Antonio Conte adalah Sosok Tepat bagi Chelsea

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Antonio Conte adalah Sosok Tepat bagi Chelsea

Rumor mengenai masa depan Antonio Conte yang akan melanjutkan perjalanan karier kepelatihannya setelah menangani Timnas Italia akhirnya terjawab. Pelatih berusia 46 tahun tersebut telah diperkenalkan sebagai manajer Chelsea untuk tiga tahun per musim 2016/2017.

Direktur Chelsea, Marina Granovskaia, mengatakan bahwa: “Kami sangat senang bisa merekrut salah satu manajer terbaik di dunia dan menyelesaikan semua urusannya sebelum musim ini berakhir. Hal ini tentu membantu kami untuk merencanakan musim depan.”

“Pada kesempatan kali ini, saya juga ingin berterima kasih banyak kepada Guus Hiddink (yang saat ini menjabat manajer Chelsea), yang telah bekerja dengan dengan baik sejak bergabung dengan kami pada Desember lalu.”

Conte akan mulai menangani Chelsea setelah Euro 2016, usai kontraknya bersama Timnas Italia – yang bermain di turnamen tersebut – berakhir. Seperti yang dilansir situs resmi Chelsea, Conte merasa tidak sabar untuk merasakan atmosfer Liga Primer.

“Saya sangat bersemangat dengan prospek pekerjaan yang ada di Chelsea. Saya cukup senang bisa menjadi pelatih timnas negara saya dan diteruskan sebagai manajer Chelsea. Saya tidak sabar untuk segera bertemu dengan semua orang di klub dan tantangan sehari-hari di Liga Primer,” imbuh Conte seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Chelsea dan sepakbola Inggris ditonton banyak orang dan memiliki banyak penggemar yang bergairah. Di sini, saya berambisi untuk meraih lebih banyak kesuksesan dan melanjutkan kemenangan-kemenangan yang saya raih di Italia,” tambahnya.

Karier kepelatihan Conte dimulai kala ia menangani Arezzo pada 2006. Kariernya terus menanjak usai membawa Siena promosi ke Serie A 2010/11. Kepergian Luigi Delneri membuatnya ditunjuk menjadi pelatih Juventus untuk musim 2011/12. Di tahun pertamanya sebagai pelatih Juventus, ia langsung memberikan gelar Serie A usai delapan tahun Si Nyonya Tua gagal menjadi juara (cat. 2004/05 - 2005/2006 Calciopoli).

Kesuksesan merabut gelar di kompetisi lokal membuat pendukung Juventus seketika langsung jatuh hati pada Conte. Pilihan taktik dan formasi Conte yang variatif, mulai dari 4-2-4, 4-3-3, hingga 3-5-2, membuat banyak tim tumbang oleh Juventus-nya Conte. Mereka bahkan tercatat tidak terkalahkan dalam satu musim penuh di Serie A. Beberapa tim tradisional di Italia, seperti AS Roma dan Fiorentina, bahkan merasakan pahitnya kalah telak dari Juventus.

Tiga musim di Juventus, Conte sukses memberikan tiga gelar Serie A dan dua gelar Supercoppa Italia. Tidak hanya itu, Conte juga sukses mencatatkan rasio kemenangan sebesar 67,55 % di Italia.

Conte sendiri akan menjadi manajer asal Italia kelima yang melatih di klub asal London tersebut. Sebelumnya, ada nama Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti and Roberto Di Matteo. Melihat prestasi Conte di Juventus, akankah dia mengikuti kesuksesan nama terakhir yang mampu mempersembahkan Liga Champions. Menarik ditunggu.

Komentar