Keributan Usai Laga Derbi Manchester Dipicu Perayaan Ruang Ganti City yang Dianggap Berlebihan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Keributan Usai Laga Derbi Manchester Dipicu Perayaan Ruang Ganti City yang Dianggap Berlebihan

Laga antara Manchester United melawan Manchester Ciy yang berlangsung di Stadion Old Trafford, Minggu (10/12) malam WIB, berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan City. Ternyata usai laga ini berakhir, terjadi keributan di ruang ganti yang melibatkan pemain, staf pelatih dan ofisial kedua kesebelasan.

Dilansir dari The Guardian, keributan di ruang ganti itu bermula saat para penggawa Man City melakukan perayaan kemenangan dengan menyetel musik dengan volume yang sangat keras. Suara musik tersebut dianggap terlalu bising oleh Manajer Man United, Jose Mourinho. Mou yang menganggap perayaan kemenangan yang dilakukan para penggawa City terlalu berlebihan, berjalan menuju ruang ganti The Citizens untuk menegur David Silva dan kawan-kawan.

Penjaga gawang Man City, Ederson Moraes, yang kebetulan berada di dekat pintu ruang ganti tak terima dengan peringatan yang diberikan oleh Mourinho. Pemain asal Brasil itu lantas menghampiri Mou, hingga keduanya terlibat adu mulut. Mou dan Ederson berbicara dengan Bahasa Portugis, sampai pada akhirnya Mou dikabarkan mengatakan ini pada Ederson; “Anda harus bisa menunjukkan rasa hormat. Siapa Anda?”

Setelah itu kondisi di ruang ganti Man City semakin tak terkendali karena para penggawa Man United juga terlibat konfrontasi tersebut. Huru-hara yang melibatkan para pemain, staff pelatih, dan ofisial kedua kesebelasan terjadi di koridor dekat ruang ganti Man City.

Hujan botol pun menjadi pemandangan chaos saat itu. Petugas kepolisian dan pihak pengaman stadion responsif meredam kekacauan. Mereka berhasil menenangkan sekitar 20 orang yang terdiri dari pemain, ofisial, dan staf pelatih kedua kesebelasan yang saling bertikai itu.

Akibat keributan tersebut asisten pelatih Man City, Mikel Arteta, terluka di bagian pelipis matanya setelah terkena lemparan botol yang dilakukan oleh Romelu Lukaku. Selain Arteta, salah seorang staf ofisial Man City juga harus mendapatkan perawatan medis akibat kejadian tersebut.

Setelah kericuhan berakhir, Mou yang kabarnya juga mendapatkan lemparan botol dan disemprot air susu saat pertikaian terjadi, langsung masuk ke ruang wasit untuk menyuarakan keluhannya kepada Michael Oliver, wasit yang memimpin derbi Manchester. Mou mengeluhkan keputusan Oliver yang tidak memberikan pelanggaran kepada Man United saat Ander Herrera dan Nicolas Otamendi terlibat duel di area penalti Man City pada menit 79.

"Reaksi pertama saya adalah saya merasa kasihan dengan wasit Michael Oliver karena dia memiliki pertandingan yang sangat bagus tapi sayangnya dia melakukan kesalahan penting,” kata Mou dalam sesi konferensi pers.

Mengulang Memoar Battle of the Buffet 2004

Insiden yang terjadi pasca derbi Manchester, seolah menggiring ingatan publik sepakbola terhadap kericuhan serupa yang pernah terjadi pada tahun 2004 silam. Saat itu Man United menjamu Arsenal dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris di Old Trafford pada 24 Oktober 2004.

Pertandingan yang dimenangkan Man United dengan skor 2-0 itu memang berlangsung dalam tensi tinggi. Beberapa insiden kecil terjadi di lapangan. Pada akhir laga, bek Arsenal, Sol Campbell tampak menolak berjabat tangan dengan Wayne Rooney. Saat itu Campbell merasa kesal kepada Rooney yang melakukan diving di kotak penalti Arsenal pada menit 73, hingga berbuah hadiah penalti bagi Setan Merah, yang sukses dieksekusi Rudd van Nistelrooy untuk membawa Man United unggul 1-0. Tidak hanya Campbell semua penggawa Arsenal juga tidak puas dengan hasil pertandingan tersebut.

Saat akan masuk ke ruang ganti, para pemain Arsenal dan Man United terlibat cekcok mulut. Selain itu, manajer Arsenal, Arsene Wenger, juga terlibat dalam percekcokan tersebut. Manajer asal Prancis itu bahkan dikabarkan menegur Nistelrooy karena tindakan kurang sportif yang ditunjukkannya kepada Ashley Cole.

Melihat pemainnya ditegur oleh Wenger, Sir Alex Ferguson pun turun tangan. Manajer legendaris Man United itu balik menegur Wenger, namun mantan pelatih Nagoya Grampus itu balik menantang Fergie. Kondisi memanas saat salah seorang pemain Arsenal melempar sepotong Pizza kepada Fergie.

Tidak ada yang mengetahui siapa dalang pelemparan Pizza kepada manajer asal Skotlandia itu, namun spekulasi merebak bahwa sosok tersebut adalah Cesc Fabregas. Fabregas pun baru mengakui hal tersebut belakangan ini pada sebuah acara televisi.

Insiden tersebut pada akhirnya lolos dari sanksi FA, karena laporan kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada Federasi Sepakbola Inggris itu. Namun dewan pemerintahan sempat akan melakukan investigasi untuk mengusut permasalahan tersebut. Tapi pada akhirnya tidak berjalan hingga sekarang karena tak ada bukti yang cukup untuk menyeret Arsenal dan Man United mendapatkan sanksi tegas.

Gagalnya investigasi yang akan dilakukan dewan pemerintahan disinyalir karena tidak adanya rekaman video yang menggambarkan kejadian tersebut. Selain itu kubu Arsenal serta Man United juga terkesan bersikap tertutup. Mereka tampaknya enggan memperpanjang kekisruhan atas insiden yang akhirnya dikenal dengan sebutan “Battle of the Buffet 2004” itu.

***

Insiden “Battle of the Buffet 2004” terbilang sebagai salah satu keributan besar yang melibatkan dua kesebelasan di ruang ganti pemain. The Guardian melaporkan bahwa insiden pasca derbi Manchester kabarnya jauh lebih panas dan serius dibandingkan "Battle of the Buffet 2004".

Andai keributan yang terjadi setelah derbi Manchester itu dilaporkan ke FA, dengan bukti-bukti yang cukup, tidak menutup kemungkinan FA akan menjatuhkan sanksi tegas kepada dua kubu yang saling bertikai itu.

Foto: The Sun dan Mirror.co.uk

Komentar