Fakta Rio Ferdinand yang Tak Banyak Orang Tahu

Cerita

by redaksi

Fakta Rio Ferdinand yang Tak Banyak Orang Tahu

Pemain United dan Kentang Goreng adalah Satu

Kehidupan para pemain besar di klub besar ternyata tak melulu mengenai hal-hal besar. Kisah Ferdinand mengenai perpisahan singkat para pemain United dengan kentang goreng rendah lemak menjadi bukti. Para pria dewasa bergaji besar, dengan tekanan pekerjaan yang sama besarnya, merasa terusik ketika mereka tidak diperbolehkan makan kentang goreng rendah lemak oleh manajer baru mereka. Spoiler alert, cerita ini berakhir dengan bahagia.

“Para pemain sepak bola adalah makhluk yang memiliki kebiasaan dan sejauh dapat saya ingat di United, sudah menjadi ritual bagi kami untuk mengonsumsi kentang goreng rendah lemak pada malam sebelum pertandingan. Kami mencintai kentang goreng kami, namun Moyes masuk dan, setelah pekan pertamanya, ia mengatakan bahwa kami tidak boleh lagi mengonsumsi kentang goreng kami.”

Rasa kesal Ferdinand terhadap kebijakan baru tersebut semakin menjadi setelah mendengar alasan yang dikeluarkan oleh Moyes. Menurutnya, alasan di balik penghapusan tradisi klub tersebut bukanlah alasan yang baik. Tak perlu rasanya kita memperbincangkan alasan Moyes, karena alasan Ferdinand di balik rasa kesalnya terhadap kebijakan Moyes sendiri cukup menarik: “Ketika banyak hal kecil mulai berubah, itu mengganggu kestabilan.”

Karenanya, hal pertama yang dilakukan oleh para pemain United setelah Ryan Giggs ditunjuk untuk mengisi posisi manajer yang kosong setelah Moyes dipecat adalah mengembalikan tradisi makan kentang goreng. Seorang pemain langsung memulai pergerakan untuk mengembalikan kentang goreng.

Ferdinand tidak mengungkap nama pemain yang dimaksud, namun sang pemain berujar seperti ini: “Kita harus menghubungi Gigsy. Kita harus membuatnya mengembalikan kentang goreng kita.” Ia berhasil.

Monster Moyes telah dikalahkan. Manchester United dan kentang goreng rendah lemak bersatu kembali setelah berpisah selama sembilan (nyaris sepuluh, malah) bulan terpisah. Mereka hidup bahagia selamanya.

Kemauan Moyes Tidak Pernah Jelas

Di Manchester United, Moyes meminta para pemain untuk memainkan bola-bola panjang. Di United pula Moyes meminta pemain untuk melakukan 600 operan pendek dalam satu pertandingan. Kedua taktik tidak berjalan sesuai rencana karena alasan-alasan berbeda.

“Kebingungan terbesar adalah mengenai bagaimana ia menginginkan kami memainkan bola ke depan. Sering kali ia meminta kami untuk melepaskan bola panjang. Beberapa pemain merasa bahwa mereka melepaskan umpan panjang lebih sering dari titik manapun dalam karir mereka,” ujar Ferdinand.

“Kadang kala taktik utama kami adalah umpan panjang, tinggi, dan diagonal. Ini memalukan. Dalam satu pertandingan kandang melawan Fulham kami melakukan 81 umpan silang! Aku berpikir, mengapa kami melakukan ini? Andy Carroll tidak bermain untuk kami!”

Kebingungan Ferdinand dapat dimengerti. United era Moyes memang tidak memiliki penyerang yang tingginya mencolok, menjulang seperti Andy Carroll atau Peter Crouch. Ada juga sebenarnya contoh yang lebih ekstrem: Jan Koller atau John Carew.

“Seluruh pendekatannya asing. Kali lain Moyes menginginkan banyak operan. Ia berkata: 'Hari ini saya ingin kita memainkan 600 operan di pertandingan ini. Pekan lalu jumlahnya hanya 400'. Siapa peduli? Aku lebih suka mencetak lima gol dari 10 operan,” lanjut Ferdinand, membicarakan gaya bermain lain yang coba diterapkan oleh Moyes.

“Itu jumlah yang banyak. Itu lebih banyak dari apa yang dilakukan oleh Real Madrid dalam 120 menit pertandingan di final Liga Champions. Itu jumlahnya dua kali lebih banyak dari jumlah operan Belanda ketika mengalahkan Spanyol 5-1 di Piala Dunia. Dan itu nyaris sama dengan jumlah operan Spanyol di pertandingan yang sama sehingga itu menunjukkan mengapa target Moyes, jika benar, adalah sebuah kebodohan yang parah.”

Para pemain United bukannya tidak kompeten memainkan taktik ini. Hanya saja, Moyes sendiri sepertinya tidak paham bagaimana cara untuk mendapatkan banyak gol dengan mengandalkan operan-operan pendek. Kebanyakan operan dilakukan di daerah defensive third dan middle third, jauh dari gawang lawan. Jika menebar ancaman saja tidak bisa, bagaimana mungkin mereka mampu mencetak gol?

“Dan bahkan jika memang ia memiliki target jumlah operan, untuk apa juga ia memberi tahu timnya? Kecuali jika ia ingin agar mereka menghabiskan semua waktu dalam pertandingan untuk memainkan operan ke arah belakang. Untuk urusan itu, Moyes sukses besar!”

Selanjutnya: Berakhirnya Kisah Cinta bersama John Terry

Komentar