Kerugian Persija Jakarta Saat Harus Berpindah Ke Stadion Manahan Solo

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Kerugian Persija Jakarta Saat Harus Berpindah Ke Stadion Manahan Solo

Stadion Manahan, Solo sudah dipastikan menjadi venue pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Jumat (3/11). Pemilihan Stadion Manahan sebagai venue laga tersebut dikarenakan tidak adanya izin dari Kepolisian bagi Persija untuk menggelar pertandingan melawan Maung Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi pun telah menyetujui pemindahan pertandingan antara Persija melawan Persib. Melalui surat nomor 384/LIB/X/2017 tertanggal 30 Oktober 2017 yang ditandatangani Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan, PT LIB menyetujui laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung digelar di Stadion Manahan sesuai surat dari Persija Jakarta nomor 260/PERSIJA/LIGA 1/X-2017.

Bagi Persija Solo sebenarnya bukan tempat yang asing, di Liga Super Indonesia (LSI) 2013 Persija juga pernah menjadikan Stadion Manahan sebagai home base mereka. Pada musim lalu di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, klub berjuluk Macan Kemayoran itu kembali menggunakan Stadion Manahan sebagai kandang, karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang menjadi markas mereka tengah menjalani proses renovasi persiapan Asian Games 2018.

Meski sudah sangat akrab dengan suasana Stadion Manahan, tetap saja dipindahkannya venue pertandingan melawan Persib dari Bekasi ke Solo akan menjadi kerugian tersendiri bagi Macan Kemayoran. Pasalnya selama bertarung di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 ini, Persija sudah terbiasa menggunakan Stadion Patriot sebagai home base mereka.

Meski Stadion Patriot berada di luar wilayah administrasi DKI Jakarta, namun atmosfer yang diciptakan Stadion Patriot kala Ismed Sofyan dan kawan-kawan melakoni laga kandang bisa dibilang meriah. Jarak antara Jakarta-Bekasi yang terjangkau sangat memungkinkan bagi para Jak Mania berbondong-bondong hadir ke stadion untuk mendukung Macan Kemayoran selama melakoni pertandingan kandang di Liga 1.

Ketika Persija harus berpindah kandang ke Stadion Manahan saat jumpa Persib, besar kemungkinannya bahwa atmosfer yang tercipta di markas Persis Solo itu akan terasa berbeda. Mungkin tidak akan seramai andai Persija bermain di Stadion Patriot. Sebab, pengumuman perpindahan venue yang terkesan mendadak akan menjadi kesulitan tersendiri bagi Jak mania untuk mendapatkan tiket pertandingan atau akomodasi lainnya seperti tiket kereta, pesawat, bus, hingga penginapan.

Selain itu kerugian lain yang akan dialami Persija dari pemindahan venue pertandingan ke Solo adalah, terenggutnya partai kandang terakhir mereka di Liga 1. Maklum laga melawan Persib merupakan pertandingan kandang terakhir mereka di Liga 1. Macan Kemayoran yang saat ini berada di posisi enam, dan berambisi untuk naik setidaknya ke posisi lima besar sangat berharap bisa meraih kemenangan atas Persib untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Biar bagaimanapun bertanding di Stadion Manahan ibarat bermain di tempat netral bagi Persija. Meski Stadion Patriot juga bukan markas asli mereka, namun tetap saja selama semusim ini mereka sudah terbiasa tampil di Stadion Patriot dan menganggapnya sebagai kandang asli mereka.

"Sebagai manajer tentunya saya kecewa karena seharusnya kan ini laga kandang Persija. Tetapi karena alasan faktor keamanan dan memang sudah merupakan suatu perintah, kami siap menerima konsekuensinya," kata Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, seperti dilansir dari Goal.com Indonesia.

Satu hal lain, merujuk pada rekor pertandingan Pesija pada musim lalu di Manahan, stadion berkapasitas 25 ribu kursi itu juga kurang bersahabat bagi Macan Kemayoran. Dari 11 penampilan Persija di Stadion Manahan musim lalu, hanya tiga kemenangan yang berhasil mereka dapatkan, sementara delapan laga lainnya berakhir imbang (empat kali) dan kalah (empat kali).

Sebelumnya Pelatih Persija, Stefano Cugura Teco, juga sempat mengungkapkan bahwa bila pertandingan melawan Persib dipindahkan ke Solo menjadi kerugian bagi tim asuhannya mengingat rekor pertandingan Macan Kemayoran yang tidak terlalu bagus pada musim lalu saat bertanding di Manahan.

"Semua sudah tahu. Musim lalu, kami bermain di Solo dan itu sangat tidak bagus untuk Persija. Kami sudah bermain bagus di Stadion Patriot dan mendapatkan dukungan banyak suporter dari The Jakmania. Sebenarnya saya ingin bermain di SUGBK karena stadionnya lebih besar tapi karena masih ada renovasi ya mau gimana lagi," terang Teco seperti dilansir dari Superball id.

Komentar