Schürrle dan Hidup yang Begitu Mudah

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Schürrle dan Hidup yang Begitu Mudah

Kadang, kemudahan datang begitu saja. Dan bentuknya bisa beragam. Bagi André Schürrle, kemudahan datang dalam bentuk hal-hal yang familiar. Setelah dipersilakan pergi dari Chelsea FC oleh José Mourinho yang lebih memilih Juan Cuadrado, Schürrle pulang ke Jerman dan disambut oleh hal-hal yang tidak asing baginya.

Wolfsburg memang tidak sebesar London. Namun kesebelasan kebanggaan kota terbesar kelima di Negara Bagian Niedersachsen tersebut berada di tempat terhormat di papan atas. Tidak di posisi pertama, memang, karena FC Bayern München masih terlalu tangguh untuk tidak menduduki posisi tertinggi. VfL Wolfsburg, bagaimanapun, berada di posisi paling terhormat di antara semua kesebelasan Jerman non-Bayern (peluklah pandangan ini: kesebelasan Bundesliga terbagi menjadi dua; Bayern dan kesebelasan-kesebelasan lain non-Bayern).

Wolfsburg berada tepat di posisi kedua, tepat di belakang Bayern dengan selisih delapan angka. Terdengar payah, memang. Namun jelas lebih baik ketimbang kesebelasan-kesebelasan lain di 1. Bundesliga musim ini. FC Schalke 04, penghuni posisi ketiga di tabel klasemen sementara, tertinggal tujuh poin di belakang Wolfsburg.

Atau bandingkan pencapaian Wolfsburg dengan Borussia Dortmund, satu-satunya kesebelasan yang mampu mencegah Bayern menjadi juara dalam lima musim terakhir (juga satu-satunya kesebelasan non-Bayern yang mampu menjadi juara Bundesliga setelah Wolfsburg) sekaligus kesebelasan yang kehebatannya beberapa tahun kebelakang menjadi perbincangan karena berhasil mencapai final Champions League 2012/13: Wolfsburg berada 14 peringkat di atas Dortmund. Dengan komposisi tabel klasemen saat ini, Wolfsburg mengungguli raihan poin Dortmund sebanyak 22 angka.

Dari pimpinan klasemen sementara Premier League, Schürrle bergabung dengan kesebelasan pemilik peluang terbesar untuk menjungkalkan Bayern. Tidak perlu ia beradaptasi dari kehidupan papan atas ke ketatnya papan tengah. Mudah.

Di Jerman pula Schürrle, seorang juara Piala Dunia, mendapatkan sambutan yang pantas ia dapatkan. Sementara oleh Chelsea (baca: Mourinho) ia dilepas pergi, oleh Wolfsburg Schürrle disambut dengan statusnya sebagai Weltmeister. Hal yang sama dilakukan oleh Deutscher Fußball-Bund dan Bundesliga.

Dalam debutnya bersama Wolfsburg, Schürrle juga mendapatkan kemudahan dalam bentuk lain. Ia berhadapan melawan TSG Hoffenheim. Sebagai catatan, adalah ke gawang Hoffenheim Schürrle mencetak gol terakhirnya di Bundesliga, sebelum bergabung dengan Chelsea.

Entah karena dimudahkan oleh kenangan yang masih segar atau karena ia memang langsung nyetel dengan kesebelasan barunya, Schürrle tampil gemilang. Dalam waktu tiga menit, ia sudah berhasil mempersembahkan assist. Kurang dari setengah jam, ia nyaris mencetak gol; tendangannya dari dalam kotak penalti membentur tiang (bola pantul kemudian diubah menjadi gol oleh Kevin De Bruyne).

Nanti malam, hal familiar lain akan ia jalani. Di pertandingan tandang pertamanya bersama Wolfsburg, Schürrle menyambangi BayArena, stadion kebanggaan Bayer Leverkusen, kesebelasan yang ia bela sebelum pindah ke Inggris.

Komentar