Dybala Adalah Permata yang Kasar

Berita

by Randy Aprialdi 25054

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Dybala Adalah Permata yang Kasar

Pele yang merupakan legenda sepakbola dari Brasil itu mengaku tidak terkesan dengan penampilan Paulo Dybala. Ia juga menilai kalau komentar soal Dybala merupakan penerus Diego Maradona adalah berlebihan. Komentar itu muncul setelah Dybala memperkuat Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan Brasil.

Dybala tidak mencetak gol pada laga tersebut. Begitu pun ketika penyerang asal Juventus itu memperkuat Argentina menghadapi Singapura. Kemudian Dani Alves yang memperkuat Brasil saat itu, sekaligus rekan Dybala di Juventus, ikut berbuka suara. Alves lebih memberikan saran untuk masa depan Dybala, terlebih ketika Juventus gagal meraih gelar juara Liga Champions 2016/2017 karena dikalahkan Real Madrid.

"Dybala, La Joya. Dia benar-benar permata, berlian yang kasar. Saya mengatakan kepadanya bahwa suatu hari nanti, tidak tahu kapan, dia harus meninggalkan Juve untuk memperbaiki permainannya," ungkap Alves seperti dikutip dari situs resmi Juventus.

Alves menyarankan demikian karena Juventus begitu mendominasi Serie-A. Ia ingin agar Dybala mengenal dan menambah wawasan tentang tingkat persaingan yang lebih berbeda. Dybala sendiri diminati Barcelona sebagai penerus potensial Lionel Messi dalam jangka panjang. Dybala memang muncul sebagai salah satu bakat muda terbaik di dunia sepakbola dalam beberapa tahun terakhir.

Dia juga menikmati musim yang bagus bersama Juventus pada Serie-A 2016/2017. Tercatat Dybala mencetak 19 gol dan sembilan asis bersama kesebelasan berjuluk La Vecchia Signora (Si Nyonya Tua). Dalam dua musim di Juventus, Dybala terus memamerkan bakatnya yang luar biasa. Dia memiliki visi dan kecerdasan yang didukung teknik untuk memaksimalkan kemampuannya.

Apalagi kaki kirinya disebut-sebut sebagai salah satu kekuatan magis yang harus disaksikan oleh banyak penonton sepakbola. Penyerang 23 tahun itu sendiri sudah mencetak 46 gol selama berkarir di Serie-A. Cuma satu gol yang dicetak memakai kaki kanannya dan sisanya diceploskan melalui kaki kirinya.


Sumber lain: Bleacher Report.

Komentar