Absennya Matip Bikin Lini Pertahanan Liverpool Rapuh

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Absennya Matip Bikin Lini Pertahanan Liverpool Rapuh

Liverpool keluar dari Stadion Vitality dengan kepala tertunduk. Sempat unggul 1-3, tapi keadaan berbalik dan mereka kalah dengan skor 4-3 dari tuan rumah, AFC Bournemouth. Tampak banyak aspek yang memengaruhi kekalahan Liverpool ini, salah satunya adalah absennya Phillipe Coutinho dan Joel Matip.

Meski banyak yang menyalahkan Loris Karius atas kekalahan Liverpool ini, karena ia gagal menyelamatkan bola tendangan Steve Cook yang berujung gol Nathan Ake, serta gagal menahan tendangan Ryan Fraser yang membikin Bournemouth mampu memperkecil ketertinggalan, absennya Coutinho dan Matip juga memainkan peranan penting dalam kekalahan Liverpool ini.

Coutinho harus absen setidaknya sampai tahun baru nanti karena cedera engkel parah yang ia alami ketika Liverpool mengalahkan Sunderland. Sementara Matip mengalami cedera engkel yang membuatnya tidak bisa membela Liverpool dalam pertandingan melawan Bournemouth ini. Ketidakhadiran keduanya tampak begitu dirindukan dalam pertandingan ini.

Absennya Coutinho sedikit memengaruhi The Reds di sisi serang. Meski mencetak tiga gol, dan penampilan sang pengganti Divock Origi juga cukup menjanjikan, tetap saja ada bumbu yang kurang dalam serangan Liverpool, terutama tembakan-tembakan jarak jauh, kemampuan cut inside ke kotak penalti, serta umpan-umpan terobosan yang kerap dilepaskan Coutinho ke lini serang.

Sebenarnya dalam pertandingan ini, ketidakhadiran Coutinho dengan segala kemampuannya di lini serang dapat ditutupi dengan baik oleh Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Origi yang bergerak dinamis di lini serang. Yang paling dirindukan dalam pertandingan ini adalah Joel Matip. Pemain timnas Kamerun ini sukses menjadi pemimpin di lini pertahanan Liverpool dalam beberapa pertandingan terakhir.

Lucas Leiva yang menjadi penggantinya sebenarnya tidak bermain buruk. Kemampuan olah bolanya yang baik dimanfaatkan oleh Klopp dalam pertandingan ini untuk menjadi ball-playing defender, menyokong sistem gegenpressing yang Klopp terapkan. Namun ketika Bournemouth menekan balik setelah tertinggal 1-3, kepanikan begitu tampak. Mereka tidak sigap dalam menerima tekanan bertubi-tubi dari para pemain Bournemouth.

Ketidaksigapan mereka ini pun berbuah menjadi tiga gol ke gawang Liverpool, selain penampilan Karius yang juga tidak bisa dibilang baik dalam pertandingan tersebut. Absennya sosok Matip ini menjadi sesuatu yang cukup vital dalam pertandingan melawan Bournemouth. Selain itu, buruknya pertahanan Liverpool ini juga mengingatkan The Reds bahwa pertahanan adalah aspek yang harus segera dibenahi.

Absennya Matip, yang mungkin juga akan absen juga pada bulan Januari 2017 nanti ketika ia membela timnas Kamerun dalam ajang Piala Afrika 2017, serta absennya Coutinho, memberikan ujian mental yang cukup berat bagi Liverpool dalam pertandingan ini. Kekalahan dari Bournemouth memberikan pelajaran bagi Liverpool bahwa mereka harus siap menghadapi situasi seperti di masa yang akan datang.

foto: @BBCSport

Komentar