Manuel Locatelli, Harapan Lainnya dari Akademi AC Milan

Cerita

by Abrar Firdiansyah 37619

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Manuel Locatelli, Harapan Lainnya dari Akademi AC Milan

Tak ada harapan lebih ketika Manuel Locatelli masuk ke lapangan di menit ke-60 dalam laga melawan Sassuolo, Minggu (2/10) malam WIB. Vincenzo Montella bahkan mungkin menginstruksikannya untuk tampil lebih baik ketimbang Riccardo Montolivo yang tak tampil memuaskan.

Tidak heran, ketika Locatelli melesakkan tendangan keras dari luar kotak penalti dan berbuah gol, semua mata terbelalak. Sebab gol tersebut bukan hanya membuat Milan menyamakan kedudukan, tapi juga membuat Rossoneri bisa mengharapkan lahirnya gol kemenangan.

Harapan akan kemenangan tersebut akhirnya benar-benar terjadi. Melalui sundulan Gabriel Paletta, Milan mampu memetik tiga poin dari laga ini. AC Milan senang, Manuel Locatelli pun bangga.

Harapan Baru AC Milan

Tak ada yang menyangka Locatelli mampu menjadi pengubah pertandingan. Namun soal kualitas, tak ada yang menyangkal bahwa Locatelli adalah salah satu harapan terbesar Milan di masa depan, bersama dengan Gianluigi Donnarumma dan Davide Calabria.

Bergabung di Milan sejak berusia 12 tahun, Locatelli tumbuh sebagai salah satu pemuda terbaik di Scuola Calcio. Meski secara fisik ia tak terlalu kuat, namun kelemahannya ditutupi oleh baiknya ia dalam hal teknis.

Bakat Locatelli saat memperkuat tim Primavera Milan. Namanya semakin melambung saat ia dilatih oleh Cristian Brocchi. Puncaknya saat Milan menjuarai Trofeo San Nicola 2015 lalu, ia disebut akan ditarik oleh kesebelasan Liga Primer, seperti Arsenal dan Chelsea.

Bleacher Report menyebut ia adalah sosok yang bakal meneruskan jenderal-jenderal lapangan tengah Milan, seperti Andrea Pirlo dan Riccardo Montolivo. Jurnalis The Guardian, Paolo Bandini, juga berkata demikian. “Dia memiliki setengah kemampuan Pirlo dan setengah kelebihan Montolivo,” ujar Bandini.

Pernyataan Bleacher Report tidak keliru. Pasalnya, gaya bermain Locatelli begitu mirip dengan apa yang ditunjukkan oleh dua senior-nya tersebut. Sama-sama mengawal lini tengah dari posisi belakang untuk memanfaatkan kemampuan umpan yang dimiliki.

Pujian atas gaya bermain Locatelli juga diutarakan oleh eks pelatih Milan, Sinisa Mihajlovic. Ia berkata, ”Saya mengagumi kemampuan mengolah bola Locatelli. Saya yakin di masa depan ia akan tampil baik untuk tim ini.”

Dalam laga melawan Sassuolo, Locatelli membenarkan apa yang disebut di atas. 13 dari 14 umpan yang berikan tepat sasaran. Baiknya akurasi umpan yang ia catatkan berhasil ia tambah dengan kemampuan membawa bola dan visi bermain yang juga sama baiknya.

Pembuktian Scuola Calcio Milan

Berbicara soal pemain muda, Juventus dan Internazionale Milan dikenal sebagai kesebelasan yang pandai mengelola pemain muda di Italia. Keduanya memiliki lahan yang berbeda soal penggarapan pemain muda. Juventus fokus menata mereka demi menjadi pondasi di masa depan, sementara Internazionale serius menciptakan bibit unggul.

Fakta di atas tersaji dalam beberapa musim terakhir. Namun demikian, dominasi keduanya soal tata kelola pemain muda mulai tergeser oleh AC Milan yang juga kembali serius menggarap ladang ini.

Tak ada yang bisa menjauhkan Milan soal akademi pemain muda. Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini, Cristian Brocchi, hingga Mattia De Sciglio adalah beberapa contoh bagaimana Milan dengan baik mengelola akademi.

Namun demikian, Milan dianggap tak terlalu serius menggarap akademi pemain mudanya. Terutama setelah mereka berhasil menjuarai Serie A 2010/11. Usai keberhasilan tersebut, Milan dianggap gagal mengembangkan potensi-potensi baik yang disebut dimiliki oleh pemain akademi mereka.

Pierre-Emerick Aubameyang adalah salah satu contohnya. Penampilan baik yang tunjukkan di akademi tak membuatnya dilirik. Ia justru malah dilepas oleh Milan ke Saint-Etienne karena dianggap bukan pemain potensial.

Peremajaan skuat di jaman Sinisa Mihajlovic mulai membuat Milan disebut memulai sebuah era baru. Betapa tidak, di musim tersebut, Mihajlovic dengan beraninya memasukkan empat pemain Primavera ke tim senior, seperti Gianluigi Donnarumma, Davide Calabria, Stefan Simic, dan Manuel Locatelli.

Konsistensi tersebut dilanjutkan oleh Cristian Brocchi yang naik pangkat dari pelatih Primavera ke pelatih tim senior di musim lalu dan Vincenzo Montella yang ditunjuk untuk menangani tim senior musim ini.

Meskipun sejauh belum membuahkan gelar primer, namun seyogyanya Milan tak berhenti untuk berupaya memberikan kesempatan bagi para pemain muda. Sebab, bukan tidak mungkin upaya tersebut bakal memberikan gelar bagi mereka di masa depan.

Komentar