Cenderamata Fans Meksiko untuk Robben Si Penyelam

Cerita

by Sigit Prasetyo

Sigit Prasetyo

Dahulu sering bermain di kiri luar ataupun kanan luar

Cenderamata Fans Meksiko untuk Robben Si Penyelam

Robin van Persie dan Arjen Robben sama-sama melakukan diving di Piala dunia lalu. Diving yang sangat iconic. Yang sedikit membedakan, Van Persie menjatuhkan badan saat hendak menyambut umpan Daley Blind, saat Belanda bertemu Spayol di partai pembuka grup B Piala Dunia 2014. Sedangkan Robben menjatuhkan diri saat De Oranje bertemu Meksiko di babak 16 Besar, untuk meminta belas kasihan wasit agar timnya dihadiahi penalti.

Gol diving header RvP memang sulit dilupakan. Sangat indah. Bahkan untuk penduduk Brasil, sampai-sampai, mereka membuat mural bergambar mantan penyerang Arsenal itu. Lebih dari itu, layaklah kiranya gol penyama kedudukan itu masuk dalam nominasi Puskas Awards akhir tahun ini.

Sama halnya dengan RvP, diving yang dilakukan Robben juga sangat sulit dilupakan. Terkhusus untuk fans Meksiko. Pasalnya, karena pemain Bayern Munich ini menjatuhkan diri di kotak penalti Meksiko, Belanda dihadiahi tendangan 12 pas oleh Pedro Pruenca, wasit pada pertandingan itu. Penalti itulah yang membuat langkah Rafael Marquez dkk. harus terhenti di babak 16 besar.

Dan malam tadi, Meksiko kembali bertemu Belanda dalam sebuah partai ujicoba. Pada pertandingan yang dilangsungkan di stadion Amsterdam Arena tersebut, akhirnya Javier Hernandez dan kolega berhasil membalas kekalahan akhir Juni lalu. Meksiko menang 3-2 atas tuan rumah Belanda.

Namun, ada yang unik sebelum partai persahabatan itu digelar. Seorang fans Meksiko menyempatkan diri untuk datang ke sesi latihan timnas Belanda. Fans tersebut memang sengaja datang untuk memberi sebuah cenderamata untuk Robben. Sebuah kaos bergambar diri sang pemain saat melakukan diving. Selain itu kaos tersebut juga dibubuhi tulisan “No Era Penal” (seharusnya bukan penalti) dan juga Was Geen Straf (tidak ada hukuman).



No eral penal sendiri, sempat menjadi trending topic Meksiko lantaran Hristo Stoichkov, yang pada pertandingan Belanda vs Meksiko bertugas sebagai pundit di salah satu stasiun televisi berbahasa Spanyol, berkali-kali mengatakan “no era penal”. Seakan tak percaya dengan keputusan sang pengadil di lapangan. Sedangkan “was geen straf” sendiri merupakan sebuah bentuk protes fans Meksiko pada Pruenca. Mereka hendak mempertanyakan kenapa wasit tidak memberikan kartu kuning pada Robben yang jelas-jelas melakukan diving dan justru memberikan hadiah tendangan penalti.


Dalam video tersebut, Robben hanya mampu tersipu malu. Ia juga tetap tetap keukeuh bahwa keputusan wasit memberi penalti pada menit 93 itu sebagai keputusan yang tepat. Begitu juga dengan Van Persie. Melihat rekannya mendapat cenderamata unik, ia hanya bisa tertawa terkekeh.

Meski begitu, Robben juga tak tersinggung dengan hadiah dari fans Meksiko tersebut. Pun demikian dengan sang suporter, ia tetap tersenyum dan mengajak Arjen untuk foto bersama, meski sang pemain tetap teguh dengan pendiriannya.

Selain itu, setelah kedatangan fans dadakan itu, Robben juga mengaku ingin mengunjungi Meksiko. Tapi tidak untuk waktu dekat. “Meksiko memang indah,” akunya saat ditanyai wartawan, “saya tentu ingin pergi ke sana. Namun tidak dalam waktu dekat. Tunggu sampai kemarahan publik Meksiko sedikit mereda.”

Ya, memang begitulah sepakbola. Selalu lebih menarik jika dibumbui oleh kontroversi. Jika Anda kalah, Anda akan kecewa, frustasi, dan marah. Tapi kadangkala, beberapa orang memang tak bisa berpikiran objektif. Seperti kata Robben setelah berhasil membawa Belanda melaju ke fase perempat final Piala Dunia, meski lewat diving dan keputusan kontroversial.

Komentar