Athletic Bilbao dan Keteguhan Memakai Pemain Lokal

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Athletic Bilbao dan Keteguhan Memakai Pemain Lokal

Di Spanyol, Athletic Bilbao adalah anomali. Mereka berpegang teguh pada tradisi. Athletic adalah jati diri dari bangsa Basque itu sendiri.

Seperti halnya Real Madrid dan Barcelona, Athletic belum pernah terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Spanyol. Secara bentuk, Los Leones, pun sama seperti El Real dan Barca. Ketiganya bukan sebuah korporasi olahraga, melainkan dijalankan dan dimiliki oleh anggota klub atau penyes.

Aturan Cantera

Aturan Cantera adalah alasan mengapa Athletic selalu menggunakan pemain binaan atau pemain dari Basque.

Istilah Cantera merujuk pada wilayah geografis di mana klub tersebut berasal. Athletic menerapkan aturan ini sejak 1912. Keuntungan dari aturan ini adalah pasokan pemain untuk tim nasional Spanyol.  Saat itu, Athletic merupakan penyumbang pemain terbanyak kedua setelah Real Madrid.

Cantera menjadi salah satu alasan mengapa Athletic jarang mengalami krisis finansial. Menggunakan pemain lokal, bisa menghemat pengeluaran. Klub tidak perlu mengeluarkan uang untuk mentransfer pemain dari klub atau negara lain. Mereka tinggal mencari pemain berbakat di akademi.

Sebenarnya, pemain tidak melulu harus dari akademi klub, tapi juga Basque secara keseluruhan. Misalnya Javi Martinez. Ia adalah pemain binaan akademi Osasuna, yang berada di wilayah Navarre. Navarre sendiri masih termasuk ke dalam wilayah “Greater Basque”.

Saat mengontrak pemain, pihak klub biasanya menerapkan klausul buy-out,  agar sang pemain tersebut tidak dengan mudah pindah ke klub lain. Ander Herrera misalnya. Ia memiliki buy out clause sebesar 36 juta euro. Sementara Javi Martinez 40 juta euro.

Musim ini, dari 23 skuat yang ada, hanya satu yang berasal dari luar Spanyol. Sisanya adalah pemain lokal.

Aymeric Laporte yang berkewarganegaraan Prancis pun, sebenarnya pernah mencicipi akademi Athletic Bilbao. Pada 2012 ia sudah masuk ke tim inti Athletic dengan menorehkan dua gol dari 50 kali penampilan.

Mayoritas pemain yang ada saat ini berasal dari akademi Athletic. Mereka biasanya menghabiskan satu musim di Athletic B, lalu naik tingkat ke tim ini. Regenerasi terus berlanjut di klub yang berdiri sejak 1898 ini. Mereka tidak pernah kehabisan stok pemain muda sepanjang musimnya.

Liga Champions

Menempati peringkat empat pada musim lalu, membuat Athletic berkesempatan bermain di Liga Champions. Mereka mesti melewati babak play off, menghadapi wakil Italia, Napoli.

Pada pertandingan pertama di Stadion San Paolo, Athletic berhasil menahan imbang 1-1 berkat gol yang dicetak Iker Muniain.

Pada leg kedua yang digelar di Stadion San Mames, Athletic yang sempat tertinggal 0-1, membalikan keadaan. Mereka mencetak tiga gol dan menang 3-1. Dengan ini, Athletic unggul aggregat 4-2.

Ini merupakan kali pertama sejak sepuluh tahun terakhir penampilan Athletic di Liga Champions. Prestasi terbaik mereka selama sepuluh tahun terakhir adalah menjadi runner up Europa League pada musim 2011/2012.

Keberhasilan ini memiliki dampak ganda bagi Athletic. Selain pertambahan pemasukan keuangan, para pemain juga bisa merasakan atmosfer ketat di luar pertandingan menghadapi Barcelona dan Real Madrid.

Ya, karena pengalaman tidak pernah bisa dibayar dengan uang.

Sumber gambar: toniiavarone.it

Komentar