Juergen Klopp Pasrah dengan Masa Depan Coutinho

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Juergen Klopp Pasrah dengan Masa Depan Coutinho

Liverpool dipastikan tidak diperkuat Philippe Coutinho dalam partai leg pertama play-off Liga Champions melawan Hoffenheim di Rhein-Neckar Arena, Sinsheim, Selasa (15/8) dini hari WIB. Coutinho tidak masuk dalam daftar pemain yang diboyong ke Jerman.

Sebelumnya terkonfirmasi bahwa Coutinho mengalami cedera punggung. Akibat cedera tersebut, mantan pemain Inter Milan itu juga absen saat Liverpool ditahan Watford dalam laga perdana Liga Primer Inggris, Sabtu (12/8) lalu.

Namun kabar lain berembus bahwa alasan lain yang membuat Coutinho tak diboyong ke Jerman dikarenakan permintaan pemain asal Brasil itu untuk segera dijual ke Barcelona. Isu permintaan transfer yang dilakukan penggawa timnas Brasil itu memang beredar luas. Uniknya kabar tersebut muncul beberapa jam setelah Fenway Sports Group (FSG) selaku Konsorsium yang memegang kendali kepemilikan Liverpool menyatakan bahwa pemain tersebut tidak akan dijual dengan harga berapapun.

“Pendirian definitif pihak klub adalah tidak ada penawaran untuk Philippe yang akan dipertimbangkan, dan ia akan tetap menjadi anggota Liverpool Football Club saat jendela transfer musim panas ditutup,” terang FSG seperti dilansir dari halaman resmi klub pada Jumat (11/8) lalu.

Dalam sebuah sesi konferensi pers menjelang pertandingan melawan Hoffenheim, manajer Liverpool, Juergen Klopp, enggan terlalu banyak membahas soal isu transfer Coutinho ke Barcelona. Ia mengungkapkan bahwa dirinya fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan melawan tim asuhan Julian Nagelsmann itu.

Klopp melanjutkan bahwa sejauh ini tidak ada perkembangan terkait status transfer Coutinho. Pihak klub masih ingin mempertahankan sang pemain, dan itu masih berlaku. Namun yang pasti Klopp menegaskan bahwa pemain yang sudah memperkuat Liverpool sejak 2013 itu memang tidak bisa dimainkan di laga melawan Hoffeinheim.

Ia menambahkan bahwa ketidakhadiran bekas penggawa Vasco da Gama itu dalam laga tersebut merupakan pukulan besar bagi Liverpool yang sangat membutuhkan kemenangan untuk ambisi bermain di putaran final Liga Champions musim 2017/2018.

"Tidak ada yang berubah dalam beberapa hari terakhir ini. Baik itu di sisi kami atau sisi lainnya. Dia (Coutinho) tidak akan bermain bersama kami pada pertandingan melawan Hoffenheim- itulah masalahnya. Dia tidak bisa bermain untuk Liverpool pada saat ini. Bagaimana semua orang bisa membayangkannya, itu adalah pukulan bagi kami,” terangnya seperti dilansir dari ESPN FC.

Meski begitu, Klopp enggan terlalu ambil pusing dengan ketidakhadiran Coutinho dalam pertandingan nanti. Pelatih asal Jerman itu mengungkapkan bahwa ia sudah memiliki skema dengan ketidakhadiran pemain berjuluk The Little Magician ini dalam laga nanti. Artinya, ia sudah mempersiapkan pemain lain untuk bisa menutup lubang yang ditinggalkan Coutinho yang dipastikan absen.

“Kami bisa mempersiapkan permainan tim ini tanpa dia, seperti misalnya kami harus mempersiapkan permainan tanpa Adam Lallana dan Daniel Sturridge, yang sedang dalam masa pemulihan cedera,” tegasnya.

