Harapan Luis Milla untuk Indonesia yang Akan Melawan Kamboja

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Harapan Luis Milla untuk Indonesia yang Akan Melawan Kamboja

Tim nasional Indonesia siap melakoni pertandingan ujicoba internasional keduanya melawan Kamboja di Stadion Phnom Penh Olympic Stadium, Kamis (08/06). Pada pertandingan uji coba internasional pertama melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada bulan Maret lalu, Indonesia takluk 1-3. Hasil yang mengecewakan bagi “Tim Garuda” sehingga pada pertandingan melawan Kamboja mereka wajib menang untuk menambah raihan poin mereka di rangking FIFA.

Menghadapi Kamboja, pelatih Indonesia, Luis Milla, memboyong 22 pemain yang merupakan campuran antara pemain timnas senior yang sebelumnya berlaga di Piala AFF 2016 dan pemain timnas U22.

Milla memastikan bahwa kondisi timnya jelang berhadapan melawan Kamboja sudah siap tempur. Pelatih asal Spanyol itu berharap ada pelajaran berharga yang bisa didapat oleh para pemain muda yang dibawa dalam laga tersebut, salah satunya membiasakan diri bermain di luar negeri.

Maklum para pemain muda yang dibawa Milla merupakan pilar penting yang akan menjadi tulang punggung Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia pada Agustus mendatang. Meski dalam pertandingan melawan Kamboja ada pemain senior yang dilibatkan, jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya lima pemain senior saja yang dipanggil sementara sisanya adalah penggawa U22.

“Tim dalam kondisi oke serta siap tempur menghadapi Kamboja besok. Sekali lagi kita bawa pemain muda yang akan disiapkan untuk SEA Games nanti dan lima pemain senior. Kita jalani dua kali latihan di Kamboja dan semua berjalan dengan baik. Selain itu ini momen bagi saya melihat kemampuan tim bertanding di luar Indonesia,” ucapnya dalam sesi konferensi pers pra pertandingan, di Kamboja, Rabu (07/06).

Mantan pelatih timnas Spanyol U21 itu mengungkapkan bahwa Indonesia mencari kemenangan dalam laga tersebut. Namun, Milla menyadari kalau Kamboja bukan lawan yang bisa dengan mudah ditaklukkan begitu saja. Menurutnya, bertanding di hadapan pendukungnya sendiri, Kamboja akan tampil lebih agresif.

“Kamboja merupakan tim yang bagus, apalagi berlaga di depan publik sendiri, mereka mampu menguasai pertandingan, menekan, dan pelatih mereka selalu mencoba menerapkan permainan menyerang. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka juga mampu mencetak gol,” tegasnya.

Akan tetapi hal tersebut tak serta merta membuatnya ciut nyali. Milla mengungkapkan bahwa ia memiliki tim yang komplet. Perpaduan antara pemain senior dan muda dalam skuatnya adalah komposisi yang bagus bagi tim yang sedang berkembang. Harapannya dalam lagan anti anak asuhnya bisa memperagakan gaya permainan yang sesuai dengan keinginannya.

“Kita akan lihat seperti apa tim kita saat melawan Kamboja nanti. Yang saya ingin para pemain bisa melakukan dan melihat serangan dibangun dari arah mana saja, dan terjadi koneksi yang baik antara pemain satu dengan pemain lain,” tukasnya.

Sementara Irfan Bachdim juga memiliki keyakinan bahwa dalam laga tersebut hasil positif bisa dipetik Indonesia. Meski memang ia menganggap Kamboja sebagai tim yang patut diwaspadai, namun ia meyakini kalau timnya dalam kondisi yang bagus menghadapi pertandingan tersebut.

“Ya, saya senang kembali lagi ke timnas Indonesia. Saya sudah siap dan semangat untuk pertandingan besok. Kondisi tim bagus, serta siap semua hadapi laga besok. Kamboja tim yang bagus, kita harus waspadai mereka. Semoga kita meraih kemenangan pada laga nanti,” katanya.

Selain melawan Kamboja, Indonesia juga dijadwalkan akan memanfaatkan kalender jeda internasional untuk melawan Puerto Riko di Sleman pada Selasa (13/06) pekan depan. Kamboja saat ini menduduki peringkat 174 FIFA, kemudian Puerto Riko ada di peringkat ke-133. Sementara Indonesia berada di peringkat ke-175.

Komentar