Pakai Jersey River Plate, Ibu Ini Dipukuli Suporter Boca Juniors

Berita

by Eki Nurdiansyah

Eki Nurdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pakai Jersey River Plate, Ibu Ini Dipukuli Suporter Boca Juniors

Kabar mengerikan datang dari Argentina. Dilaporkan seorang perempuan pendukung River Plate bernama Lorena Sabio mendapatkan luka yang sangat serius akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pendukung garis keras Boca Juniors.

Sabio yang menyaksikan langsung pertandingan antara River Plate menghadapi Boca Juniors beberapa waktu lalu dihadang oleh suporter garis keras Boca Juniors. Hal tersebut terjadi saat ia tengah berjalan bersama anak perempuannya, Altea, dalam perjalanan pulang ke rumah selepas dari stadion.

Kala itu, Sabio sedang berjalan sambil mengenakan jersey klub kebanggaannya, River Plate. Ia dihadang lalu dipukuli oleh beberapa pria yang diketahui merupakan kelompok suporter garis keras Boca Juniors yang bernama ‘Ketchup’. Kelompok suporter ini memang terkenal sering membuat onar dan melakukan tindak kekerasan terhadap suporter lawan.

Hari indah Sabio pun berubah menjadi mimpi buruk. Kemenangan River Plate saat itu berubah menjadi suatu hal yang mengerikan bagi dia dan Altea yang masih berusia delapan tahun. �"Mereka mendatangi saya, lalu memukul saya tepat dibagian wajah saya,�" ungkap Sabio kala menjelaskan kronologis kejadian.

Ia pun terkapar di jalanan sambil menahan kucuran darah dan rasa sakit yang ia terima. Para pemukul pun mengancam akan menghabisi nyawanya bila perempuan berusia 33 tahun tersebut melaporkan hal ini ke polisi.

Akan tetapi peristiwa ini pun cepat menyebar. Media-media di Argentina banyak yang memberitakan kejadian mengerikan ini. Namun hingga saat ini, belum ada langkah-langkah yang dilakukan polisi setempat perihal peristiwa ini. Hanya satu satu yang pasti, Sabio sudah mengetahui seorang pelaku yang memukulinya. Ia menduga seseorang bernama Miguel Angel Zionzonok merupakan satu dari beberapa pria yang melakukan hal keji tersebut. Zionzinok pun diketahui sebagai anggota dari kelompok suporter ‘Ketchup’.

�"Dia menghancurkan wajah saya, sampai-sampai saya tidak bisa makan. Saya pun diharuskan melakukan operasi berkali-kali untuk menyembuhkan luka saya ini,�" tambah Sabio.

Sebenarnya, yang paling membuat Sabio sedih adalah Altea, anak perempuannya yang masih berumur delapan tahun. Di umurnya yang masih kecil seperti itu, Altea harus melihat sang ibu dipukuli dan berlumuran darah didepan mata kepalanya sendiri. Altea pun hingga saat ini mengalami trauma yang cukup berat.

Sabio pun berharap ada yang menghentikan tindakan kejam seperti ini. Ia berharap ada langkah-langkah dari pihak yang berwajib untuk menangkap ‘pria gila’ tersebut. Karena menurutnya, bila hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada korban-korban lain selanjutnya.

Kejadian ini tentunya menjadi sebuah hal yang mengerikan. Dan terkadang, rivalitas antar suporter sendiri berada di luar batas nalar, bahkan menjerumus kepada tindakan kriminal. Memang hal yang wajar bila terjadi rivalitas dalam sepakbola, karena rivalitas merupakan pelengkap dari drama olahraga ini. Namun bila sudah bersangkutan dengan perempuan, anak kecil dan kekerasan, ini menjadi hal yang sudah tidak wajar lagi.

Lorena Sabio bukanlah yang pertama kali mengalami peristiwa mengerikan ini. Jauh sebelum mereka, sudah banyak korban-korban yang berjatuhan akibat dari rivalitas antar klub sepakbola. Harus ada langkah konkrit dari pihak yang berwajib, karena hal-hal seperti ini sudah di luar ranah sepakbola lagi, tetapi sudah masuk dalam kategori kriminalitas.

Baca juga: Pesepakbola ini dibunuh suporter lawan

Sumber : timeslive.co.za

Komentar