Stoke yang Kesusahan Bujuk Kembaran Ibra

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Stoke yang Kesusahan Bujuk Kembaran Ibra

Performa Stoke City musim ini memang lebih baik ketimbang musim-musim sebelumnya. Meski mereka masih berada di posisi ke 10 klasemen, tapi mereka sanggup membuat beberapa tim tangguh tak dapat meraih poin penuh kala menghadapi mereka.

Performa baik mereka pun tak bisa dilepaskan dari trio pemain depan mereka, yakni Xherdan Shaqiri, Bojan Krkic, dan Marko Arnautovic. Kombinasi ketiganya pun menghasilkan 14 gol dari 21 gol yang dicetak Stoke musim ini. Arnautovic menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi tujuh gol. Tak hanya itu, ia juga berkontribusi besar dengan membuat tiga assist dari 19 penampilan. Manajer Stoke, Mark Hughes, sampai mengungkapkan bahwa ia memiliki kemiripan dengan Ibrahimovic dari segi fisik.

Meski menjadi pencetak gol dan pembuat assist terbanyak Stoke, Arnautovic tetap tak bisa berkehendak semaunya. Pasalnya, dari perpanjangan kontrak yang diajukan Stoke, Arnautovic menginginkan kenaikan gaji. Striker Timnas Austria ini beralasan bahwa atas kontribusi besar dirinya musim ini, pantas mendapatkan upah yang lebih besar ketimbang sebelumnya.

Menurut The Independent, Arnautovic dikabarkan meminta gaji sebesar 80.000 poundsterling per pekan. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang gaji milik Shaqiri yang "hanya" sebesar 70.000 poundsterling per pekan.

Stoke sendiri merasa gaji yang diberikan kepada Arnautovic sudah termasuk besar. Hughes pun merasa bahwa apa yang diminta Arnautovic terlalu mustahil. Meskipun demikian, ia tetap berusaha untuk mempertahankan Arnautovic.

“Saya masih melakukan pembicaraan dengan Marko (Arnautovic) dan berharap hal ini akan segera mendapatkan solusi. Kami bekerja dalam suatu tim, di mana tentu saling membutuhkan satu sama lain. Marko merupakan salah satu pemain penting dalam tim, oleh karena itu jajaran direksi masih mengupayakan agar Marko tetap bermain,” ujarnya kepada The Guardian.

Kontrak Arnautovic sendiri habis per juni 2017. Oleh karena itu, Stoke menawari kontrak Arnautovic dengan harapan ia tak pergi dengan harga murah nantinya, entah musim ini atau musim depan atau pada 2017 nanti dengan cuma-cuma. Pasalnya, ada klausul buy-out murah yang ada di dalam kontrak Arnautovic, di mana setiap klub yang ingin membelinya hanya perlu mengeluarkan 10 juta poundsterling.

Masalah di kontrak Arnautovic pun mengundang banyak klub untuk memperebutkannya, di antaranya adalah Paris Saint-Germain dan Liverpool. Bahkan, Mirror menyebut Liverpool berani memberikan gaji 120.000 poundsterling per pekan andai Arnautovic jadi bergabung ke Anfield.

Penampilan baik Arnautovic di musim ini memang tidak diperkirakan. Pasalnya, ia lebih dikenal dengan karakter emosionalnya saat bermain ketimbang menunjukkan kemampuannya. Namun, di musim ini pandangan miring terhadapnya berubah. Tak hanya menyumbang gol dan assist terbanyak, ia juga rutin membahayakan gawang lawan. Tak heran ia mampu membuat 1,9 tendangan ke gawang dan 1,4 umpan kunci per pertandingan.

Jadi, melihat catatan positif Arnautovic dan buy-out clause-nya yang cenderung murah, siapa klub yang beruntung mendapatkan kembaran Ibrahimovic ini?

Sumber: The Independent, The Guardian, Daily Mail, WhoScored

Komentar