Mengingat Kembali Skuat Liverpool Saat Juara Piala UEFA 2001

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Mengingat Kembali Skuat Liverpool Saat Juara Piala UEFA 2001

Dini hari nanti, Kamis 19 Mei 2016 WIB, Liverpool akan menghadapi Sevilla di partai puncak Liga Europa UEFA. Merajai kompetisi level kedua di Eropa, baik ketika namanya masih Piala UEFA maupun sudah berubah jadi Liga Europa, sudah menjadi keahlian dari Sevilla yang telah memenangkan empat gelar juara.

Namun, Liverpool sendiri sebenarnya pernah meraih gelar juara saat kompetisi ini masih bernama Piala UEFA atau UEFA Cup. Pertandingan final pada 16 Mei 2001 adalah pertandingan final yang sangat membekas. Saat itu Liverpool berhasil mengalahkan Deportivo Alavés dengan skor fantastis, 5-4.

Kemenangan ini memang tidak sefantastis ketika mereka mengalahkan AC Milan di final Liga Champions UEFA 2005. Tapi tidak ada salahnya kita mengingat kembali pertandingan pada 15 tahun yang lalu ini.

Saat itu, Alavés bukan lah nama yang terkenal di dunia sepakbola, bahkan di kompetisi kelas dua Eropa sekalipun. Saat itu kompetisi Piala UEFA masih memiliki sistem full knock-out. Alavés berhasil melaju ke final dengan mengalahkan Gaziantepspor, Lillestrøm, Rosenborg, Inter Milan, Rayo Vallecano, dan Kaiserslautern.

Sementara Liverpool berhasil melaju ke final dengan mengalahkan Rapid București, Slovan Liberec, Olympiacos, AS Roma, FC Porto, dan FC Barcelona.

Pertandingan final saat itu berlangsung di Westfalenstadion, Dortmund, Jerman. Ada hal menarik dari pertandingan ini, yaitu bintang Borussia Dortmund, Marco Reus, dan mantan pemain mereka, Kevin Großkreutz (sekarang di VfB Stuttgart) adalah maskot yang termasuk ke dalam mereka yang mendampingi para pemain ketika masuk ke lapangan.

Kevin Großkreutz dan Marco Reus yang menjadi maskot untuk Liverpool di final Piala UEFA 2001 menghadapi Alavés

Liverpool sempat memimpin 3-1 sampai jeda turun minum melalui gol Markus Babbel, Steven Gerard yang saat itu masih muda, dan Gary McAllister yang pada akhirnya mendapatkan gelar man of the match. Sementara Alavés berhasil mencetak gol lewat Iván Alonso.

Di babak kedua, Javi Moreno, yang merupakan bintang andalan Alavés, berhasil membuat dua gol sekaligus menyamakan kedudukan. Tapi kemudian Robbie Fowler berhasil membuat Liverpool kembali unggul di menit ke-72.

Tidak sampai di situ, mantan pemain Manchester United, Jordi Cruyff, ternyata berhasil menyamakan kedudukan kembali menjadi 4-4 di menit ke-88. Ini membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Namun sayang bagi Alavés, karena pertandingan ini harus berakhir anti klimaks bagi mereka. Sebuah gol bunuh diri dari bek kiri mereka, Delfi Geli, langsung mengakhiri pertandingan tersebut karena aturan gol emas (golden goal). Liverpool akhirnya mampu meraih treble dengan hasil ini, di mana sebelumnya mereka berhasil menjuarai Piala Liga dan Piala FA.

Di mana mereka sekarang?

Pertandingan ini adalah pertandingan yang penuh drama dan thriller yang dipenuhi oleh nama-nama mengejutkan. Untuk mengetahui siapa saja pemain Liverpool yang berhasil menjuarai Piala UEFA 2001 sekaligus mengetahui bagaimana nasib mereka setelah itu sampai sekarang, kita bisa sama-sama menyimaknya di bawah ini.

Nama Pemain

Posisi Saat di Final Piala UEFA 2001

Karier Setelah di Liverpool

Usia dan Karier Sekarang

Sander Westerveld

Penjaga gawang

Real Sociedad, Mallorca (pinjam), Portsmouth, Everton (pinjam), Almería, Sparta Rotterdam, Monza, Ajax Cape Town

41 - Pelatih penjaga gawang di Ajax Cape Town, namanya sempat disebut di Panama Papers

Markus Babbel

Bek kanan

Blackburn (pinjam), VfB Stuttgart, VfB Stuttgart (asisten manajer), VfB Stuttgart (manajer), Hertha Berlin (manajer), Hoffenheim (manajer)

43 - Manajer FC Luzern

Sami Hyypiä (K)

Bek tengah

Bayer Leverkusen, Finlandia (asisten manajer), Bayer Leverkusen (manajer), Brighton (manajer)

42 - Manajer FC Zürich

Stéphane Henchoz

Bek tengah

Celtic, Wigan, Blackburn, Blackburn (manajer U18), FC Bulle (manajer)

41 - Asisten manajer di Neuchatel Xamax

Jamie Carragher

Bek kiri

Pensiun di Liverpool

38 - Pandit sepakbola di Sky Sports

Gary McAllister

Sayap kanan

Coventry City, Coventry City (manajer), Leeds United (manajer), Aston Villa (caretaker)

