Akankah Arsenal dan Man City Didiskualifikasi dari Piala Liga karena Aturan Pergantian Pemain?

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Akankah Arsenal dan Man City Didiskualifikasi dari Piala Liga karena Aturan Pergantian Pemain?

Dua pertandingan di ajang Piala Liga Inggris (Carabao Cup) yang digelar pada Rabu (25/10) dini hari WIB mengundang perdebatan. Pertandingan yang mempertemukan Arsenal melawan Norwich City, serta Manchester City berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers, adalah dua yang paling disoroti dari enam pertandingan yang berlangsung pada Rabu dini hari WIB itu.

Bahkan beberapa pendapat menyatakan bahwa Arsenal dan Manchester City yang masing-masing meraih kemenangan atas lawan-lawannya itu harus didiskualifikasi lantaran adanya pelanggaran regulasi dalam hal pergantian pemain ekstra. Namun beberapa orang berpendapat bahwa Arsenal dan Manchester City tak melanggar aturan dalam hal pergantian pemain, jadi mereka tidak perlu didiskualifikasi.

Inilah komentar yang menganggap Arsenal dan City harus didiskualifikasi karena melanggar aturan:

Sementara ini yang menyatakan bahwa Arsenal dan City tidak melanggar aturan:

Adanya perbedaan pendapat soal pantas atau tidaknya Arsenal dan Manchester City untuk didiskualifikasi lantaran kedua kesebelasan tersebut melakukan dua pergantian saat pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Pada babak tersebut, manajer Arsenal, Arsene Wenger, menarik keluar Alex Iwobi dan memasukkan Joshua Da Silva pada menit ke-105.

Setelah itu, Wenger kembali melakukan pergantian dengan menarik Jack Wilshere untuk memasukkan Joseph Willock pada menit ke-114. Sementara Pelatih City, Josep Guardiola, menarik Bernardo Silva untuk digantikan Leroy Sane pada menit ke-95 dan Danilo yang ditarik keluar pada menit ke-103 untuk digantikan Kyle Walker.

Pandangan yang menganggap City dan Arsenal harus didiskualifikasi adalah karena hal itu melanggar aturan pergantian pemain ekstra yang tercantum dalam regulasi dalam turnamen bertajuk Carabao Cup itu. Regulasi mengatakan bahwa saat pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, masing-masing klub yang bertanding diizinkan untuk melakukan pergantian pemain tambahan. Perlu ditekankan bahwa pergantian ekstra hanya boleh dilakukan saat laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Dari sana, kelompok yang berpandangan bahwa City dan Arsenal harus didiskualifikasi menganggap bahwa dalam aturan tersebut, saat pertandingan berlanjut ke babak tambahan, setiap kesebelasan hanya diperbolehkan melakukan satu pergantian saja, sementara Arsenal dan City melakukan dua pergantian.

Meski tidak disebutkan berapa jumlah maksimal pergantian yang diperbolehkan bagi setiap kesebelasan untuk mengaktifkan privilege pergantian ekstra di babak tambahan, namun argumen bahwa Arsenal dan City harus didiskualifikasi karena melakukan dua pergantian di babak tambahan mungkin saja benar.

Namun, kita juga bisa menemukan kekeliruan dari pendapat yang mengatakan City dan Arsenal harus didiskualifikasi karena melanggar aturan pergantian pemain. Masalahnya, selama 90 menit pertandingan masing-masing, Arsenal dan City baru melakukan dua kali pergantian. Aturan FIFA menjelaskan bahwa maksimal pergantian pemain dalam satu pertandingan adalah tiga kali bagi setiap kesebelasan yang bertanding. Jadi apa yang dilakukan oleh keduanya sama sekali tidak melanggar aturan yang ada.

Sebab, satu pergantian yang dilakukan Arsenal dan City di babak perpanjangan waktu adalah untuk menghabiskan kuota pergantian normal (yaitu tiga pergantian pemain), sementara satu pergantian lainnya adalah untuk menggunakan privilege mereka yang diperbolehkan melakukan pergantian ekstra saat laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

Seperti diketahui bahwa laga yang dimainkan Arsenal dan City berlanjut hingga babak perpanjangan, bahkan pertandingan antara City melawan Wolverhampton sampai berlanjut ke babak adu penalti. Logisnya, andai aturan soal pergantian pemain ekstra itu tidak ada, setiap tim tetap diperbolehkan untuk melakukan pergantian pemain sebanyak satu kali, dua kali, atau bahkan tiga kali, selama kuota tiga pergantian (yang merupakan aturan saklek soal pergantian pemain) belum habis.

Selain itu, pada pertandingan lain di Piala Liga pada babak sebelumnya (babak ketiga) juga, beberapa kesebelasan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Arsenal dan City di laga ronde keempat itu. Misalnya, Leeds United yang pada pertandingan ronde ketiga menghadapi Burnley juga melakukan dua pergantian di babak tambahan waktu, karena mereka hanya melakukan dua pergantian di waktu normal.

AFC Bounemouth malah melakukan hal yang lebih ‘ekstrem’ dengan melakukan empat pergantian di babak tambahan waktu, saat berhadapan melawan Brighton & Hove Albion di babak ketiga Piala Liga Inggris. Selama 90 menit di waktu normal, Eddie Howe memang tidak melakukan satu pun pergantian. Jadi ketika laga berlanjut ke babak tambahan, ia langsung melakukan empat pergantian agar stamina para pemainnya tidak terkuras. Brighton juga sebenarnya melakukan dua pergantian di babak tambahan.

Artinya, bila memang aturan menyebut Arsenal dan City harus didiskualifikasi karena dua pergantian yang dilakukan dalam pertandingan Ronde keempat Piala Liga Inggris, Bournemouth dan Leeds United pun seharusnya didiskualifikasi. Namun kenyataannya, Leeds dan Bournemoth tetap bermain di pertandingan Ronde keempat.

Peraturan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Komentar