Mourinho yang Gemar Menabuh Genderang Perang dengan Pelatih Lain

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Mourinho yang Gemar Menabuh Genderang Perang dengan Pelatih Lain

"Ketika Anda menikmati apa yang Anda lakukan, Anda tidak kehilangan rambut Anda. Kita tahu bahwa Guardiola botak. Berarti dia tidak menikmati sepakbola."

Seperti yang dikutip dari El Confidencial, Jose Mourinho mengatakan hal ini untuk mengomentari rekan sparring lamanya di La Liga, Josep Guardiola. Rupanya itu semua dimulai ketika dua pelatih ini menghadiri forum UEFA Elite Club Coaches pekan lalu. Pada forum itu, mereka berdua bertengkar mengenai rumput lapangan sepakbola.Untuk lebih spesifiknya, panjang rumput lapangan sepakbola. Well...

Manajer Bayern Munich mendukung rumput lapangan dipotong pendek, tetapi Mourinho tidak menyetujuinya. Ia mengatakan:

"Setiap orang memiliki gaya bermain yang harus dihormati. Sepakbola dapat spektakuler dalam berbagai cara."

Pep kemudian merespon:

"Keindahan sepakbola tergantung pada pelatihnya. Sepertinya Mourinho lebih memilih sepakbola dengan orientasi hasil daripada hiburan (bermain cantik). Saya tahu dia, baginya itulah yang terpenting."

Memang berdebatan yang tiada tara. Kemudian, jika kutipan paling atas tadi mengenai ledekan Pep botak bisa kita semua percayai, ternyata kutipan tersebut masih jauh lebih singkat dari kutipan terbesar Mourinho sekalipun.

Selain kutipan terkenal lainnya Mourinho yang mengomentari Jamie Redknapp, ini adalah kutipan terkenal lainnya yang lebih (atau sangat) panjang, yang diucapkannya pada tahun 2007:

"Pemain muda itu bisa diibaratkan seperti melon. Ketika Anda membuka dan ingin menyicipi melon tersebut, berarti Anda sudah 100 persen yakin bahwa melon itu adalah melon yang bagus. Kadang-kadang Anda memiliki melon yang bentuk dan warnanya indah, tetapi mereka memiliki rasa yang tidak manis. Beberapa melon lainnya malah agak jelek namun ketika Anda membukanya, rasanya fantastis. Satu hal yang sama juga bisa ditemukan pada pemain muda, satu hal yang sepakbola profesional miliki juga. Ada gap yang terlalu sulit dilewati dan mereka harus bermain dan berlatih dengan kami supaya kami bisa mencicipi melon-melon tersebut. Misalnya saja, Scott Sinclair. Dari cara dia bermain melawan Arsenal dan Manchester United, kami tahu melon yang kita miliki."

Scott Sinclair ternyata memang sudah lama menjadi buah melon untuk Mourinho. Seperti yang kita tahu, Sinclair yang sekarang bermain untuk Manchester City, pernah berada dibawah asuhan Mourinho di Chelsea pada tahun 2006 sampai 2010.

Komentar