Mengapa Banyak Wonderkid Mendarat di Bundesliga Bukan di Inggris?

Cerita

by Aun Rahman

Aun Rahman

Penulis & Penyunting. Pecinta sepakbola lokal dan Asia. Bermimpi Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia. Kontak : rahman.aun@gmail.com

Mengapa Banyak Wonderkid Mendarat di Bundesliga Bukan di Inggris?

Sepanjang musim panas ini banyak perpindahan pemain yang tidak terlalu disorot karena kemeriahan turnamen internasional seperti Piala Eropa dan Copa America Centenario, termasuk transfer para pemain muda. Pada bursa transfer pertengahan tahun ini banyak perpindahan pemain, terutama yang melibatkan banyak pemain muda lepas dari perhatian. Tujuan dari kebanyakan pemain muda tersebut adalah Bundesliga.

Penyerang muda Swiss, Breel Embolo, bergabung dengan Schalke 04. Klub asal Bundesliga tersebut berhasil memenangkan perburuan atas Embolo yang juga menjadi target transfer klub-klub besar di Liga Primer Inggris seperti Arsenal dan Manchester United.

Sebelum Embolo sudah banyak pemain muda atau para wonderkid lain yang mendarat di Bundesliga. Klub raksasa FC Bayern Munchen berhasil mengamankan tanda tangan sensasi terbaru Portugal, Renato Sanches. Borussia Monchengladbach mendatangkan kapten timnas junior Prancis, Mamamdou Doucoure. Sementara Werder Bremen sukses mendaratkan “Paul Scholes dari Hungaria”, Laszlo Kleinheisler. Bahkan, alih-alih hijrah ke tim di liga lain, "Wonderkid" Timo Werner justru bergabung dengan tim promosi RB Leipzig.

Borussia Dortmund adalah tim yang paling banyak memborong pemain muda. Skuat asuhan Thomas Tuchel tersebut berhasil mendatangkan Ousmane Dembele dan Mikel Merino, juga dua pemain muda yang tampil cemerlang di gelara Piala Eropa 2016, Emre Mor (Turki) dan Raphael Guerreiro (Portugal).

Tentu menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa klub-klub Bundesliga bisa mendaratkan para wonderkid yang juga sebenarnya diincar oleh tim dari liga-liga top lain. Mengapa liga yang dianggap membosankan karena superioritas FC Bayern tersebut nyatanya mampu memikat para pemain muda. Berikut hal-hal yang bisa jadi alasan utama mengapa para pemain muda memilih untuk mendarat di Bundesliga.

Kesempatan Bermain

Kesempatan bermain adalah faktor utama, apalagi bagi para pemain muda yang masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Ketimbang di liga-liga lain, para klub peserta Bundesliga menjanjikan waktu bermain yang lebih banyak.

Misalnya dalam kasus Breel Embolo. Schalke 04 memang tengah mencari suksesor dari penyerang utama mereka Klaas-Jan Huntelaar yang sudah mulai uzur. Apalagi dalam beberapa kesempatan penyerang berjuluk “Der Hunter” tersebut mengungkapkan keinginannya untuk pulang ke Belanda.

Lalu Renato Sanches. Wonderkid Portugal tersebut memang berujar bahwa alasan utamanya menerima pinangan FC Bayern adalah karena tim tersebut selalu bersaing untuk gelar juara dan bermain di kompetisi Liga Champions. Namun apabila diperhatikan lagi, Sanches punya peluang besar merangsek ke tim utama Bayern untuk bersanding dengan Arturo Vidal, karena Xabi Alonso sudah mulai uzur, Javi Martinez lebih sering berurusan dengan cedera, dan wonderkid lain, Joshua Kimmich, kemungkinan besar akan ditempatkan di posisi lain. Maka Sanches punya kemungkinan besar untuk banyak bermain.

Serupa juga dengan para pemain muda yang mendarat di Borussia Dortmund. Emre Mor akan menggantikan Henrikh Mkhitaryan yang kabarnya akan segera mendarat di Manchester United. Raphael Guerreiro akan mengisi posisi dari Marcel Schmelzer yang permainannya menurun dalam beberapa musim terakhir. Keduanya punya kemungkinan besar untuk tampil secara reguler.

Kondisi lain terjadi apabila mereka mendarat di Liga Primer Inggris atau bahkan Liga Spanyol, yang kebanyakan tim sudah memiliki pemain-pemain andalan sejak musim lalu, atau sudah mendatakan para pemain yang juga lebih matang.

Sistem Pembinaan Usia Muda Bundesliga

Ini adalah hal lain yang membuat Bundesliga lebih diminati oleh para pemain muda: Sistem pembinaan pemain muda Bundesliga yang sudah diakui kualitasnya. Sejak kegagalan di Piala Eropa dan final Liga Champions tahun 2000, Federasi Sepakbola Jerman dan klub-klub Bundesliga kemudian lebih banyak berfokus kepada pembinaan pemain muda. Sistem ini bukan hanya menghasilkan para pemain berbakat Jerman seperti Julian Draxler, Joshua Kimmich, dan Leroy Sane, tetapi juga para pemain muda asing seperti Christian Pulisic dan Hakan Calhanoglu.

Para pelatih tim Bundesliga seperti Ralf Ragnick, Roger Schmidt, dan Julian Schubert juga terkenal bertangan dingin dalam hal meningkatkan potensi yang dimiliki oleh para pemain muda.

Brexit

Faktor ini berasal dari eksternal Bundesliga. Fenomena keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa yang dikenal sebagai Brexit, setidaknya merubah banyak tatanan yang sudah ada. Termasuk dalam urusan sepakbola. Dengan keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa maka urusan terkait izin kerja juga sudah pasti tidak akan sama lagi.

Baca juga:

Tentang Brexit dan Pengaruhnya Terhadap Liga Primer Inggris.

Apabila sebelumnya ada peraturan khusus terkait para pemain asing non-Inggris ketika mereka masih merupakan bagian dari Uni Eropa, kini para pemain Eropa yang akan bermain di Inggris pun akan masuk sebagai kategor pemain asing. Peraturan yang dibuat terkait pemain non-Inggris yang akan bergabung dalam suatu klub menjadi rumit dan merepotkan, karena akan ada penghitungan terhadap penampilan seorang pemain untuk tim nasional senior. Maka, Brexit ini bisa jadi salah satu faktor yang membuat para pemain muda memikirkan kembali niatan mereka untuk berkarier di Inggris.

***

Selain ketiga poin di atas, ada juga faktor-faktor lain yang membuat para pemain muda lebih memilih untuk pindah ke Bundesliga seperto pajak di tanah Inggris yang bisa dibilang cukup mencekik, kemudian tekanan yang muncul baik dari penggemar maupun media Inggris yang terkenal buas ketika mengkritik pemain. Kondisi-kondisi tersebut tentu bukanlah yang ideal bagi para pemain muda yang sedang berkembang.

Maka, pada akhirnya wajar sekali ketika para pemain muda kemudian memilih untuk mendarat di Bundesliga. Ada jaminan bahwa setelahnya kemampuan mereka akan berkembang, meskipun pada akhirnya para pemain muda tersebut akan mendarat di Liga Primer Inggris dengan transfer selangit, seperti kasus Kevin de Bruyne misalnya.

foto: bundesliga.com

ed: fva

Komentar