Charlie Adam Ditakdirkan untuk Tim Semenjana

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Charlie Adam Ditakdirkan untuk Tim Semenjana

Selain identik dengan permainan menyerangnya, Blackpool pun membuat nama seorang pemain bersinar: Charlie Adam. Kemampuannya dalam mengonversi tendangan sudut menjadi salah satu keistimewaannya. Ini pula yang membuat The Reds tertarik untuk meminangnya.

Cerita Adam terbilang mirip kisah negeri Cinderella. Adam adalah putra dari pesepakbola profesional Skotlandia, Charles Adam. Ia ingin menyamai prestasi ayahnya dengan berkarir di klub rakasasa Skotlandia, Rangers. Namun, ia mesti berjuang terlebih dahulu dengan dipinjamkan ke Ross County, tim divisi satu.

Pada musim 2005/2006, Adam bermain di klub tempat adiknya, Grant Adam, pada musim 2012/2013 bermain. Klub tersebut adalah St. Mirren. Di sana, ia menemukan performa terbaik selama debutnya. Ia selalu menjadi pilihan di lini tengah. Adam bermain 29 kali dan mencetak lima gol.

Penampilan tersebut yang membawanya ke tim utama Rangers sejak musim 2006/2007. Di Rangers, Adam bermain 61 kali dan mencetak 13 gol. Pada 2 Februari 2009, Adam dipinjamkan ke tim Divisi Championship, Blackpool dengan durasi setengah musim. Manajer Blackpool pada saat itu, Tony Parkes, mengaku sangat tertarik dengan kemampuan Adam. Ia berharap manajemen dapat merekrutnya suatu saat nanti.

Keinginan legenda Blackburn Rovers itu pun diwujudkan dengan sungguh-sungguh oleh manajemen dalam bentuk tawaran senilai 500 ribu pounds untuk Rangers. Pada 2 Agustus 2009, Dailymail mengonfirmasi suksesnya transfer Adam ke Blackpool dengan durasi tiga tahun. Momen ini pula yang pada akhirnya mengubah karir sepakbola Adam.


Lolos ke Premier League bersama Blackpool (Sumber gambar: telegraph.co.uk)

Bermain di Blackpool tentunya bukan merupakan mimpi kebanyakan anak-anak. Apalagi saat itu Blackpool masih berlaga di kasta kedua Liga Inggris. Kehadiran Adam nyatanya berdampak positif bagi klub. Nilai transfernya pun menjadikan ia sebagai transfer termahal bagi klub yang bermarkas di Bloomfield Road tersebut.

Semusim kemudian, Adam membawa Blackpool melangkahkan diri ke babak play-off menuju Premier League. Pada musim 2009/2010 tersebut, Blackpool bertengger di peringkat keenam klasemen Divisi Championship. Ini sekaligus merupakan capaian tertinggi klub sejak musim 1970/1971.

Adam mencetak satu gol bagi Blackpool di leg pertama babak semifinal menghadapi Nottingham Forest. Di partai final, Adam kembali mencetak gol lewat tendangan bebas untuk mengantarkan Blackpool mengandaskan Cardiff City dengan skor 3-2 di Wembley.

Bermain di Premier League tentu menjadi berkah bagi Adam dan Blackpool. Apalagi setelah secara mengejutkan mereka berada di peringkat kedua pada pekan pertama. Penampilan menyerang  yang diperagakan Blackpool tak lepas dari kontribusi Adam. Akurasi umpannya membuat ia rajin memberikan assist bagi rekan-rekannya.

Namun, penampilan menyerang tersebut malah mendorong Blackpool menjadi bulan-bulanan lawan. Di tengah kesulitan yang mendera, Liverpool menawarkan 4,5 juta pounds bagi Adam. Manajer Blackpool saat itu, Ian Holloway, menganggapnya sebagai hal yang memalukan. Tak pantas bagi Adam dihargai sekecil itu.

Adam sendiri tak keberatan sebenarnya. Ia bahkan membuat transfer request yang pada akhirnya ditolak klub. Karena kondisi klub yang semakin terpuruk, Blackpool akhirnya benar-benar melepas Adam ke ke Liverpool dengan nilai 6,75 juta pounds.

Musim 2011/2012 menjadi fase puncak bagi Adam, dan Liverpool di luar kompetisi liga. Bersama Liverpool, Adam dua kali menginjakkan kaki di Wembley untuk final Piala FA, dan Final Piala Liga. Namun, Adam hanya mengangkat satu piala saja saat mengandaskan Cardiff 3-2 lewat tendangan penalti, meski Adam yang jadi penendang kedua gagal mencetak gol.


Meluncur bersama Liverpool (Sumber gambar: telegraph.co.uk)

Pada musim berikutnya, Adam dikontrak Stoke City dengan durasi empat tahun. Selama tiga musim berkarir bersama Stoke hingga saat ini, Adam sudah bermain 71 kali dan mencetak 12 gol.

Melihat tren klub Adam saat ini, agaknya sulit bagi gelandang kelahiran 1985 tersebut untuk kembali memperkuat tim besar. Kontraknya yang akan habis musim depan, belum menunjukkan tanda-tanda akan diperpanjang oleh manajemen.

Kalau pun Adam bermain di Liga Inggris, mungkin ia akan kembali bermain untuk tim semenjana.

Lah, memang Liverpool tidak termasuk tim semenjana? Tidak!

Sumber gambar: footballlive.ng

Komentar