauh dari Makassar

Kapal laut adalah mode transportasi yang bisa membawa orang sampai jauh, bahkan sampai ke negara lain. Kapal laut inilah, yang secara tidak langsung, menjadi awal perantauan seorang Zulkifli Syukur.

Zulkifli Syukur adalah salah satu talenta hebat yang pernah dilahirkan oleh Indonesia. Mengawali karier sepakbola di Persim Maros dan PSM Junior, ia mulai dikenal ketika menjadi bagian dari skuat timnas U-23 yang berlaga dalam Asian Games 2006 Qatar dan SEA Games 2007 Thailand.

Kariernya di klub pun tidak kalah baiknya. Ia pernah mengantarkan Arema menjadi juara Liga Super Indonesia pada musim 2009/2010, serta menjadi runner-up pada musim selanjutnya. Ia juga pernah mengantarkan Mitra Kukar menjadi juara PIala Jendral Sudirman pada 2015 silam.

Selain di level klub, Zul juga pernah mengantarkan timnas Indonesia menjadi runner-up Piala AFF 2010 lalu. Saat itu di babak final Indonesia kalah oleh Malaysia dengan total agregat 4-2. Ia juga pernah menjadi bagian dari skuat Piala AFF 2014. Namun sayang dalam ajang yang digelar di Singapura dan Vietnam tersebut, Indonesia gagal meraih prestasi cemerlang.

Sekarang, setelah kurang lebih 12 tahun merantau, Zulkifli pun memutuskan untuk pulang kampung ke klub tempat ia pertama kali menimba ilmu sepakbola, PSM Makassar. Pada Minggu (12/2/2017) malam di Topas Hotel Bandung, tim Panditfootball pun berkesempatan untuk berbincang sedikit dengan pemain yang juga asli kelahiran Makassar, 32 tahun silam ini.

Tentang Awal Karier dan Kapal Laut yang Mengantarnya ke Bontang dan Timnas

Seperti halnya anak-anak Makassar yang lain, Zulkifli pun memulai karier di klub asalnya, PSM Makassar. Ia mengaku pernah ikut latihan bersama PSM junior, magang bersama PSM senior, sebelum akhirnya pada saat itu, ia memutuskan untuk tidak berkarier di PSM senior dan memilih ke Persim Maros.

"Kalau tahun awal karier sepakbola saya rada-rada lupa, cuman yang pasti saya udah tiga kali ikut tim PSM junior, dua kali magang ke PSM senior, tapi di tahun terakhir saya di PSM junior, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan karier di PSM senior," ujar Zulkifli.

"Terus saya ikut Pra-PON Palembang (bareng Sulsel), terus ke Persim Maros. Dari situ saya lanjut ke PKT Bontang, ga lama, dan ga nyampe satu musim karena saya dipanggil masuk persiapan timnas U-23 untuk Asian Games di Qatar," tambahnya.

Pada awal kariernya, Zulkifli juga bercerita bahwa ia pernah mengalami sesuatu yang unik. Bersama sosok orang yang ia anggap sudah seperti orang tua sendiri, yaitu Haji Rivai Arsyad, salah satu pelatih lokal Makassar yang pernah melatih Yahukimo FC. Ia mengenang perjalanannya naik kapal laut dari Makassar ke Balikpapan, lanjut ke Bontang, demi karier sepakbola yang lebih baik.

Tak disangka, kapal laut yang membawanya ke Kalimantan ketika itu, selain membawa karier sepakbolanya lebih baik juga membawanya masuk skuat timnas U-23 ketika itu yang dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2006 di Qatar.

"Saya ingat itu waktu naik kapal laut. Itu zaman susah-susahnya saya sebagai pemain. Ada satu sosok yang saya anggap orang tua, namanya Haji Rivai, yang membawa saya ke sana. Saya bertiga naik kapal laut ke Kalimantan (bareng Hendra Ridwan). Naik kapal laut sehari semalam ke Balikpapan dari Makassar, lalu dari Balikpapan lanjut ke Bontang naik bus selama sembilan jam," kenangnya.

"Perjuangan yang cukup berat, yang akhirnya membuat tekad saya kuat untuk berhasil di perantauan. Alhamdulillah, sampai sekarang, saya bisa sampai seperti ini ya, karena motivasi saya yang tinggi untuk sukses di tanah rantau," ungkapnya.

Zulkifli Syukur dan Hendra Ridwan Tak Selalu Bersama

Pulang ke PSM Makassar, Zulkifli dan Hendra tidak lagi berseragam sama. Setelah kebersamaan yang terjalin, bahkan sampai masuk timnas secara bersamaan dalam ajang Asian Games 2006, sekarang Zul dan Hendra sudah memilih jalannya masing-masing.
Namun, mengenai kebersamaannya dengan Hendra ini, Zul menampik bahwa ia dan dirinya itu harus sepaket ketika dibeli. Ia pun berusaha meluruskan anggapan orang, bahkan anggapan yang ada pada 2008 silam ketika ia gagal merapat ke PSM karena manajemen PSM tidak mendatangkan dirinya dan Hendra Ridwan secara bersamaan.

"Ini yang harus saya luruskan. Mungkin sebagian orang, atau juga sebagian klub beranggapan kalau saya dan Hendra itu satu paket. Bukan. Niat saya sebenarnya hanya ingin membantu pemain-pemain lain, terutama yang punya asal yang sama dengan saya (dari Makassar), tak terkecuali Hendra (Ridwan)."

"Tapi ya, alhamdulillah, selama saya berkarier, pengurus-pengurus klub mau merekrut saya dan Hendra secara bersamaan. Saya sangat bersyukur. Mulai dari situ, orang-orang pun beranggapan kalau ingin merekrut Zulkifli, harus bareng sama Hendra. Itu sebenarnya anggapan yang salah, buktinya sekarang saya di PSM, Hendra ga satu tim lagi dengan saya," ungkapnya.

Ia pun tidak menampik bahwa setiap tahun, ia kerap digosipkan akan kembali ke PSM Makassar. Tapi, gagalnya ia berseragam PSM dan pulang kampung lebih cepat, bukan karena faktor Hendra Ridwan seperti yang orang-orang anggap selama ini.

"Banyak cerita dulu pas saya gagal ke Makassar, tapi itu bukan hanya karena Hendra. Setiap tahun memang saya sering dikaitkan sama PSM, tapi kebanyakan gagal karena negosiasi yang tidak sesuai. Jadi salah jika ada anggapan kalau saya harus terus bareng sama Hendra," ungkapnya.

Tentang No. 3 dan Alasannya Memilih Posisi Fullback

Setiap pemain, siapapun itu, biasanya memiliki sisi menariknya sebagai seorang pesepakbola, Begitu juga dengan Zul. Untuk menunjukkan identitas dirinya di lapangan, selain dengan nama, ia menggunakan caranya sendiri, yaitu dengan sering memakai nomor punggung 3.

Baginya, nomor punggung 3 ini memiliki arti yang spesial. Berkat nomor punggung ini pula, ia meraih banyak hal selama ia berkarier sebagai pesepakbola.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Komentar