Tak Perlu Khawatir, Liverpool

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Tak Perlu Khawatir, Liverpool

Tanggal 14 April 2016 menjadi sebuah tanggal yang tidak akan dilupakan oleh fans Liverpool seantero jagat. Seperti halnya Istanbul yang mungkin akan menjadi hal yang selalu diingat, Anfield pada bulan April 2016 akan juga dikenang sebagai saat di mana Liverpool di bawah Juergen Klopp menciptakan sebuah keajaiban yang lama tak dirasakan Liverpool.

Liverpool saat itu sukses membalikkan keadaan tertinggal 0-2 di babak pertama menjadi 4-3 di akhir pertandingan, yang membuat klub berjersey merah-merah ini berhasil menapaki jalan menuju semifinal Europa League. Setelah beberapa tahun lamanya tidak mencicipi babak semifinal kompetisi Eropa, Liverpool akhirnya mampu kembali ke fase ini, dan memiliki peluang untuk meraih gelar juara di akhir kompetisi dengan segala mimpi yang terangkai, termasuk berlaga di Liga Champions Eropa musim depan.

Namun, seperti halnya perjalanan meraih sebuah mimpi dalam kehidupan nyata, perjalanan Liverpool untuk mewujudkan mimpi berlaga di Liga Champions Eropa musim depan pun harus didapat dengan sebuah pengorbanan. Pengorbanannya pun cukup lumayan. Yakni dengan tiga pemainnya yang harus absen dengan berbagai sebab, entah itu cedera ataupun sanksi.

Semua dimulai dengan cederanya Emre Can saat leg kedua babak perempat final Europa League melawan Borussia Dortmund. Can yang bermain cukup baik dalam laga tersebut bersama Joe Allen dalam menggalang lini tengah Liverpool harus ditarik keluar lapangan. Sempat digosipkan mengalami cedera yang parah, ternyata cedera Can tidak terlalu parah dan Can bisa kembali lagi jika sudah fit. Namun, dengan semakin ketatnya kompetisi, apakah Can bisa langsung nyetel dengan permainan Liverpool?

Sesudah Can, ada lagi nama Divock Origi yang cedera. Mungkin dapat dikatakan kalau cederanya pemain asal Belgia ini cukup disayangkan. Origi adalah pencetak gol di leg pertama dan kedua babak perempat final melawan Dortmund. DI ajang Liga Primer Inggris pun, ia bermain cukup baik dan mencetak beberapa gol, termasuk dalam derby Merseyside melawan Everton sebelum akhirnya tindakan gegabah Funes Mori membuat ia harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera.

Belum lagi kesedihan Klopp atas cederanya Can dan Origi, sesuatu yang tidak mengenakkan kembali terjadi. Mamadou Sakho, bek tengah andalan Liverpool ini gagal dalam tes doping yang hasilnya diumumkan tepat sebelum pertandingan antara Liverpool melawan Newcastle pada Sabtu (23/4) malam. Setelah kembali diuji pada Selasa (26/4) lalu, Sakho tetap dinyatakan gagal lolos tes doping setelah hasil tes menunjukkan bahwa dalam urine nya terkandung zat pembakar lemak yang bersumber dari obat diet yang Sakho konsumsi sehari-hari.

Melihat dari tiga pemain yang absen, sudah jelas mereka adalah pemain kunci bagi Liverpool. Namun, hal ini bukan berarti akan menurunkan kualitas Liverpool di babak semifinal Europa League melawan Villarreal, Jum`at (29/4) dini hari. Asalkan semua pemain tampil dengan baik dan mampu menggantikan peran Sakho, Origi, dan Can di lapangan, Liverpool tetap memiliki peluang untuk lolos ke babak final dan kemudian menjadi juara.

Klopp bisa mengandalkan pemain-pemain muda yang tampil gemilang dalam beberapa pertandingan terakhir seperti Jordan Ibe, Kevin Stewart, ataupun Sheryl Ojo. Selain itu, penampilan Daniel Sturridge dan Joe Allen pun sudah menunjukkan peningkatan, meski memang harus ditahan imbang di laga terakhir melawan Newcastle. Tapi, sekali lagi, absennya pemain-pemain kunci seharusnya tidak membuat Liverpool khawatir, karena mereka masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara, dan mewujudkan mimpi mereka tampil di Europa League musim depan.

foto: theanfieldwrap.com

Komentar