Hanya Lazio yang Bisa Kalahkan Juventus di Kandang

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Hanya Lazio yang Bisa Kalahkan Juventus di Kandang

Ketangguhan Juventus di Allianz Arena akhirnya rubuh juga. Menghadapi SS Lazio di hadapan pendukungnya sendiri, Sabtu (14/10) malam WIB, tim asuhan Massimiliano Allegri itu koyak dengan skor tipis 1-2. Berkat kemenangan tersebut, Lazio kemudian mengukuhkan diri sebagai satu-satunya kesebelasan yang mampu mengalahkan Juventus di Allianz Stadium dalam kurun waktu dua musim terakhir.

Kali terakhir Juventus menelan kekalahan dalam laga kandang di Serie A terjadi pada 23 Juni 2015 lalu, saat mereka tumbang 0-1 dari Udinese. Setelah kekalahan tersebut Juve kemudian menjelma sebagai salah satu kesebelasan yang punya rekor apik di laga kandang. Tercatat, setelah kalah dari Udinese, La Madama kemudian memainkan total 41 pertandingan kandang selama gelaran Serie A dengan tanpa sekalipun menelan kekalahan (38 kemenangan dan tiga imbang).

Satu hal yang cukup menyakitkan, ketika selama kurang lebih dua musim lamanya Juventus mampu menjaga keangkeran Allianz Stadium dari ambisi lawan yang ingin mencuri poin penuh di markas mereka, justru hancur dalam tempo 90 menit saja oleh kolektivitas yang ditunjukkan oleh para pemain Lazio untuk membukukan tiga poin di pekan ke-8 Serie A Italia.

Cirro Immobile dan Strakosha yang Layak Disebut Pahlawan Kemenangan

Melihat keberhasilan Lazio menumbangkan Juventus di hadapan pendukungnya sendiri pada Sabtu Malam, kemarin, agaknya kuran pas bila tidak membicarakan sosok Ciro Immobile. Mantan penyerang Borussia Dortmund itu boleh dibilang sebagai aktor penting keberhasilan Lazio meraih tiga poin di Allianz Stadium, berkat dua gol yang berhasil disarangkan ke gawang Gianluigi Buffon.

Juventus sebenarnya mampu unggul lebih dulu setelah sepakan voli Douglas Costa di kotak penalti gagal dihadang kiper Thomas Strakosha. Namun setelah gol tersebut, mampu direspon dengan baik oleh tim asuhan Simone Inzaghi itu. Lazio pun mulai kemudian meningkatkan intensitas serangan mereka. Hasilnya pada menit 47 Immobile berhasil menciptakan gol penyama kedudukan setelah sepakannya gagal diantisipasi Buffon.

Lima menit berselang, kembali Immobile hadir sebagai ancaman paling potensial bagi lini pertahanan Juventus. Pergerakannya yang mampu menusuk hingga ke kotak penalti Juve pun harus membuat Buffon melakukan pelanggaran keras kepada penyerang asal Italia itu. Wasit kemudian menunjuk titik putih. Immobile yang menjadi eksekutor pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mencetak gol kedua Lazio.

Bagi Immobile keberhasilan mencetak dua gol ke gawang Juventus mungkin menjadi sebuah dilema bagi dirinya sendiri. Meski berasal dari Napoli, namun Immobile adalah Juventini. Bahkan kariernya pun dirintis di klub berjuluk La Vecchia Signora itu. Namun nasibnya agak kurang baik sehingga ia terbuang dari skuat utama, yang memaksanya terus berpindah-pindah klub.

Namun setidaknya dengan dua gol yang berhasil diciptakan, Immobile mampu membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang andal di Serie A musim ini. Tercatat penyerang berusia 27 tahun itu untuk sementara duduk di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara Serie A dengan total 11 gol, unggul satu gol dari Paulo Dybala yang duduk di posisi dua. Lebih dari pada itu dua gol yang berhasil diciptakannya pun seakan menjadi pembuktian kepada Juventus yang telah menyia-nyiakan bakatnya di masa remaja dulu.

Selain Immobile, satu sosok lain yang juga tak boleh dilupakan perannya dalam kemenangan Lazio atas Juventus, tentunya adalah sosok Strakosha. Penampilannya memang sempat meragukan, selain karena kebobolan, ia juga hampir melakukan blunder fatal yang hampir dimanfaatkan Gonzalo Higuain untuk menciptakan gol.

Beruntung, bola tendangannya yang memantul ke tubuh Higuain membentur mistar gawang yang kemudian bisa ia amankan setelahnya. Tapi kemudian penampilan Strakosha di bawah mistar gawang Lazio mampu membuat barisan penyerangan Juventus frustasi dalam upayanya menciptakan gol. Total ada lima penyelamatan krusial yang berhasil dilakukan penjaga gawang asal Yunani itu.

Namun yang paling menyita perhatian tentu, keberhasilannya menepis sepakan penalti Dybala pada masa injury time. Kalau Strakosha gagal mengantisipasi bola hasil penalti Dybala, dipastikan tiga poin Lazio sirna begitu saja. Sebab, seusai eksekusi wasit langsung meniup peluit tanda akhir pertandingan.

Belum Habis Harapan Bagi Juventus

Kekalahan yang dialami Juve memang sangat menyakitkan, karena tidak hanya membuat rekor impresif mereka di partai kandang ternodai, lebih dari pada itu juga semakin menyulitkan mereka untuk mengikis defisit poin dari Napoli yang saat ini berada di puncak klasemen sementara dengan 24 poin. Sementara Juventus, terpaksa turun ke posisi empat dengan total poin 19.

Meski saat ini Juve tertinggal lima poin dari Napoli namun asa juara pada akhir musim nanti masih sangat terbuka lebar bagi I Bianconeri. Kalau mau melihat perjalanan Juventus pada beberapa musim ke belakang, ini masih belum apa-apa bila dibandingkan dengan musim 2015/2016.

Pada musim tersebut, hingga pekan ke-8 Serie A, Juventus malah terperosok hingga papan bawah klasemen karena performa buruk mereka di awal musim. Tepatnya, sampai pada akhir pekan ke-8 Juve duduk diposisi 14 dengan hasil dua kemenangan, dua imbang, dan dua kalah.

Kemudian perlahan namun pasti Juve pun memperbaiki performa, yang membuat mereka lambat laun mampu merangkak sedikit demi sedikit hingga menuju papan atas. Hingga pada akhir musim, Juve pun mematikan gelar juara, meski sempat terseok di awal musim. Jadi, tidak perlu terlalu risau juga melihat posisi Juve saat ini yang berada di posisi empat, sebab kompetisi masih panjang, dan masih banyak yang bisa dilakukan Juve di sisa kompetisi ini.

Komentar