Roger Schmidt Memilih Petualangan Barunya di Liga Tiongkok

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Roger Schmidt Memilih Petualangan Barunya di Liga Tiongkok

Tantangan baru, mungkin itulah yang ada di benak Roger Schmidt setelah menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada akhir musim 2016/2017. Sebelumnya ia santer dikaitkan dengan Arsenal, namun kemungkinannya jelas sudah tertutup mengingat manajemen The Gunners memutuskan untuk mempertahankan Arsene Wenger hingga dua musim ke depan.

Selain itu pelatih berusia 50 tahun itu juga dirumorkan merapat ke Ajax Amsterdam setelah Peter Bosz memilih hijrah untuk membesut Borussia Dortmund. Namun Schmidt telah menyangkal rumor kepindahannya ke Ajax, karena ternyata ia lebih memilih melanjutkan karier di Asia, tepatnya Tiongkok.

Beijing Guoan adalah kontestan Liga Super Tiongkok yang berhasil mendatangkan Schmidt. Pelatih berkebangsaan Jerman itu bakal menjadi pengganti Jose Gonzalez, yang diberhentikan secara tidak hormat karena dianggap gagal meningkatkan performa tim di kompetisi domestik.

Gonzalez tercatat gagal membawa Beijing Guoan bersaing di papan atas Liga Super Tiongkok, bahkan tim ibu kota Tiongkok itu harus menderita dua kekalahan beruntun dalam dua laga terakhirnya. Paling menyakitkan, saat mereka dihancurkan Shanghai SIPG 5-1.

Hasil tersebut membuat Beijing terlempar ke posisi tujuh klasemen sementara dengan 15 poin, terpaut 16 angka dari pemuncak klasemen sementara Guangzhou Evergrande. “Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Roger Schmidt telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim utama,” tulis Beijing Guoan seperti dilansir Goal.

Klub meyakini bahwa Schmidt bisa meningkatkan performa tim di kompetisi, rekam jejak Schmidt sebagai pelatih tidak diragukan lagi, karena sebelum menukangi Leverkusen ia pernah membawa Red Bull Salzburg juara Austria Bundesliga pada musim 2013/2014. Satu hal lain yang membuat klub menunjuk Schmidt adalah pelatih yang gemar menggunakan gaya permainan menyerang.

“Kami yakin bahwa Schmidt akan memberi dorongan baru ke Beijing Guoan dan akan memimpin tim kami mencapai prestasi yang lebih tinggi,”

Tentunya ini akan menjadi tantangan baru bagi Schmidt dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih. Sejak banting stir sebagai pelatih pada 2004, Schmidt lebih banyak berkiprah di sepakbola Eropa. Saat ia memilih Beijing Guoan jelas akan ada hal berbeda yang ia rasakan, mengingat kultur sepakbola Asia dan Eropa berbeda.

Apalagi ia datang saat kompetisi sudah dimulai, apalagi tim yang ia asuh seutuhnya bukan pilihannya. Meski memang di Beijing ada beberapa pemain hebat seperti Renato Augusto, Burak Yilmaz, dan Jonathan Soriano yang memiliki pengalaman tampil di kompetisi top Eropa, tetap saja mereka bukan pemain pilihan awal Schmidt.

Dalam kondisi seperti ini, jalas Schmidt dituntut bisa beradaptasi cepat dengan kondisi timnya saat ini. Apalagi pihak klub juga membebankan target tinggi kepadanya. Menarik tentunya melihat kiprah Schmidt di Liga Super Tiongkok, semua bisa dilihat saat ia memulai debut saat memimpin Beijing Guoan dalam laga lanjutan Liga Super Tiongkok melawan melawan Tianjin Teda pada 18 Juni.

Komentar