Kisruh Denmark dan Pemanggilan Pemain Futsal

Berita

by Reva Bagja Andriana

Reva Bagja Andriana

Ekonomi, Sepakbola dan Metal.

Kisruh Denmark dan Pemanggilan Pemain Futsal

Menghadapi Slovakia pada pertandingan persahabatan, Kamis (6/9) pagi WIB, Timnas Denmark tidak akan diperkuat sejumlah pemain utama.

Dalam daftar 24 pemain yang dirilis oleh DBU sebagai Asosiasi Sepakbola Denmark, tak ada satu pun pemain yang berasal dari liga top Eropa maupun Danish Superliga. Pemain-pemain yang dipanggil mayoritas berasal dari divisi dua (strata ketiga) di kompetisi Denmark.

Dari seluruh pemain yang dipanggil, empat di antaranya merupakan pemain futsal. Mereka adalah Christoffer Haagh, Christian Bommelund Christensen, Kevin Jorgensen, serta Louis Veis. Bahkan dari nama-nama itu, seluruhnya bermain bagi klub futsal yang sama yaitu Jaegersborg.

“Sepertinya kami (Denmark) akan memasukkan pemain futsal serta pemain yang berada di divisi rendah ke dalam tim, hal itu tidak bagus untuk sepakbola Denmark. Sesungguhnya saya masih berharap hal itu tidak terjadi. Mereka harus memperbaiki [masalah] yang terjadi sehingga pemain Denmark yang asli bisa bermain,” ujar Morten Wieghorst, pelatih Aalborg BK, dikutip dari BBC.

Skuat Denmark untuk menghadapi Slovakia. Tidak ada nama-nama bintang seperti Christian Eriksen, Kasper Schmeichel, serta Nicklas Bendtner (via: dbu.dk)

Kisruh antara pemain Denmark dengan DBU menjadi alasan. Persoalan keduanya dipicu oleh negosiasi kontrak yang tidak mencapai kata sepakat.

Asosiasi para pemain Denmark awalnya ingin memperbarui kesepakatan kontrak serta hak-hak komersil. Namun DBU menolak kesepakatan tersebut dan memutuskan untuk keluar dari negosiasi.

Persoalan itu yang menyebabkan perselisihan antara kedua belah pihak. DBU akhirnya memilih untuk memanggil para pemain yang bermain di divisi rendah ketimbang para pemain terbaik seperti Christian Eriksen, Simon Kjaer, ataupun Kasper Schmeichel. Keinginan para pemain yang tidak terpenuhi membuat Denmark tidak bisa menampilkan para pemain utama.

“Kami mengira bahwa DBU ingin membuat kami marah. Mereka membuat seolah-olah kami para pemain tidak ingin berlaga pada pertandingan internasional. Tapi hal tersebut sama sekali berseberangan,” ucap Kjaer, dikutip dari Sky Sports.

Menanggapi situasi yang terjadi, Claus Bretton-Meyer selaku CEO dari DBU membenarkan bahwa mereka akan menggunakan skuat tanpa pemain utama. Ia juga mengonfirmasi bahwa ada masalah terkait negosiasi kontrak serta hak-hak pemain Denmark yang tidak mencapai kata sepakat.

“Kami berharap bahwa pemain dapat bertemu ketika kami dapat menawarkan uang yang sama, bonus, asuransi, penerbangan yang lebih baik, masakan serta perawatan lainnya. Sekarang kami bekerja untuk mendapatkan pemain sebaik mungkin [tanpa pemain utama] untuk berlaga dalam 2 pertandingan bagi Denmark,” tutur Bretton-Meyer, dikutip dari Goal.

Untuk saat ini, The Tin Soldiers akan ditangani oleh John Jensen sebagai pelatih sementara Denmark. Ia akan menggantikan Age Hareide, setidaknya dalam pertandingan melawan Slovakia sebagai buntut dari kekisruhan yang terjadi.

Persoalan yang rumit itu tidak hanya kali ini menimpa Denmark. Tahun lalu, timnas perempuan mereka memboikot laga kualifikasi Piala Dunia melawan Swedia. Alasannya pun sama, DBU tidak mampu memenuhi keinginan para pemain dalam masalah negosiasi kontrak serta bayaran yang diberikan.

foto: akhayar.com

Komentar