Babak Baru Drama Kisruh Neymar dan Barcelona

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Babak Baru Drama Kisruh Neymar dan Barcelona

Drama kepindahan Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG) ternyata belum usai sepenuhnya. Setelah pada akhir pekan lalu pemain asal Brasil itu menguak kekecewaannya terhadap sikap Dewan Klub, yang kemudian mengindikasikan alasan kepergiannya dari Camp Nou, kini giliran Barcelona yang melancarkan manuver kepada pemain berusia 25 tahun itu.

Melalui sebuah pernyataan resmi, Blaugrana menuntut agar Neymar sesegera mungkin mengembalikan uang yang telah dibayarkan klub kepada pemain yang bersangkutan, setelah sang pemain memperbarui kontraknya pada Oktober tahun lalu. Barcelona juga menginginkan Neymar membayar kerugian sebesar 8,5 juta euro dan tambahan 10 persen karena keterlambatan pembayaran.

Dalam pernyataan resmi tersebut, Barcelona juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan keluhan ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terkait pelanggaran kesepakatan kontrak baru yang dilakukan oleh Neymar. Selain itu, sebelumnya juga mereka telah mengajukan tuntutan hukum di salah satu pengadilan di Barcelona pada 11 Agustus. Barcelona berharap agar keluhan yang mereka ajukan kepada RFEF segera disampaikan kepada Federasi Sepakbola Perancis (FFF) dan juga Federasi Sepakbola Dunia, FIFA

"FC Barcelona telah mengirim sebuah klaim untuk diajukan terhadap Neymar karena pelanggaran kontrak kepada (RFEF) agar bisa diteruskan ke Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan FIFA,” terang pernyataan tersebut seperti dilansir dari halaman resmi klub, Selasa (22/8).

“Dalam tuntutan hukum, klub menuntut pemain mengembalikan jumlah yang sudah dibayar untuk perpanjangan kontraknya karena dia belum memenuhi semua perjanjian dalam kontrak barunya. Jumlah kerugian klub adalah 8.5 juta euro dan tambahan 10 persen. Klub juga meminta Paris Saint-Germain menanggung pembayaran itu kalau si pemain tidak dapat membayarnya sendiri," sambung Barcelona.

“FC Barcelona telah memulai proses ini untuk melindungi kepentingannya menyusul keputusan Neymar untuk menuruti kontraknya hanya beberapa bulan setelah dia menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2021. Pembelaan hukum ini akan dilakukan menyusul prosedur yang telah ditetapkan dengan pihak berwenang tanpa mengajukan argumen verbal dengan pemain,” tambah mereka.

Sementara itu, perwakilan Neymar mengungkapkan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh mantan pemain Santos itu terhadap persetujuan perpanjangan kontraknya bersama Barcelona pada Oktober lalu. Terkait tuntutan tersebut, kubu Neymar juga akan segera melakukan pembelaan hukum secara formal.

Selain itu, mereka juga berencana untuk mengajukan klaim terpisah atas bonus sebesar 26 juta euro yang ditolak dibayarkan Barcelona kepada Neymar sebagai kesepakatan awal dari perpanjangan kontrak barunya di Camp Nou pada Oktober lalu.

"Perlu dicatat bahwa berita ini diterima dengan sangat mengejutkan, karena Neymar benar-benar memenuhi kontrak yang berlaku, dengan setoran penuh jumlah yang tercantum dalam klausul pembeliannya dan FC Barcelona telah setuju untuk melepaskannya," kata wakil Neymar seperti dilansir dari ESPN FC.

Pada Oktober lalu, Neymar memang menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2021 mendatang. Saat itu, Neymar dijanjikan menerima bonus sebesar 26 juta euro. Namun bonus tersebut tidak diberikan langsung kepada Neymar, melainkan disimpan oleh pihak Barcelona di notaris atas saran dari pengacara mereka. Itu menjadi salah satu kekecewaan Neymar hingga akhirnya ia pindah ke Barcelona.

Selain itu, keputusannya hengkang ke PSG pada jendela transfer musim panas ini dengan mahar 222 juta euro kemudian membuat bonus perpanjangan sebesar 26 juta euro yang dijanjikan kepadanya otomatis tidak akan dibayarkan pihak Barcelona kepada Neymar. Hal tersebut disampaikan juru bicara Barcelona, Josep Vives.

Vives memastikan bahwa Barcelona tidak akan melakukan pembayaran bonus sebesar 26 juta euro kepada Neymar, karena pemain yang bersangkutan belum memenuhi kewajiban kontraknya secara penuh. Vives mengungkapkan bahwa ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi Neymar untuk bisa mendapatkan bonus tersebut.

"Ada tiga kondisi. Satu, bahwa pemain tersebut tidak melakukan negosiasi dengan klub lain sebelum 31 Juli. Dua, bahwa dia secara terbuka menyatakan keputusannya untuk memenuhi kontraknya, dan tiga, pembayaran akan dilakukan pada 1 September sampai Memastikan dia tidak pergi ke klub lain. Karena tidak semua persyaratan terpenuhi, maka klub tidak akan membayar bonus perpanjangan. Uangnya tidak lagi dengan notaris tapi kembali ke klub,” tegas Vives.

PSG Membela

Terkait polemik yang ini tengah dihadapi oleh bintang barunya itu, pihak PSG dalam sebuah pernyataan resmi merespon tuntutan yang diajukan Barcelona kepada Neymar. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (22/8) itu, PSG mengaku terkejut dan heran dengan sikap Barcelona yang sampai mau melakukan tuntutan kepada Neymar agar mengembalikan semua uang dari perpanjangan kontrak barunya, plus kerugian sebesar 8.5 juta euro.

Hal yang lebih mengejutkan pihak PSG adalah klaim dari pihak Barcelona yang menyatakan bahwa bila Neymar tidak bisa membayar piutangnya itu, maka pihak PSG yang harus menanggung beban hutang sang pemain.

“Paris Saint-Gemain terkejut mengetahui pernyataan Barcelona hari ini. Mereka mengajukan tuntutan di Spanyol terhadap mantan pemain mereka sendiri; Neymar Jr. Mereka juga mengindikasikan jika Neymar tidak membayar uang yang mereka minta, maka PSG yang harus bertanggung jawab dan membayarnya,” terang mereka seperti dilansir dari situs resmi klub.

Terkait sikap yang akan diambil terkait tuntutan yang dialamatkan kepada Neymar, kesebelasan berjuluk Les Parisiens itu mengungkapkan bahwa mereka akan menentukan sikap sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

“Paris Saint-Germain menyatakan kembali bahwa seperti halnya Neymar, pihak klub juga akan melakukan segalanya sesuai hukum yang berlaku dan menghormati semua aturan yang ada. Dalam hal ini Paris Saint-Germain sekali lagi menyesalkan perilaku FC Barcelona,” tukas PSG.

Foto: si.com, Goal.com

Komentar