Oblak: Atletico Bermain untuk Menang

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Oblak: Atletico Bermain untuk Menang

Atletico Madrid begitu berambisi untuk tampil di San Siro, tempat final Liga Champions musim ini digelar. Capaian tersebut akan menjadikannya sebagai final kedua mereka dalam tiga musim terakhir. Peluang tersebut terus terjaga setelah Atletico berhasil mengalahkan Bayern Munich dengan skor 1-0 pada leg pertama semifinal Liga Champions yang dihelat di Stadion Vicente Calderon, Kamis (28/4) dini hari WIB. Gol kemenangan Atletico di laga ini dicetak oleh Saul Niguez ketika pertandingan masih berjalan 11 menit.

Kemenangan di laga ini pun menjadi pembuktian dari ketakutan-ketakutan gelandang Bayern asal Spanyol, Xabi Alonso. Pasalnya sebelum pertandingan ini dimulai, Alonso, yang juga eks pemain Real Madrid, mengakui bahwa Atletico adalah tim dengan pertahanan tangguh dan tahu bagaimana memainkan sepakbola dengan efektif.

Pernyataan Alonso pun dibuktikan oleh statistik pertandingan yang memang berjalan begitu timpang. Meski bermain sebagai tim tamu, Bayern begitu mendominasi permainan. Penguasaan bola di pertandingan ini pun bisa menjadi perbandingannya. Bayern yang tampil tanpa Arjen Robben dan Jerome Boateng akibat cedera mampu menguasai pertandingan dengan presentase penguasaan bola 71%.

Berbanding lurus dengan penguasaan bola yang begitu dominan, Bayern juga mampu membuat 16 tembakan dengan melepaskan 20 tembakan ke gawang. Sementara di sisi lain, Atletico hanya mampu melepas 11 tembakan dengan tujuh tembakan tepat sasaran.

Meski tak mencetak gol, nama Jan Oblak memang pantas disebut sebagai salah satu pemain yang menjadi kunci kemenangan Atletico di laga ini. Bagaimana tidak, ia mampu menyelamatkan gawang Atletico dari serangan bertubi-tubi anak asuh Josep “Pep” Guardiola. Tujuh penyelamatan pun dicatat oleh Whoscored untuk eks kiper Benfica ini.

Ketangguhan Oblak di bawah mistar Atletico diamini oleh pernyataannya di situs resmi UEFA usai laga ini berakhir. Bagi kiper berkebangsaan Slovenia ini, ketangguhan timnya merupakan bukti bahwa mereka sama sekali tidak takut oleh permainainan menyerang ala Bayern.

“Mereka tim yang benar-benar bagus. Oleh karena itu kami begitu menghormati mereka. Tapi, tidak di pertandingan. Di laga ini kami tidak memiliki ketakutan terhadap mereka,” ujar Oblak seperti dilansir oleh situs resmi UEFA.

“Di laga ini, kami bermain untuk memenangkan pertandingan,” ujar Oblak. “Yakni dengan cara mencetak gol dan berupaya untuk tidak kebobolan. Pada akhirnya, kami berhasil menyelesaikan laga ini dengan baik. 1-0. Meski kami menang, tapi kami tahu bahwa leg kedua pertandingan yang ketat.”

“Intinya, laga ini menjadi pembuktian Atletico bahwa kami layak untuk berada di sini melawan tim-tim terbaik. Kami harus memberikan semuanya di pertandingan kedua agar kami dapat melaju hingga babak final,” imbuh Oblak kepada BeIN Sports.

Dengan hasil ini, Atletico berpeluang melangkah ke babak final dengan syarat bermain seri atau tidak boleh kalah dengan selisih lebih dari satu gol asalkan Atleti pun mencetak gol tandang. Laga semifinal kedua Liga Champions ini sendiri akan digelar pada Rabu (4/5) di Munchen.


Sumber foto: FourFourTwo

ed: fva

Komentar