Inter dan Juventus Enggan Datangkan Lavezzi

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Inter dan Juventus Enggan Datangkan Lavezzi

Karier Ezequiel Lavezzi di Paris tampaknya sebentar lagi akan berakhir. Pasalnya, pemain timnas Argentina ini sudah jarang bermain reguler di Paris Saint-Germain. Selain itu, perpanjangan kontrak baru yang ditawarkan oleh klub milik Nasser Al-Khelaifi ini, ditolak oleh Lavezzi. Sehingga tak ada jalan lain bagi PSG untuk menjualnya di bursa transfer musim dingin, agar tak kehilangan Lavezzi secara gratis di akhir musim.

Sedangkan biaya yang dikeluarkan PSG saat merekrut Lavezzi dari Napoli pada musim 2012/13 terbilang cukup mahal, di mana PSG harus mengeluarkan biaya 26,5 juta euro untuk mengikat pemain ini selama empat tahun. 30 Juni 2016 sendiri menjadi akhir dari kontrak Lavezzi bersama PSG.

Selain Lavezzi, masih banyak pemain berkualitas lain yang kontraknya akan habis akhir musim ini. Dari daftar ini, hanya Xabi Alonso yang sudah diperpanjang kontraknya.

Beberapa klub besar pun dikabarkan meminati jasa pemain 30 tahun ini. Dari beberapa klub yang diketahui tertarik terhadap Lavezzi, di antaranya adalah Internazionale Milan, Juventus, dan Tottenham menjadi kandidat serius untuk mendapatkan jasanya.

Agen Lavezzi, Alejandro Mazzoni pun mengungkapkan bahwa kliennya itu akan lebih memilih klub asal Italia ketimbang negara lain sebagai tujuannya. Tak ada alasan lain yang diungkapkan oleh Mazzoni, namun menurut Calciomercato, Lavezzi memilih Italia sebab ia merasa cocok dengan atmosfer sepakbola di sana ketimbang negara lain.

“Inter dan Juventus? Kami belum dapat memastikannya hingga sekarang. Namun yang pasti, semua dapat terjadi dengan sangat cepat,” ujar Mazzoni seperti dilansir Le10Sport. “Italia menjadi negara tujuan jika Lavezzi pindah tapi tidak akan dalam waktu cepat. Keinginan banyak klub besar terhadap Lavezzi sangat wajar, sebab mereka bisa mendapatkan pemain berkualitas dengan gratis."

Pelatih Inter, Roberto Mancini sendiri masih enggan membicarakan transfer Lavezzi. Sebab ia merasa ia belum membutuhkan nama baru mengingat banyaknya pemain di posisi winger.

“Di Januari, setiap jurnalis menulis sesuatu mengenai bursa transfer, namun saya enggan berpendapat karena saya merasa kami sudah memiliki skuat yang kompetitif untuk bersaing,” ujar Mancini.

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Beppe Marotta, Direktur Olahraga Juventus. Menurut pria berumur 58 tahun ini, Juventus belum membutuhkan perbaikan skuat, “Meski januari adalah bulan untuk memperbaiki skuat, namun saya mengatakan bahwa skuat kami tidak butuh perbaikan. Meski awal musim kami sempat kesulitan, sekarang saya tidak berpikir demikian.”

Banyaknya peminat Lavezzi jelas bukan sebuah kejutan. Pasalnya sejak awal musim 2015/16, posisi reguler Lavezzi mulai tergantikan oleh Angel Di Maria yang didatangkan dengan harga 59,7 juta poundsterling dari Manchester United.

Hingga tengah musim ini, Lavezzi hanya tiga kali menjadi starter di Paris Saint-Germain, Lavezzi pun hanya dapat membukukan catatan dua gol. Hal ini pun jauh dengan catatan yang dibukukan Di Maria, di mana kompatriotnya ini mampu membukukan enam gol dan sembilan assist.

Menarik ditunggu siapa klub yang beruntung mendatangkan Lavezzi dengan harga murah. Pasalnya, Lavezzi juga ingin bermain reguler demi mendapatkan satu tempat di timnas Argentina yang akan berlaga di Centennial Copa America 2016, atau turnamen perayaan 100 tahun Copa America.

Sumber : Le10Sport, SempreInter, ESPNFC, La Republicca

Komentar