Kasus Perjudian yang Terungkap Interpol dalam Ajang Piala Eropa 2016

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kasus Perjudian yang Terungkap Interpol dalam Ajang Piala Eropa 2016

Dalam penyelenggaraan Piala Eropa 2016, ternyata ada sisi negatif lain yang baru terungkap. Dilansir oleh Daily Mirror, pihak Interpol sudah menangkap lebih dari 4.000 orang perihal perjudian ilegal yang diatur selama gelaran Piala Eropa 2016. Penangkapan ini sendiri dilakukan oleh Interpol di beberapa negara seperti Prancis, Yunani, Tiongkok, Italia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Penangkapan orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan judi ilegal ini merupakan bagian dari "Operasi Soga" yang dilaksanakan oleh Interpol. Melalui operasi ini, pihak Interpol berusaha untuk membersihkan kasus-kasus perjudian yang kerap terjadi dalam dunia sepakbola dengan melibatkan kepolisian dari negara-negara lain di seluruh dunia.

Melihat pelaksanaan operasi yang sudah keenam kalinya ini, "Soga", yang juga singkatan dari soccer gambling, sudah dilaksanakan dalam beberapa gelaran sepakbola dunia. Pada pelaksanaannya yang kedua, yang bertepatan dengan Piala Eropa 2008, Operasi Soga yang saat itu memiliki kode Aces, berhasil menjaring illegal betting website dan juga ilegal betting yang beroperasi laiknya call center.

Dalam ajang Piala Eropa 2016 ini, total uang yang dihasilkan dari proses judi ilegal ini sendiri berkisar sampai 500 juta paun. Jim Anderson, kepala dari Operasi Soga ini sekaligus kepala dari bagian Unit Anti Korupsi dan Kejahatan Keuangan Interpol, mengatakan bahwa uang hasil dari judi ilegal ini sering kali dipergunakan untuk hal-hal yang sifatnya negatif juga.

"Judi ilegal ini menghasilkan uang yang cukup banyak bagi para penjahat-penjahat dunia maya yang pada akhirnya berujung kepada korupsi, penjualan manusia, dan praktek money laundry," ujar Jim seperti dilansir The Guardian.

Total keseluruhan dari judi ilegal yang berhasil diungkap oleh Interpol lewat enam operasi SOGA ini berjumlah 3.400 kasus. Total uang yang berhasil diamankan dari judi yang berhasil diungkap ini mencapai kurang lebih 4,8 miliar paun. Namun, meski sudah berhasil mengungkap kasus perjudian dalam ajang Piala Eropa 2016, pihak Interpol mengakui bahwa ada peluang perjudian ilegal ini akan terulang kembali di kemudian hari.

"Interpol telah berkoordinasi dengan polisi-polisi di Asia, dimulai dengan para penjudi-penjudi dan juga operator judi kecil-kecilan. Hal ini kami lakukan agar mampu menyentuh organisasi-organisasi judi yang lebih besar, yang mampu menghasilkan triliunan uang dan tidak tersentuh di negara-negara seperti Malaysia dan Filipina. Kalau mereka belum tertangkap, ada kemungkinan judi ilegal seperti ini akan terjadi kembali," ujarnya.

Komentar