51 - Duta besar di Liverpool FC

Dietmar Hamann

Gelandang tengah

Bolton, Man City, MK Dons, MK Dons (player-coach), Leicester City (pelatih tim utama), Stockport Country (manajer)

42 - Kembali bermain di kesebelasan amatir, TuS Haltern

Steven Gerrard

Gelandang tengah

LA Galaxy

35 - LA Galaxy

Danny Murphy

Sayap kiri

Charlton, Tottenham, Fulham, Blackburn

39 - Pandit sepakbola di BBC

Emile Heskey

Penyerang kanan

Birmingham City, Wigan, Aston Villa, Newcastle Jets, Bolton Wanderers

38 - Bolton Wanderers

Michael Owen

Penyerang kiri

Real Madrid, Newcastle United, Manchester United, Stoke City

36 - Pandit sepakbola

Vladimír Šmicer

Dimainkan menit 55 sebagai gelandang

Bordeaux, Slavia Praha, Republik Ceko (staf manajer olahraga)

42 - Sempat berpolitik di Partai VIZE pada 2014

Robbie Fowler

Dimainkan menit 64 sebagai penyerang

Leeds United, Man City, Liverpool, Cardiff City, Blackburn, North Queensland Fury, Perth Glory, Muangthong United, Muangthong United (manajer)

41 - Akan bermain di Soccer Aid pada 5 Juni 2016

Patrik Berger

Dimainkan menit 78 sebagai gelandang

Portsmouth, Aston Villa, Stoke City (pinjam), Sparta Praha, Dolní Chabry

42 - Masih bermain di kesebelasan amatir, Dolní Chabry, sejak 2010

Pegguy Arphexad

Penjaga gawang cadangan

Coventry City, Notts County (pinjam), Marseille

42 - Pensiun

Grégory Vignal

Bek cadangan

Bastia (pinjam), Rennes (pinjam), Espanyol (pinjam), Rangers (pinjam), Portsmouth, Lens, Kaiserslautern (pinjam), Southampton (pinjam), Birmingham City, Atromitos, Dundee United, AS Béziers

34 - Masih bermain di AS Béziers

Stephen Wright

Bek cadangan

Sunderland, Stoke City (pinjam), Coventry City, Brentford, Hartlepool United, Wrexham, Aberystwyth Town

36 - Masih bermain di Aberystwyth Town

Nick Barmby

Gelandang cadangan

Leeds United, Nottingham Forest (pinjam), Hull City, Hull City (manajer)

42 - Pensiun

Gérard Houllier

Manajer

Lyon (manajer), Aston Villa (manajer)

68 - Head of Global Football untuk Red Bull; yang bertanggung jawab dengan Red Bull Salzburg, Red Bull Leipzig, New York Red Bulls, serta akademi Red Bull Brasil dan Red Bull Ghana

Sementara tidak ada nama besar dari Alavés. Jika mau menyebutkan beberapa, mungkin hanya kapten Antonio Karmona, Cosmin Contra, Jordi Cruyff, dan Javi Moreno saja yang kita ingat sebagai pemain yang terkenal.

Karmona pensiun pada 2005 bersama SD Eibar dan sekarang bekerja sebagai pemandu bakat di Athletic Bilbao.

Contra bermain cemerlang di Alavés dan berhasil masuk ke dalam UEFA Team of the Year pada 2001. Pemain asal Rumania ini kemudian pindah ke AC Milan (bersama Javi Moreno juga), Atlético Madrid, Getafe, dan akhirnya pensiun di Politehnica TimiÈ™oara pada 2011. Setelah itu ia menjadi manajer di beberapa kesebelasan. Saat ini ia menjadi manajer kesebelasan Liga Super Tiongkok, Guangzhou R&F.

Jordi, anak dari Johan Cruyff, adalah nama yang paling terkenal, tapi sayangnya bukan terkenal karena tehniknya. Ia berpindah-pindah kesebelasan mulai dari RCD Espanyol, Metalurh Donetsk, dan Valletta. Saat ini ia adalah direktur olahraga di Maccabi Tel-Aviv.

Javi Moreno, yang mencetak 35 gol dalam 80 pertandingan untuk Alavés, kemudian pindah ke Milan. Ia dinilai gagal di Milan dan setelah itu ia berpindah-pindah mulai dari Atlético Madrid, Bolton Wanderers, Real Zaragoza, Córdoba CF, UD Ibiza-Eivissa, dan pensiun di Lucena CF pada 2009.

Sementara terakhir, Delfi Geli, yang mencetak gol bunuh diri di final tersebut (ia sangat terkenal karena hal ini) saat ini adalah presiden kesebelasan Girona FC.

Alavés sendiri berhasil kembali promosi ke level teratas La Liga Spanyol. Simak ceritanya di kolom khusus #AboutTheGame di detikSport.

Mengingat terakhir kali Liverpool bermain di final kompetisi level kedua antar kesebelasan Eropa dengan sebuah pertandingan dramatis dan thriller, kita bisa sama-sama berharap akan hal yang sama pada dini hari nanti di St. Jakob-Park, Basel, Swiss.

Komentar