Espanyol Agendakan Dua Laga Uji Tanding di Indonesia

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Espanyol Agendakan Dua Laga Uji Tanding di Indonesia

Indonesia kembali menjadi destinasi persiapan pra musim kesebelasan asal Eropa. Pada 2015 lalu Indonesia pernah kedatangan AS Roma yang menjadi tim asal Eropa terakhir yang berkunjung ke tanah air. Sayang kedatangan Roma saat itu dirasa kurang tepat, sebab Indonesia tengah menjalani sanksi FIFA.

Sehingga dalam lawatannya itu, Francesco Totti dan kawan-kawan tidak bisa menjajal kekuatan tim Indonesia. Tim asuhan Rudy Garcia itu pun hanya bisa melakukan ‘latihan terbuka’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dua tahun berlalu setelah kedatangan Roma, kini giliran klub asal Spanyol, Espanyol dipastikan datang ke Indonesia pada bulan Juli 2017 mendatang. Kondisinya saat ini Indonesia sudah lepas dari sanksi FIFA, sehingga Leo Baptistao dan kawan-kawan bisa menjajal kekuatan tim Indonesia.

Espanyol sendiri memiliki dua agenda uji coba di tanah air. Pertama mereka akan menjajal Tim Nasional Indonesia U-19 pada 14 Juli di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan uji coba melawan salah satu kontestan liga 1, Persija Jakarta pada 19 Juli di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi.

Tak tanggung-tanggung, menghadapi dua agenda tersebut, klub berjuluk Periquitos itu membawa dua tim sekaligus yakni tim utama dan reserve. Rencana tim utama mereka bakal diturunkan dalam pertandingan melawan Persija, sementara tim cadangannya dipersiapkan untuk menjajal kekuatan timnas U-19.

Bagi Persija dan timnas U-19, pertandingan ujicoba melawan Espanyol tentu akan menjadi pengalaman berharga. Bagi tim Macan Kemayoran, meski pada bulan Juli nanti mereka akan dihadapkan dengan jadwal padat kompetisi Liga 1 yang akan kembali bergulir pada 3 Juli setelah libur lebaran nanti, Persija tetap memandang laga tersebut penting.

Sebab kesempatan beruji coba melawan klub yang punya nama di kancah persepakbolaan Eropa bukan kesempatan yang sering mereka dapatkan. Sehingga diharapkan ada pelajaran dan pengalaman berharga yang bisa dipetik oleh Ismed Sofyan dan kawan-kawan dalam laga uji coba tersebut.

Sementara bagi timnas U-19, uji coba tersebut bisa dijadikan salah satu ajang persiapan mereka sebelum tampil di Piala AFF U-19 Myanmar yang akan berlangsung dari tanggal 4-17 September 2017 dan kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

Sebelumnya Indonesia juga sempat menjajal negara-negara hebat seperti Brasil, Republik Ceko, dan Skotlandia di ajang Toulon Turnament 2017 di Prancis. Hasilnya tim Garuda memang remuk redam, namun apresiasi tertinggi diberikan karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada tiga klub yang levelnya berada di atas mereka.

Pelatih Indonesia U19, Indra Sjafri mengungkapkan bahwa dari turnamen tersebut Indonesia mendapatkan banyak pengalaman, karena rata-rata lawan dihadapi memiliki usia dan pengalaman yang jauh lebih baik ketimbang Indonesia.

Sebelum menghadapi Piala AFF U19 dan Kualifikasi Piala Asia, Indra pernah mengungkapkan bahwa timnya butuh lawan uji tanding yang levelnya berada di atas anak asuhnya itu. Kesempatan pun akhirnya datang ketika Espanyol mau menjajal kekuatan Indonesia.

Meski kemungkinan besar skuat yang diturunkan adalah skuat cadangan, namun tetap akan ada pengalaman yang bisa dipetik. Salah satunya bagaimana cara anak asuhnya menemukan solusi ketika dalam keadaan ditekan lawan. Oleh karena itu, Indra berharap agar Espanyol B mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya di laga nanti.

Sebenarnya bukan tanpa alasan Indra ingin agar timnya mendapat lawan yang secara level berada di atas mereka. Pelatih asal Padang itu pada tahun 2012 hingga 2014 pernah juga menukangi timnas U19 yang kala itu dihuni pemain-pemain seperti Evan Dimas Darmono hingga Hansamu Yama.

Torehan terbaiknya adalah menjuarai Piala AFF U19 pada 2013 lalu. Namun di kualifikasi Piala Asia U19, Indonesia gagal total. Padahal sebelumnya mereka sangat superior dengan melawati 21 pertandingan tanpa terkalahkan, dalam pertandingan uji coba bertajuk tur Nusantara. Namun ketika tampil di ajang yang levelnya lebih tinggi Indonesia justru remuk redam.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Indra yang kini kembali dipercaya menukangi timnas U19 ingin agar anak asuhnya punya pengalaman lebih dengan menjajal kekuatan tim-tim yang secara level berada jauh di atas mereka. Hal tersebut bertujuan agar para pemainnya tidak demam panggung saat tampil di kejuaraan yang levelnya lebih tinggi.

***

Dalam lima tahun terakhir ini, Espanyol tercatat sebagai klub asal Spanyol ketiga yang dipastikan mendarat ke Indonesia. Sebelumnya ada Valencia (2012) dan Sevilla (2014) yang sebelumnya datang ke tanah air untuk beruji coba.

Foto: AS

Komentar