Klopp Menyerahkan Keputusan Kepada Pemilik Klub

Kembali pada permasalahan masa depan Coutinho bersama Liverpool, Klopp mengatakan bahwa segala keputusan ia serahkan kepada FSG sebagai pemilik klub. Menurutnya ada aturan di dalam klub yang tidak bisa ia langgar. Pemain bernomor punggung 10 itu sepenuhnya milik Liverpool, apapun yang menentukan nasibnya bersama The Reds itu adalah keputusan dari pemilik klub.

"Jika misalnya ada tawaran untuk pemain, dan saya mengatakan `Tidak` dan pemiliknya berkata, `Ya, ayo kita minta berapa yang ingin mereka bayar`. Dan saya berkata, `Saya tidak ingin mendengarnya`. Tapi mereka bilang, `Kami ingin mendengarnya, 50 juta paun atau berapapun harganya, itu keren`. Jadi mereka menjual pemain - begitulah cara kerja klub,” terangnya.

Klopp mengatakan sistem yang sama juga ia alami ketika masih membesut Borussia Dortmund. Ia mencontohkan saat Nuri Sahin di lepas ke Real Madrid, itu bukan keputusannya, melainkan keputusan klub melalui Hans Jochim Watzke sebagai CEO Borussia Dortmund. Ketika keputusan sudah dibuat, maka ia pun tidak bisa berbuat banyak karena pemain yang bersangkutan, sekali lagi ia bilang, menjalin kontrak bersama klub, bukan dirinya.

"Pemain itu punya kontrak dengan klub. Ketika mereka setuju, saya 100 persen juga harus ikut setuju, saya tidak meminta hal-hal yang tidak dapat saya dapatkan dan saya menghormati peraturan dalam permainan,” katanya.

"Kemudian dalam masalah Coutinho, Jika FSG mengatakan tidak akan memperdulikan berapapun tawaran yang masuk yang diajukan Barcelona untuk Coutinho, maka itu adalah pesan yang jelas. Kami tidak menginginkan uang, kami ingin berinvestasi dalam tim dan memiliki tim terbaik karena kami Memiliki tujuan dan impian. Itulah pesannya,” sambungnya.

Dukungan Pemain Agar Coutinho Bertahan

Semakin berembusnya rumor kepindahan Coutinho, tentunya membuat kondisi tim jadi terasa kurang nyaman. Kapten Liverpool, Jordan Henderson, angkat bicara mengenai hal tersebut. Mewakili para pemain, Hendo mengungkapkan bahwa semua penggawa Liverpool sepakat meminta agar gelandang serang berusia 25 tahun itu tetap tinggal di Anfield. Menurutnya, bagi para pemain, Coutinho adalah bagian penting bagi tim.

"Ini situasi yang sulit, tapi jika Anda bertanya kepada siapa pun di tim maka tentu saja mereka ingin dia tinggal. Saya tidak berpikir saya dapat mempengaruhi situasi, tapi saya bisa melakukan percakapan dengan Coutinho. Dia adalah rekan setim saya dan saya dekat dengannya karena saya telah bermain dengannya selama beberapa tahun,” terangnya.

Meski begitu, Hendo menyadari kapasitasnya di Liverpool. Ia tidak bisa berbuat banyak andai keputusan memang sudah dibuat. Tapi, dengan tanggung jawabnya sebagai kapten tim ia mengaku akan berusaha keras untuk menjaga kekondusivitasan tim. Artinya, Hendo ingin agar para pemain tetap fokus melakukan pekerjaan mereka, tampil sebaik mungkin dalam setiap pertandingan untuk Liverpool

"Ini adalah situasi yang sulit bagi Coutinho, apapun yang saya katakan mungkin tidak akan membantu situasi, karena para pemain, sepenuhnya fokus pada pekerjaan yang ada. Sebagai pemain, kami harus fokus pada apa yang penting bagi kami sebagai sebuah tim dan tetap bersama-sama. Pertandingan besok adalah fokus terbesar bagi kita sebagai sebuah tim, seharusnya tidak berpengaruh sama sekali," tukasnya.

foto: Liverpool offside, Liverpool Echo, India.com

Komentar