Permintaan Maaf Pep Guardiola

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Permintaan Maaf Pep Guardiola

Pengumuman mengenai pemutusan hubungan kerja antara Bayern Munchen dan Pep Guardiola pada akhir musim 2015/16, yang diumumkan bulan lalu, ternyata memiliki efek jangka panjang. Pasalnya, setelah muncul gosip penggantinya di Bayern Munchen yang akhirnya diresmikan dengan penunjukkan Carlo Ancelotti per akhir musim ini, kini muncul gosip mengenai klub mana yang akan ditangani eks pelatih Barcelona ini.

Dengan adanya kuota untuk Pep di akhir musim, desas-desus pelatih mana yang dipecat pun semakin kencang. Setelah Chelsea yang hanya mengontrak Guus Hiddink hingga akhir musim, kini kursi Louis van Gaal dan Manuel Pellegrini yang dikabarkan tak aman.

Panasnya isu mengenai pemecatan pelatih di Liga Primer akibat Pep bukan tanpa sebab, pasalnya minggu lalu, ia melontarkan pernyataan ingin menjadikan Inggris sebagai tujuan selanjutnya.

“Saya belum menentukan klub baru yang akan dituju sejauh ini. Saya ingin berada di kota yang baru dan saya ingin bekerja di Inggris. Itulah alasan yang saya jadikan pilihan mengapa saya harus meninggalkan Bayern,” ujarnya.

“Saya memiliki banyak tawaran melatih di sana (Inggris), tetapi saya belum menyetujui apapun. Jika saya berumur 60 atau 65 tahun, saya pasti akan memilih Bayern. Tapi saya pikir, saya terlalu muda. Saya butuh pengalaman baru,” imbuhnya.

Mencuatnya berita mengenai kedatangan Pep pun membuat banyak pihak waswas. Namun, ada juga sosok terkenal lain di sepakbola Inggris yang marah dengan pernyataan Pep. Salah satunya adalah Alan Shearer.

Eks pemain Newcastle ini menuding bahwa Pep tidak memiliki etiket. “Pep seperti tidak memiliki etiket ketika ia menargetkan Inggris sebagai pelabuhan selanjutnya. Tidak apa-apa jika dirinya berkata ingin menuju Stamford Bridge [mengingat Chelsea baru memecar Jose Mourinho dan Hiddink juga hanya ditunjuk sebagai manajer interim sampai akhir musim]. Namun, komentarnya akhir-akhir ini membuat tekanan kepada manajer Manchester City dan Manchester United semakin sering terdengar.” tukasnya.

Melihat kritikan yang menimpanya, Pep sepertinya sadar diri. Ia pun meminta maaf atas ucapannya. “Saya meminta maaf. Seharusnya saya tak melakukan hal tersebut. Saya menghomati rekan sesama pelatih,” ujar Pep.

Ia pun mengatakan bahwa ia tak ada niatan untuk melukai hati rekannya. “Saya hanya akan berbicara mengenai tim baru saya ketika saya sudah resmi. Saya belum berbicara mengenai keinginan saya untuk pindah ke Inggris kepada pemain Bayern. Tapi, seperti yang Anda tahu, mereka pasti sudah mengetahui hal ini sebelum saya memberitahunya," ungkap pelatih berusia 44 tahun ini.

Keputusan Pep untuk hijrah ke klub Inggris memang sangat mengagetkan. Pasalnya, kontraknya di Bayern masih tersisa beberapa musim lagi. Selain itu, klub yang meminang Pep pasti akan beruntung. Sebab, selama ia melatih Barcelona dan Bayern Munchen, ia membukukan presentase kemenangan yang tnggi, yakni 72% dan (untuk sementara) 78%.

Jadi, melihat permintaan maaf yang diungkap Pep, rasanya tak mungkin akan melhat dia pindah dalam waktu dekat. Jadi, berlabuh dimanakah Pep Guardiola di akhir musim?

Sumber: Sky Sports, Mirror, Squawka, Express

Komentar