Membayangkan Kecanggihan Stamford Bridge di Masa Depan

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Membayangkan Kecanggihan Stamford Bridge di Masa Depan

Manajemen Chelsea kian matang untuk meningkatkan kapasitas stadion Stamford Bridge. Tingginya permintaan tiket pertandingan menjadi salah satu alasan. Selain itu, Chelsea pun ingin menjadikan Stamford Bridge sebagai ikon yang melekat sejalan dengan sejarah yang ditorehkan.

Berdasarkan Stadium DB, Stamford Bridge saat ini berkapasitas 41 ribu atau yang kedua terbesar di London setelah Emirates Stadium yang berkapasitas 60 ribu. Dibandingkan dengan Emirates Stadium, Stamford Bridge terbilang mini dan sempit untuk kesebelasan sebesar Chelsea. Bandingkan dengan bentuk Stadion Emirates yang terkesan megah karena didesain bundar, tinggi, dan luas.

Stamford1
Bentuk stadion baru Chelsea dengan tribun yang berbentuk segi lima (Sumber gambar: stadiumdb.com)

Pembangunan ulang Stamford Bridge nantinya diharapkan bisa menampung hingga 60 ribu orang. Rencananya tribun penonton akan dibuat hingga tiga tingkat dengan desain stadion berbentuk segi lima. Pemilihan bentuk segi lima ini tidak lain dilakukan untuk menyiasati minimnya ruang yang tersedia.

Pada bagian tribun timur akan dibuat meruncing yang membuat bentuk Stamford Bridge seperti segi lima. Pemilihan bentuk segi lima ini mirip dengan Stamford Bridge saat awal-awal pendiriannya pada 1939.


Desain Stamford Bridge pada 1939 (Sumber: stadiumguide.com)

Keterbatasan ruang membuat desain Stamford Bridge tidak bisa sembarangan. Tribun utara dan selatan berbatasan dengan rel kereta api, sedangkan tribun timur dan barat berbatasan dengan jalan raya dan rumah warga. Untuk menyiasati hal tersebut lapangan dibuat lebih rendah dari kondisi stadion yang sekarang. Selain itu, tribun timur stadion pun beberapa bagian di antaranya menutupi jalanan di belakang stadion.

Hal paling penting lainnya adalah bagaimana 60 ribu penonton tersebut bisa dengan mudah mencapai stadion tanpa perlu mengganggu kenyamanan warga di daerah tersebut. Akses jalan tersebut nantinya memudahkan penggemar untuk langsung mencapai stasiun kereta maupun stasiun subway.

Di Inggris, stadion yang dibangun harus sesuai dengan ketentuan FA. Salah satunya untuk menghindari tragedi Hillsborough dan Valey Parade.
Stamford2
Tiang serta penopang yang terinspirasi dari Westminster Abbey (Sumber gambar: stadiumdb.com)

Dari desain yang telah dirilis, Dailymail menulis bahwa Chelsea terinspirasi dari tiang penopang, pilar, dan arsitektur gotik dari Westminster Abbey. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich menginginkan rumah baru mereka bagaikan “katedralnya sepakbola” dan menjadikannya sebagai bagian dari simbol dan sejarah Chelsea.

Baca juga: Ekspansi Stadion Sebagai Tren Masa Depan Kesebelasan Inggris

Bersaing dengan Tottenham

“Pembangunan ulang” merupakan ungkapan yang tepat untuk menyebut apa yang dilakukan manajemen Chelsea kepada Stamford Bridge. Bangunan utama yang berdiri saat ini akan diratakan dengan tanah dan dibangun fondasi stadion yang baru. Biaya pembangunan ditaksir mencapai 500 juta pounds, yang merupakan salah satu yang paling mahal di Eropa.

Masalah baru pun muncul. Jika Stamford Bridge diratakan, lantas di mana Chelsea menggelar pertandingan kandang?

Manajemen Chelsea melihat Stadion Wembley sebagai kandang yang cukup tepat untuk digunakan. Selain masih berlokasi di London, Stadion Wembley pun berkapasitas amat besar—terbesar di Inggris—dengan 90 ribu kursi (Wembley bisa digunakan oleh Chelsea tapi dibatasi hanya 50 ribu kursi saja). Namun, mereka harus bersaing dengan Tottenham Hotspur yang juga memiliki rencana yang sama persis dengan Chelsea.


Pemerintah setempat telah menyetujui pembangunan stadion baru Tottenham yang berkapasitas 56 ribu kursi. Namun, manajemen Tottenham menginginkan penambahan kapasitas menjadi 60 ribu kursi. Ini tak lain sebagai syarat untuk menjadi tuan rumah tim franchise American Football.

Chelsea pun menawarkan 11 juta pounds untuk menggunakan Stadion Wembley sebagai kandang sementara. Angka yang ditawarkan The Blues ini lebih tinggi tiga juta pounds dari yang ditawarkan Tottenham.

Berdasarkan The Times, besarnya dana yang dikeluarkan Chelsea tidak lain karena mereka ingin mengamankan penggunaan Stadion Wembley untuk tiga musim mulai dari musim 2017/2018. Ini dilakukan karena Chelsea akan kesulitan mencari stadion lain untuk digunakan sebagai kandang selagi Stamford Bridge dibangun ulang.

Manajemen Wembley membatasi kapasitas stadion dengan menutup tribun paling atas atau dengan kapasitas maksimal 50.800 kursi. Manajemen Wembley pun tidak lepas tekanan dari Premier League untuk mempersilakan Chelsea atau Tottenham menggunakan stadion tersebut.


Sebenarnya masih ada satu stadion berkapasitas besar di London. Stadion tersebut adalah Twickenham yang dikhususkan untuk pertandingan rugby. Chelsea kabarnya telah membuka pembicaraan dengan Federasi Rugby Inggris terkait kemungkinan penggunaan Twickenham. Namun, kendala yang muncul nyatanya jauh lebih banyak. Chelsea perlu mendapatkan izin untuk meningkatkan kapasitas stadion, serta pendapat dari masyarakat sekitar Twickenham terkait kemungkinan terjadinya gesekan antar suporter.

Chelsea baru mulai melakukan presentasi dengan publik terkait peningkatan kapasitas stadion menjadi 60 ribu pada September tahun ini. Pada Desember, Chelsea akan melayangkan surat permohonan izin kepada otoritas setempat. Jika rencana berjalan lancar, izin akan keluar pada musim panas 2016.

Pada musim 2017/2018 Chelsea resmi pindah kandang ke Wembley, dan pada Agustus 2020 stadion baru sudah siap untuk digunakan.


Baca juga: Stadion-stadion di Inggris yang Tinggal Cerita

Sumber tulisan: stadiumdb & dailymail.

Sumber gambar: wikipedia.com

Komentar