Kisah Prince yang Dirindukan

Cerita

by Billi Pasha

Billi Pasha

Selalu menganggap sepakbola dan musik adalah dua hal paling indah di dunia

Kisah Prince yang Dirindukan

Tepat hari ini Prince Roger Nelson atau yang lebih dikenal dengan nama “Prince” menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 57 tahun. Penyanyi yang memulai kariernya pada 1976 tersebut ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Paisley Park, Minneapolis. Ia telah berhasil meraih penghargaan Grammy Award, Golden Globe Award dan Academy Award. Selain itu namanya juga telah tercantum dalam "Rock n` Roll Hall of Fame" pada 2004 silam.

Publik berduka atas kematian musisi legendaris tersebut, tak terkecuali Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Dunia telah kehilangan sosok Prince yang merupakan pemusik jenius tersebut yang terkenal era 80-an itu.

Hal yang serupa dialami oleh Prince di lapangan hijau yang telah kehilangan daya magisnya, Kevin Prince Boateng, yang sosoknya dirindukan oleh para pencinta sepakbola. Namanya kini jarang terdengar karena memang jarang mendapatkan kesempatan bermain.

Laga melawan Carpi tadi malam merupakan laga pertamanya menjadi starter bersama Milan setelah tiga tahun berselang. Kesempatan itu ia dapatkan setelah Juraj Kucka dan Andrea Bertolacci dipastikan absen, akan tetapi ia gagal menunjukan permainan terbaiknya pada pertandingan itu.

Allenatore anyar Milan, Cristian Brocchi memasang Boateng sebagai penyerang lubang untuk mendukung duo striker Mario Balotelli dan Carlos Bacca. Ia hanya melakukan satu tembakan tepat sasaran serta melepaskan umpan sebanyak 44 kali dengan akurasi 84%. Sebelumnya pemain berusia 29 tahun tersebut hanya bermain sebanyak 122 menit dalam sembilan laga sebagai pemain pengganti. Ia sempat menunjukkan permainan apik usai mencetak satu gol ketika membawa Rossoneri unggul atas Fiorentina. Akan tetapi gol itu adalah gol satu-satunya di musim ini.

Boateng minim mendapatkan kesempatan bermain di era kepelatihan Sinisa Mihajlovic. Mantan pelatih Sampdoria tersebut lebih percaya kepada Giacomo Bonaventura dan Keisuke Honda. Secara statistik kedua pemain tersebut juga lebih unggul dari Boateng.
Selain dari jumlah gol, akurasi tembakan dari Bonaventura dan Honda lebih baik. Boateng hanya memiliki akurasi tembakan 40%, sedangkan kedua pesaingnya tersebut sukses dengan mencatat akurasi sebesar 43%. Dari segi persentase kemenangan duel Boateng juga kalah jauh, dengan 39% berbanding dengan 54% yang dicatat oleh Bonaventura dan Honda.

Boateng pertama kali berseragam Milan pada Agustus 2010 dan bertahan selama tiga tahun hingga akhirnya dilepas ke Schalke seharga 10 juta euro dengan kontrak berdurasi empat tahun. Namun bersama klub yang bermarkas di Veltins-Arena tersebut ia menunjukkan permainan yang buruk. Terutama saat kekalahan melawan FC Cologne yang membuat dirinya kehilangan kepercayaan dari Die Knappen, alhasil ia tak pernah diturunkan selama sembilan bulan.

Hal itulah yang membuat transfernya ke Milan menjadi kontroversi. Dikabarkan kembalinya ke Milan adalah bukan untuk kebutuhan tim, namun demi memenuhi keinginan Silvio Berlusconi. Presiden Milan tersebut ingin mengembalikan kembali kejayaan Milan dengan merekrut pemain yang merupakan bagian dari skuat juara di musim 2010/2011.

Boateng merupakan seorang pemain versatile. Ia sempat berperan sebagai gelandang box-to-box, namun saat membela Milan ia berposisi sebagai gelandang serang. Meski tak unggul dalam hal teknik, ia mempunyai power dan kecepatan. Maka tak salah jika ia pernah berperan sebagai trequartista.

Kariernya di timnas Ghana juga cemerlang. Ia sukses membawa The Black Star menembus babak perempat final di Piala Dunia 2010. Namun setahun kemudian ia mengumumkan pensiun, namun tiga tahun kemudian ia kembali memperkuat Ghana di ajang Piala Dunia 2014. Menariknya berselang beberapa jam sebelum Ghana melakoni laga melawan Portugal, ia dipulangkan setelah bermasalah dengan pelatih James Kwesi Appiah. Lalu ia membalas perlakuan itu dengan menyebutkan bahwa keputusan tersebut menggambarkan sikap amatiran, sehingga membuatnya dihukum larangan bermain oleh Ghana.

Ia juga pernah menunjukkan sikap kontroversialnya ketika mengalami perlakuan rasisme di tahun 2013. Aksi tersebut terjadi saat pertandingan uji coba antara Milan dan Pro Patria pada laga persahabatan. Ia terus dicemooh oleh suporter klub yang bermain di Lega Pro itu dan membalas dengan menendang bola ke arah penonton lalu keluar dari lapangan.

Terlepas dari semua tindakan kontroversinya dan penurunan performanya di Milan kali ini. Boateng adalah pemain berbakat yang berhasil membawa Milan meraih scudetto setelah penantian selama tujuh tahun. Meski kontraknya akan berakhir pada Juni mendatang, ia harus tetap menunjukkan bahwa ia masih layak untuk berseragam Milan.

Dan setelah Prince telah meninggalkan dunia, tentunya kita tak ingin kehilangan sosok Prince lain untuk kedua kalinya.

Foto: estiujsag, Goal

ed: fva

Komentar