Mereka yang Tak Menghendaki Parma Bangkit dari Krisis

Berita

by Irfan Muhammad

Irfan Muhammad

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mereka yang Tak Menghendaki Parma Bangkit dari Krisis

Pihak liga Serie A akhirnya menggelar rapat khusus membahas situasi krisis keuangan yang melanda Parma.

Kesebelasan yang di dekade 1990an menjadi satu dari tujuh kesebelasan top Italia itu di ambang kehancuran. Sedemikian parahnya krisis mereka, sampai-sampai barang-barang pun dijual dan dilelang. Dari kursi yang biasa diduduki Roberto Donadoni, sang pelatih, hingga barang-barang elektronik seperti komputer. Parma juga gagal bertanding dalam dua pekan terakhir karena krisis ini.

Gawatnya situasi yang dihadapi Parma ini memaksa otoritas Serie-A harus mengambil langkah-langkah penyelamatan. Salah satunya memberikan dana talangan, semacam bailout, agar Parma bisa menyelesaikan kompetisi.

Untuk itulah kesebelasan-kesebelasan yang bermain di Serie-A diundang oleh otoritas pengelola liga untuk membahas langkah-langkah penyelamatan. Mereka melakukan voting untuk menyepakati perlukah memberikan dana talangan kepada Parma.

Hasilnya: mereka bersepakat untuk meminjamkan dana sebesar 5 juta euro untuk Parma. Dana ini rencananya akan digunakan untuk menggelar pertandingan-pertandingan yang tertunda 2 pekan hingga akhir musim.

Berdasarkan hasil voting, sebanyak 16 kesebelasan mendukung kebijkan Serie A untuk meminjamkan dana. Menariknya ada tiga kesebelasan yang abstain dan bahkan ada satu kesebelasan yang tidak mendukung upaya penyelamatan Parma. Roma, Napoli dan Sassuolo menyatakan abstain dengan pilihan bailout ini, sedangkan Cesena malah tidak mendukung sama sekali. Cesena satu-satunya yang dengan tegas menyatakan TIDAK pada upaya membantu Parma.

Baca Juga: Si Bengal yang Ingin Menyelamatkan Parma

Pengabdian Alessandro Lucarelli pada Sepakbola


Menurut Lugaresi, Presiden Cesena, memaparkan bahwa situasi bangkrut ini juga pernah terjadi oleh Cesena di tahun 2012 dan mereka berjuang untuk membayar hutang piutang tanpa bantuan. Lugaresi juga berharap agar Parma juga berjuang sendiri, tidak usah membawa-bawa yang lain.

Pekan lalu, Lugaressi memang sudah mengeluarkan pernyataan yang menyerang Parma. Ia mencela permintaan Donadoni yang ingin agar laga ditunda selama 15 menit sebagai sikap solidaritas pada apa yang dialami Parma. "Mereka (Parma) bertindak amatir, dan pura-pura tidak tahu serta sok tidak merasa bersalah," katanya keras.

Alessandro Lucarelli, kapten Parma yang kini muncul sebagai juru bicara tidak resmi, membalas ucapan itu dengan kata-kata yang tak kalah keras. Kata Alessandro, ucapan Lugaressi itu memperlihatkan dirinya sebagai "pemakan bangkai".

Saking kesalnya, Alessandro bahkan berandai-andai bahwa sikap Lugaresi itu bisa jadi dilatarbelakangi oleh status Grégoire Defrel, penyerang Cesena saat ini, yang status kepemilikannya dimiliki oleh Parma dan Cesena. Bagi Alessandro, kehancuran Parma mungkin akan menyenangkan Cesena dalam soal kepemilikan bersama (co-ownership) atas Defrel.

Parma Bail Out

Komentar