Siapa, Sih, Bocah 18 Tahun yang Bernama Youri Tielemans?

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Siapa, Sih, Bocah 18 Tahun yang Bernama Youri Tielemans?

Irati Prat, koresponden SunSport asal Belgia, membuat gempar dunia sepakbola Eropa. Kali ini, bukan Laurent Depoitre yang jadi isu utama, melainkan Youri Tielemans, gelandang Anderlecht berumur 18 tahun. Prat menulis bahwa ada lebih dari 10 pemandu bakat asal dari beberapa klub besar Eropa yang rela datang ke Constant Vanden Stock Stadium untuk melihat penampilan Tielemans, dalam laga Liga Eropa antara Anderlecht vs Olympiacos dini hari tadi (19/2).

Bagi penggemar game Football Manager, Tielemans memang bukan nama baru. Pasalnya, ia merupakan salah satu pemain muda yang wajib didatangkan. Potensi pemain berusia 18 tahun ini begitu meyakinkan di game tersebut. Namun, apakah Tielemans seistimewa itu di dunia nyata?

Berasal dari akademi sepakbola Anderlecht yang menelurkan nama-nama seperti Vincent Kompany, Romelu Lukaku, Steven Defour, dan Adnan Januzaj, Tielemans tumbuh bersama teman masa kecilnya, Dennis Praet. Bersama Praet, Tielemans masuk ke dalam buletin UEFA dalam rubrik weekly wonderkid periode Mei 2015.



Bakat Tielemans tak datang begitu saja, karena ia bermain di tim junior Anderlecht sejak masih berusia lima tahun. Kariernya di tim junior pun tak sebaik Praet, karena Tielemans lebih fokus pada pendidikan. Potensi Tielemans pun dibaca dengan baik oleh Mohammed Ouahbi, pelatih junior Anderlecht hingga ia menawarkan kontrak jangka panjang kala Tielemans menyelesaikan pendidikannya awal tahun lalu.

"Bakat Youri (Tielemans) tak perlu diragukan lagi. Kelebihannya dalam membaca permainan lawan dan melepaskan umpan membuatnya bisa bermain sebagai deep-lying midfielder atau attacking midfielder. Potensinya itu membuatnya pantas dijuluki bakat super. Bahkan, siapa pun yang bertanya kepada saya pemain muda yang pantas pergi untuk klub besar, namanya akan pertama saya sebut," ucapnya seperti dilansir Nieuwsblad.

Karier sepakbola Tielemans memang diprediksi bakal mengilat sejak lama. Ia menjalani debutnya di tim senior Anderlecht sebelum usianya 16 tahun, yakni pada Juli 2013 kala timnya menghadapi KSC Lokeren. Pada tahun yang sama, ia bahkan menjadi pemain Belgia termuda yang tampil dalam Liga Champions, kala Anderlecht menghadapi Olympiacos.

Debut di usia yang sangat muda tak membuatnya langsung menjadi pemain reguler di Anderlecht. Kebijakan pelatih tim utama Anderlecht, Besnik Hasi, yang memegang kendali tim untuk memberikan pengalaman bagi semua pemain usia muda Anderlecht untuk tahu rasanya bermain di tim utama membuatnya harus membuatnya tampil apik dalam setiap kesempatan.

Meski belum berstatus pemain utama, pujian diberikan kepadanya. Tak hanya dari Hasi, bahkan pelatih Timnas Belgia, Marc Wilmots pun menyatakan kekagumannya atas apa yang dilakukan oleh Tielemans.

"Youri (Tielemans) sangat berpotensi jika ia terus bermain dalam level tertinggi. Penampilannya bersama Anderlecht membuat saya merasa yakin, bahwa dia adalah pemain nomor enam yang akan berpotensi besar. Kesempatan bermain di tim nasional terbuka baginya, karena saya merasa dia dan pemain muda lainnya adalah masa depan persepakbolaan Belgia," ujar Wilmots kepada Nieuwsblad.

Kendati disebut memiliki potensi luar biasa, Tielemans tetap saja pemuda yang tampak belum menemukan cara untuk bermain konsisten. Selain itu, gosip transfer ke klub besar juga membuatnya bermain untuk menunjukkan kemampuannya, bukan membuat timnya menang. Hal itu pun disesalkan oleh Hasi. Menurut pelatih asal Albania ini minat klub pada Tielemans sama sekali tak menguntungkan baginya.

"Rumor mengenai minat klub besar macam Manchester United, Liverpool, Tottenham, dan Atletico Madrid kepada Youri (Tielemans) tak menguntungkan bagi kami. Kami hanya ingin Tielemans terus bermain baik di sini dan menjaga agar bakatnya tak terbuang sia-sia di luar," ujarnya kepada Anderlecht-Online senin lalu (15/2).

"Dia memiliki pemikiran yang sangat dewasa jika melihat usianya yang masih 18 tahun. Tapi ia juga masih butuh tuntunan agar tak salah menentukan sikap. Rumor transfer yang berkembang setahun terakhir membuatnya tak bermain konsisten di musim ini," paparnya.

Meski demikian, tak ada hal yang mustahil dalam sepakbola. kepindahan Tielemans diperkirakan akan terjadi di akhir musim ini. Beberapa klub Inggris sudah mulai mengarahkan radarnya ke Tielemans, seperti perkataan Prat.

Salah satu sumber The Sun bahkan melansir Tottenham menjadi tim pertama yang mengajukan penawaran senilai 15 juta paun untuk mendatangkan pemain yang mengidolakan Zinedine Zidane ini. Namun melihat bakat besar Tielemans, harganya diperkirakan lebih besar daripada Romelu Lukaku yang ketika itu dibeli seharga 17 juta paun.

Melihat harga Tielemans yang begitu tinggi, rasanya tak mustahil melihatnya berseragam klub besar lainnya di musim depan. Yang jelas, kehadiran Tielemans di kompetisi besar Eropa bukan hanya akan mengangkat namanya sebagai wonderkid melainkan juga memantaskan akademi Anderlecht sebagai State of the Art dalam hal pembinaan pemain muda.

Komentar