Torino dan Rencana Mengembalikan Kejayaan di Kandang Lamanya

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Torino dan Rencana Mengembalikan Kejayaan di Kandang Lamanya

Klub Serie A asal Turin, Torino, akan kembali lagi mengenakan stadio lama mereka, yakni Stadio Filadelfia. Tapi, stadion yang diperkenalkan sebagai fasilitas tim ini pada Senin (11/4) malam WIB, tidak akan menjadi stadion utama, melainkan hanya pusat latihan dan mini stadium. Namun, menurut Forza Italian Football, stadion ini belum akan digunakan pada musim ini, lantaran masih ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki.


Sebelumnya, Torino, Pemerintah Kota Turin, dan pemenang tender Stadio Filadelfia, CS Construction, telah membentuk suatu lembaga khusus untuk pembangunan kembali stadion ini. Lembaga ini nantinya akan mengurusi segala hal yang berkaitan dengan stadion ini sebelum secara resmi digunakan oleh klub berjuluk Granata ini.


“Senin (11/4) WIB bertempat di kantor pemerintahan Turin, akan diselenggarakan konferensi pers mengenai persetujuan penggunaan oleh Stadio Filadelfia oleh pemerintah wilayah Piedmont, Turin,” ujar pernyataan resmi Torino seperti dilansir oleh Football-Italia.


“Beberapa pihak terkait penggunaan Stadio Filadelfia bakal hadir dalam konferensi pers ini. Di antaranya adalah Presiden Torino FC, Urbano Cairo, Walikota Turin, Piero Fassino, dan semua pengurus Fondazione Stadio Filadelfia.”


Stadio Filadelfia bukan merupakan stadion baru di Italia. Berdasarkan data dari tuttosport, stadion ini telah dibuka sejak 1926. Torino bahkan menjadi satu-satunya tim yang bermain di stadion tersebut mulai awal dibuka hingga ditutup pada tahun 1963. Setelah ditutup pada 1963, Stadio Fidela tidak lagi digunakan untuk kegiatan apa pun hingga kini.

Bahkan, akibat minimnya perawatan, secara fasilitas stadion ini bahkan tidak layak lagi untuk kegiatan olahraga. Tribun penonton di stadion ini pun sudah terlihat begitu kusam. Keadaan tidak jauh berbeda juga terlihat pada lapangan dengan tribun, yang kini hanya dibatasi oleh beberapa lembar seng.

Tidak terlalu mengherankan melihat Torino bersikeras ingin pindah ke stadion yang mempunyai nama asli Campo Torino ini. Pasalnya, Granata pernah merasa merasakan banyak gelar di sana. Era Grande Torino, yang banyak diketahui orang sebagai era terbaik Torino karena berhasil membawa pulang trofi di tiap musimnya, bahkan terjadi di stadion ini.


Ide menyatukan kembali Torino dengan Stadio Filadelfia dimulai pada 2011. Saat itu, beberapa kelompok suporter melakukan pengumpulan dana untuk mendanai revitalisasi Stadio Filadelfia. Tak lama kemudian, Torino dan pemerintah lokal setuju untuk membantu secara finansial.


Pada September tahun lalu, 10.000 kelompok suporter Torino terlibat dalam peresmian Stadio Filadelfia. Perbaikan stadion ini pun mulai dikerjakan sejak Oktober 2015 lalu. Menurut beberapa media Italia, rencananya Stadio Filadelfia bakal dibuka pada awal musim depan sekaligus memperingati 90 tahun pembukaan stadion ini pada 1926 lalu.

Cat. Terima kasih Indonesia Torino atas info mengenai penggunaan stadion ini.

Komentar