Mesir Kembali Tampil di Piala Dunia Setelah 28 Tahun Absen

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Mesir Kembali Tampil di Piala Dunia Setelah 28 Tahun Absen

Kegembiraan menyelimuti sebagian besar wilayah di Mesir pada Minggu (8/10) malam waktu setempat. Gol Mohammed Salah ke gawang Barel Morial pada menit 95 mengantar kemenangan tipis 2-1 Mesir atas Kongo. Tiga poin yang tak hanya bermakna kemenangan, karena kemenangan itu memuluskan langkah mereka untuk menggenggam tiket tampil di Piala Dunia 2018.

Mohamed Salah layak mendapat gelar sebagai pahlawan kemenangan. Andai eksekusi penaltinya mampu dimentahkan Morial di waktu terakhir pertandingan, maka dipastikan Mesir hanya akan menggenggam satu poin, yang memaksa mereka harus menentukan nasib hingga pertandingan terakhir di Grup E Babak Kualifikasi tahap akhir zona Afrika. Gol pertama Mesir pun dicetak olehnya.

Kemenangan Mesir atas Kongo membuat mereka kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi 12 poin. Perolehan tersebut dipastikan tidak akan mampu terkejar lagi oleh para kompetitor lainnya di grup tersebut seperti Ghana (6 poin) atau pun Uganda (8 poin) walau babak kualifikasi masih menyisakan satu pertandingan.

Mesir tercatat sebagai kesebelasan Afrika kedua yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia. Sebelumnya Nigeria telah terlebih dulu memastikan satu tempat di Rusia. Keberhasilan Mesir lolos ke Piala Dunia pun dirayakan dengan penuh suka cita oleh para pemain, pelatih, dan ofisial tim dengan berhamburan ke dalam lapangan usai laga. Mereka menangis haru sambil memeluk satu sama lain.

Kondisi yang tak jauh berbada pun ditunjukkan para penggemar di dalam stadion. Tangis haru pecah di Borg El Arab Stadium. Sementara di luar stadion, sebagian masyarakat turun ke jalan untuk melakukan pawai. Sebagian dari mereka tumpah ruah di jalanan untuk bernyanyi merayakan keberhasilan tersebut. Kebahagiaan benar-benar menyelimuti sebagian besar, atau mungkin seluruh wilayah di Mesir.

Melihat kegembiraan tersebut tentunya menjadi sebuah hal yang wajar, mengingat untuk bisa kembali merasakan geliat persaingan di Piala Dunia Mesir harus menunggu 28 tahun lamanya. Kali terakhir The Pharaohs tampil di Piala Dunia adalah tahun 1990 di Italia. Prestasi mereka hanya mentok di fase grup. Fakta yang sebenarnya miris bila melihat pencapaian Mesir di ajang Piala Afrika.

Dari tahun 1998 sampai 2010 Mesir telah memenangkan empat gelar juara di tahun 1998, 2006, 2008, dan 2010 namun gelar tersebut tak berarti apa-apa karena mereka selalu gagal tampil ke Piala Dunia. Terlebih setelah itu Mesir dilanda konflik yang kemudian membuat prestasi sepakbola mereka menurun drastis. Namun ketika konflik dalam negeri mulai mereda, sepakbola Mesir kembali bangkit, dengan memastikan tampil di Piala Dunia 2018.

Meski berhasil lolos, namun belum ada jaminan bahwa Mesir bakal memiliki pencapaian mengagumkan di Piala Dunia 2018. Hanya saja peluang bagi salah satu pemain mereka untuk mencatatkan rekor sangat terbuka lebar, khususnya bagi penjaga gawang mereka, Essam El-Hadary.

Bila pelatih Hector Cuper mempercayakan posisi penjaga gawang utama The Pharaohs kepada kiper yang akan menggenapkan usianya menjadi 45 tahun pada 15 Januari itu, maka dipastikan El Hadary akan menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh kiper Kolombia, Faryd Mondragon, yang bermain pada usia 43 di Piala Dunia 2014, Brasil.

Melihat kans, tentu cukup terbuka lebar bagi El Hadary sebab penampilannya terbilang apik selama babak kualifikasi. Total ada lima penampilan yang dibukukan El Hadary selama babak kualifikasi, dari catatan penampilannya di lima laga tersebut tiga kali saja gawang berhasil dijebol lawan. Catatan yang cukup impresif yang membuatnya memiliki kans tampil di Piala Dunia tahun depan.

Komentar