Hak Siar Lebarkan Jurang Pemisah

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Hak Siar Lebarkan Jurang Pemisah

Besarnya nilai hak siar Liga Inggris memengaruhi jumlah pendapatan kesebelasan Premier League. Ditambah lagi kerjasama hak siar yang terus meningkat setiap waktunya, membuat kesebelasan Premier League kian sehat dalam industri sepakbola.

Pendapatan yang terus bertambah tiap musim nyatanya memperlebar jarak antara kesebelasan Liga Inggris dengan kesebelasan di empat liga top Eropa lain: LigaSpanyol, Liga Jerman, Liga Italia, dan Liga Prancis.

Dari analisis laporan tahunan Deloitte, penulis Soccer Issue, Ouriel Daskal, menyatakan bahwa pendapatan hak siar naik 18% ke angka 5,4 miliar euro. Angka ini setara dengan 48% dari total pemasukan lima liga top di Eropa. Pemasukan terbesar kedua datang dari sponsorship dan kegiatan komersial sebesar 4 miliar euro atau setara dengan 35% dari total pemasukan.

Pemasukan dari penjualan tiket pun masih mendominasi pendapatan kesebelasan. Total untuk musim 2013/2014, dari 20 kesebelasan menghasilkan 1,9 miliar euro.

Hak Eksklusif

Salah satu alasan mengapa hak siar televisi memegang peranan penting adalah karena eksklusifitas yang diberikan operator liga demi menjaga kenyamanan investasi perusahaan siaran. Bukan suatu hal yang mencengangkan jika SkySports dan BTSports masih mau melanjutkan kerjasama siaran domestik dengan Premier League pada termin kedua atau pada musim 2016/2017 hingga 2018/2019. Keduanya—Anda juga pasti merasakan—pastilah puas dengan cara yang dilakukan Premier League untuk menjaga siaran Liga Inggris tetap eksklusif.

Salah satu caranya bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk memberantas situs streaming ilegal. Dengan cara ini, penggemar dipaksa untuk berlangganan siaran agar bisa menyaksikan pertandingan.


Menelaah Fenomena Menonton Sepakbola via Streaming


Kenapa Mencari Tayangan Ulang Liga Inggris Susah?



Kerjasama yang tidak kalah penting juga dilakukan Premier League dengan youtube dan twitter. Mereka menjaga agar siaran Liga Inggris tidak “bocor” dan dinikmati khalayak secara gratis dan nyaman.

Ini penting karena Premier League pun menjualhighlight pertandingan kepada BBC. Nilainya tentu lebih kecil jika dibandingkan dengan kerjasama SkySports dan BTSports, tapi tetap saja angkanya berada di atas 100 juta pounds atau detailnya 204 juta pounds untuk musim 2016 hingga 2019.

BBC mau melanjutkan kerjasama, karena penggemar saat ini tidak bisa dengan mudah menemukan highlight pertandingan. Bagi mereka yang memang tinggal di Britania Raya, ini lebih ke persoalan peningkatan nilai dari BBC itu sendiri. Berdasarkan Dailymail, rating olahraga BBC terlampau kecil karena hanya memiliki siaran tenis Wimbledon.

Citra Global

Dalam tulisannya, Daskal pun menyebutkan bahwa sponsor mau meningkatkan kerjasama dengan kesebelasan karena kesebelasan dianggap mampu mengangkat citra sponsor itu sendiri. (Baca: Chelsea Terus Kejar Manchester United)

Pemasukan dari sponsor tergantung dari cara kesebelasan menjual citra mereka. Manchester United, misalnya, mereka bisa mendapatkan lebih dari 25 sponsor global. Ini belum termasuk sponsor lokal yang jumlahnya jauh lebih besar.

Sponsor global biasanya merupakan perusahaan yang menjual produknya secara global. Misalnya, Achilles sebagai “ban resmi Manchester United”. Kita pun tahu kalau embel-embel “resmi” tersebut bukan berarti bahwa semua ban pemain, staff, hingga bus kesebelasan menggunakan Achilles. Status “resmi” tersebut merupakan legitimasi bahwa Manchester United mendukung Achilles dalam produk ban.

Ini diharapkan bisa menggaet penggemar Manchester United yang “loyal”. Karena tidak sedikit penggemar yang menggunakan produk yang merupakan sponsor dari kesebelasannya.

Manchester United mampu menjual citra mereka sebagai kesebelasan yang mendunia; yang hampir tanpa masalah—kecuali rivalitas dengan Liverpool. Hal berbeda dirasakan Samsung yang menyeponsori Chelsea. Mulai musim depan, Samsung menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak dengan Chelsea. . Alasannya bukan karena nilai yang ditawarkan terlalu mahal, tapi karena citra Chelsea tidak mampu mengangkat produk mereka secara global.

Sejumlah perusahaan pun berlomba-lomba menjadi sponsor utama sebuah kesebelasan. Air Asia yang menyeponsori Queens Park Rangers. Semua pun tahu kalau QPR jelas bukan brand yang setara dengan Manchester United atau Liverpool, misalnya. Namun, dengan menjadi sponsor utama, mereka bisa mendapatkan publikasi setiap bertanding, karena Air Asia menempel pada kostum QPR baik saat menghadapi Burnley maupun Manchester United.

Komentar