Apa yang Kau Cari, Eriksen?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Apa yang Kau Cari, Eriksen?

Kabar mengejutkan dirilis koran Denmark, BT. Christian Eriksen dikabarkan belum menandatangani tawaran perpanjangan kontrak yang disodorkan manajemen Tottenham Hotspur. Padahal, kontrak tersebut akan mengantarkan Eriksen sebagai pesepakbola bergaji terbesar di Denmark.

Kabarnya, Spurs menawarkan kenaikan gaji mencapai 3,2 juta pounds per tahun atau 61 ribu pounds per pekan. Nilai tersebut sekaligus untuk memagari Eriksen yang kontraknya habis pada 2018 mendatang, dari godaan klub lain.

Agen Eriksen, Martin Schoots, mengungkapkan ia tak ingin Eriksen terburu-buru menandatangani kontrak tersebut. Ia mengatakan, perpanjangan kontrak mesti dipikirkan matang-matang. Schoots sendiri mengungkapkan keputusan terkait nasib Eriksen akan dilakukan pada akhir musim. Pasalnya, saat ini Eriksen masih berkonsentrasi untuk meraih prestasi bersama Spurs.

Sementara itu, BT, mengungkapkan alasan penundanaan kemungkinan karena sang agen ingin melihat peningkatan harga pasaran Eriksen. Penampilan Eriksen di Spurs sendiri terbilang meyakinkan. Dari 15 laga di Liga Inggris, Eriksen selalu masuk dalam daftar susunan pemain, dan telah mencetak lima gol. Video game FIFA 14 pun menempatkan Eriksen sebagai pemain potensial.

Keengganan Eriksen—mungkin agennya—untuk tidak terburu-buru menandatangani kontrak adalah prestasi Spurs di liga. Saat ini Tottenham berada di peringkat sepuluh dengan 21 poin hasil enam kali menang, tiga kali seri, dan enam kali kalah. Belum lagi di dua pertandingan terakhir, Tottenham hanya meraih satu poin hasil seri menghadapi tim sekelas Crystal Palace.

Belum lagi, pujian dari pelatih PSG, Laurent Blanc yang menginginkan pemain lulusan akademi Ajax Amsterdam tersebut. Ini merupakan buntut kegagalan PSG mendatangkan Angel Di Maria yang hijrah ke Manchester United.

Eriksen lahir di Middlefart, Denmark, pada 14 Februari 1992. Eriksen pun dibeli Ajax Amsterdam dari Odense Boldklub, dengan nilai transfer satu juta dollar dengan kontrak dua setengah tahun, pada Oktober 2008. Ia baru naik ke tim utama pada Januari 2010, setelah berjuang di tim junior.

Di Ajax, Eriksen bermain 113 kali dan mencetak 25 gol, cukup produktif bagi seorang gelandang. Penampilan tersebut membuat Spurs tertarik memboyongnya. Nilai transfernya diperkirakan mencapai 11 juta pounds.

Di timnas, Eriksen sudah mencicipi berbagai kelompok umur, mulai dari U-17, U-18, dan U-19. Ia juga dipanggil untuk memperkuat timnas Denmark U-21 yang berlaga di Piala Eropa 2011. Di timnas senior, Eriksen baru dipanggil pada Februari 2010, sebulan setelah debutnya di tim senior Ajax. Sejak saat itu, Eriksen telah bermain 40 kali dan mencetak lima gol.

Melihat semakin dipercayanya Eriksen di Spurs, kemungkinan ia akan mencetak lebih banyak gol ketimbang musim lalu. Musim lalu, ia bermain hanya 25 kali dan mencetak tujuh gol. Musim ini, ia bermain 15 kali dan mencetak lima gol.

Untuk urusan penghargaan individual, Eriksen sempat mendapat “Dutch Football Talent Player of The Year” pada 2011, “Danish Football Player of The Year” pada 2013, dan “Tottenham Hotspur Player of The Year” untuk musim 2013/2014. Melihat kegemilangan ini, sungguh sulit menyaksikan Eriksen bermain di klub yang “hanya” menggajinya 61 ribu pounds per pekan. Sebagai perbandingan, gaji Tomas Rosicky yang jarang bermain saja mencapai 80 ribu pounds per pekan. Theo Walcott yang rentan cedera pun mencapai 100 ribu pounds per pekan.

Apa yang kau cari, Eriksen?

Sumber gambar: trbfootball.com

Komentar